Liputan08.com, PANDEGLANG – Pendidikan tidak sekadar menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga fondasi penting dalam membangun keberanian bermimpi, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Semangat itulah yang dibawa Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Terminal Petikemas, Yogi Firdaus, saat kembali ke almamaternya, SMA Negeri 1 Pandeglang, Banten, melalui program Pelindo Mengajar, Jumat (6/11/2026).
Di hadapan 125 siswa kelas X hingga XII, Yogi membagikan perjalanan pendidikan, pengalaman profesional, serta wawasan mengenai industri kepelabuhanan nasional. Kehadirannya bukan sekadar memberikan materi pembelajaran, melainkan menghadirkan contoh nyata bahwa anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi strategis dan berkontribusi bagi bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada dunia kepelabuhanan yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai tempat kapal bersandar dan aktivitas bongkar muat barang. Padahal, pelabuhan merupakan salah satu simpul strategis dalam sistem logistik nasional, yang berperan penting menunjang konektivitas antardaerah, perdagangan, serta pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Yogi menjelaskan, operasional pelabuhan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan kompetensi. Mulai dari bidang operasional terminal, teknik, teknologi informasi, keuangan, sumber daya manusia hingga komunikasi. Seluruh bidang tersebut memiliki keterkaitan dalam mendukung efektivitas, efisiensi, dan keberlangsungan layanan kepelabuhanan.
Pengenalan ini sekaligus membuka perspektif siswa bahwa peluang karier tidak terbatas pada satu bidang pendidikan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar, generasi muda dapat mengambil bagian dalam berbagai sektor industri strategis, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa mendapatkan kesempatan berdialog langsung, mengajukan pertanyaan, serta menggali pengalaman perjalanan karier seorang profesional yang berasal dari daerah mereka sendiri.
Salwa Nadzhela Al Hikmat, siswi kelas X-4, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai kompleksitas industri kepelabuhanan.
“Awalnya saya mengira pelabuhan hanya tempat kapal penumpang dan kapal barang bersandar. Setelah mengikuti Pelindo Mengajar, saya jadi tahu bahwa ternyata banyak sekali peran yang terlibat di dalamnya. Ada berbagai pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan agar seluruh aktivitas pelabuhan bisa berjalan dengan baik. Ternyata dunia kepelabuhanan jauh lebih luas dari yang saya bayangkan sebelumnya,” ujar Salwa.
Sementara itu, Vino Andhika, siswa kelas XI-1 Kesehatan, mengaku terinspirasi oleh perjalanan karier Yogi Firdaus. Menurutnya, keberhasilan putra asli Pandeglang menduduki jabatan strategis di perusahaan nasional menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda di daerah.
“Kehadiran Pak Yogi di sekolah kami benar-benar memberikan inspirasi. Saya merasa tertantang karena ternyata putra asli Pandeglang juga bisa menjadi salah satu pimpinan di industri kepelabuhanan Indonesia. Dari kegiatan ini, saya semakin membulatkan tekad untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri agar suatu saat nanti bisa mengikuti jejak Pak Yogi, berkarier di BUMN, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ungkap Vino.
Yogi Firdaus mengatakan, Pelindo Mengajar merupakan bentuk kontribusi insan Pelindo dalam memperluas wawasan generasi muda melalui transfer pengetahuan dan pengalaman profesional.
Menurutnya, pengenalan terhadap dunia industri sejak bangku sekolah penting dilakukan agar siswa memiliki pemahaman lebih luas mengenai perkembangan dunia kerja sekaligus mampu mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan pada masa mendatang.
“Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan dan memahami bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat banyak profesi, keahlian, serta peluang. Saya berharap pengalaman yang dibagikan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi, mengenali potensinya, dan mempersiapkan diri melalui pendidikan serta kemauan untuk terus belajar,” kata Yogi.
Kepala SMA Negeri 1 Pandeglang, Jubaedi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kehadiran praktisi industri secara langsung di lingkungan sekolah memberikan nilai tambah bagi proses pendidikan, khususnya dalam mempertemukan pengetahuan akademis dengan realitas dunia profesional.
“Kami merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Pak Yogi di sekolah kami. Banyak sekali wawasan dan pengalaman yang dibagikan kepada anak-anak, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan baru yang mungkin selama ini belum banyak diketahui. Kami melihat para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengenal lebih jauh tentang Pelindo dan dunia kepelabuhanan, tetapi juga memahami bagaimana peran BUMN dalam memberikan kontribusi bagi negara. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memiliki cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Jubaedi.
Selain memberikan pembelajaran dan motivasi, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan kualitas lingkungan pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dalam kesempatan tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan berupa perbaikan lapangan olahraga SMA Negeri 1 Pandeglang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas sekolah sekaligus mendukung aktivitas olahraga, kebugaran, dan pengembangan potensi peserta didik.
Dukungan tersebut mencerminkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis, tetapi juga mencakup kontribusi sosial dalam pembangunan sumber daya manusia.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keempat, khususnya agenda penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Program Pelindo Mengajar sendiri telah dilaksanakan sejak 2022. Hingga kegiatan di SMA Negeri 1 Pandeglang pada 6 November 2026, program tersebut telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program ini, insan Pelindo Terminal Petikemas hadir langsung di lingkungan pendidikan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman profesional, sekaligus memperkenalkan industri kepelabuhanan kepada generasi penerus bangsa.
Lebih dari sekadar kegiatan kunjungan perusahaan, Pelindo Mengajar menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kolaborasi semacam ini penting untuk memperluas wawasan peserta didik, memperkenalkan kebutuhan kompetensi masa depan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan memiliki orientasi kontribusi bagi pembangunan nasional.
Kisah Yogi Firdaus juga memberikan pesan bahwa latar belakang daerah bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Dengan pendidikan, integritas, kerja keras, dan kesempatan mengembangkan diri, generasi muda dari daerah memiliki peluang untuk mengambil peran penting dalam pembangunan Indonesia.
Sebab, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang telah berada di pusat industri dan kekuasaan ekonomi, tetapi juga oleh anak-anak muda yang hari ini sedang menimba ilmu di ruang-ruang kelas seluruh penjuru negeri.
PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan bagian dari grup usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang bergerak dalam pengelolaan bisnis terminal peti kemas. Perusahaan dibentuk setelah integrasi Pelindo yang berlaku sejak 1 Oktober 2021.
Saat ini, perusahaan mengelola 32 terminal peti kemas di berbagai wilayah strategis Indonesia dan didukung tujuh anak perusahaan. Dengan jaringan terminal yang luas dan terintegrasi, Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, efisien, dan berstandar internasional.
Tags: PT Pelindo Terminal Petikemas, Yogi Firdaus
Baca Juga
-
08 Okt 2024
JAM-Pidum Setujui 14 Perkara Restorative Justice, Salah Satunya Kasus Penadahan di Kendal
-
12 Feb 2025
Kejaksaan Agung Periksa 7 Saksi dalam Skandal Impor Gula 2015-2016
-
10 Apr 2025
Kejaksaan Agung Limpahkan Perkara Korupsi dan TPPU PT Duta Palma Group ke PN Tipikor Jakarta Pusat
-
31 Mei 2025
PWI Kabupaten Bogor Siap Gelar Konferensi untuk Pilih Kepengurusan Baru
-
12 Nov 2024
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Coffee Morning Pemkab Bogor
-
29 Jul 2026
Sekda Ajat Rochmat Hadiri Harlah PGM ke-18, Pemkab Bogor Tegaskan Dukungan untuk Guru Madrasah
Rekomendasi lainnya
-
31 Jan 2025
Kurang dari 24 Jam, Polres Grobogan Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Berujung Kematian
-
05 Mar 2025
Danrem 081/DSJ Terima Tim Audit Itjen TNI Siapkan Data yang Akurat Tak Perlu Ditutup-Tutupi!
-
03 Sep 2025
Pemkab Bogor Pastikan Perbaikan SDN Nangela Segera Dilakukan Pasca Robohnya Atap Ruang Kelas
-
30 Jul 2026
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Terkait Aduan Masyarakat, Kejagung: Tunggu Hasil Klarifikasi
-
17 Des 2024
Pemkab Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Cibinong untuk Kendalikan Harga Jelang Nataru
-
28 Mar 2026
Rudy Susmanto Target Awal April Ada Kejelasan Penanganan Puncak, Libatkan Pusat dan Swasta


