NEGERI TIKUS — Negeri itu kini dipimpin Harimau Baru, tetapi pergantian kekuasaan ternyata tidak serta-merta menghilangkan bayang-bayang Harimau Lama. Para Tikus mulai mempertanyakan keberadaan Macan Tutul, aparat penegak hukum (APH) yang dalam kisah satire ini masih dianggap berada dalam pengaruh kekuasaan lama. Ketika Macan Tutul tiba-tiba membidik dan membongkar dugaan korupsi yang melibatkan Tikus di sebuah kabupaten besar, muncul pertanyaan yang semakin keras di tengah masyarakat: apakah perburuan itu benar-benar murni penegakan hukum, atau ada pesanan dari bayang-bayang Harimau Lama? Jika memang ada pesanan, untuk apa? Apakah Tikus sengaja dijadikan sasaran agar pemerintahan Harimau Baru terlihat buruk di mata masyarakat, sementara Harimau Lama dapat berdiri di luar arena sambil menyaksikan kekacauan?
Kecurigaan para Tikus semakin berkembang karena sasaran perburuan seolah memiliki kepentingan politik tersendiri. Mereka kemudian mengingat sebuah cerita lama pada masa pemerintahan Harimau Lama. Konon, ketika seekor Tikus yang menjabat sebagai pemimpin kabupaten tersandung perkara dan akhirnya masuk ke dalam kandang hukum, wakilnya kemudian naik menggantikan posisi tersebut. Dalam cerita yang beredar, bahkan sebelum sang pemimpin benar-benar jatuh, sudah ada pembicaraan mengenai kemungkinan siapa yang akan menduduki kursinya. Jika kisah itu benar, maka para Tikus patut bertanya: apakah hukum berjalan lebih dahulu, atau kepentingan politik sudah menentukan siapa yang akan menikmati kursi kekuasaan setelah seorang Tikus dijatuhkan?
Kini Harimau Baru menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Ia harus membuktikan kepada seluruh penghuni Negeri Tikus bahwa pemerintahan barunya tidak bermain di belakang Macan Tutul. Sebaliknya, Macan Tutul juga harus mampu menunjukkan bahwa setiap langkahnya lahir dari bukti dan hukum, bukan dari pesan kekuasaan lama maupun baru. Sebab, jika Macan Tutul memburu Tikus dan kemudian pemerintahan Harimau Baru ikut terkena dampak politiknya, pertanyaan publik akan semakin tajam: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari jatuhnya Tikus? Harimau Baru, Harimau Lama, atau justru Macan Tutul yang berada di tengah pertarungan?
Di Negeri Tikus, masyarakat akhirnya tidak hanya menunggu siapa yang ditangkap. Mereka menunggu siapa yang sebenarnya bermain di balik bayang-bayang. Sebab, dalam sebuah negeri yang sehat, pemberantasan korupsi seharusnya tidak menjadi alat untuk menjatuhkan lawan politik. Hukum harus memburu kesalahan, bukan memburu manusia karena kepentingan kekuasaan. Jika Tikus memang bersalah, hukum harus bertindak. Tetapi jika Macan Tutul hanya menjalankan pesanan Harimau Lama untuk merusak nama Harimau Baru, maka yang terancam bukan hanya seekor Tikus, melainkan kepercayaan seluruh penghuni Negeri Tikus terhadap hukum dan kekuasaan.
Baca Juga
-
18 Sep 2026
Bupati Rudy dan Ribuan Warga Panjatkan Doa, Hujan Turun: ‘Punya Pemimpin yang Mengajak Bersama kepada Allah’
-
11 Des 2025
Pemkab Bogor Perkuat Transformasi Posyandu sebagai Ujung Tombak Pelayanan Dasar
-
08 Okt 2025
Pemkot dan Polresta Bogor Kota Musnahkan 38.875 Botol Miras Ilegal, Dedie Rachim: Bukti Kolaborasi Jaga Kota Aman
-
18 Agu 2026
Warga Tiga Perumahan di Mangunharjo Semarang Dorong Pembentukan RT Baru, Sudah Lebih 70 KK
-
04 Mar 2026
Di Bawah Arahan Bupati, Kabupaten Bogor Jadi Role Model Elektronifikasi Transaksi Daerah
-
31 Des 2024
Kilas Balik Capaian Kinerja Kejaksaan RI Tahun 2024 Optimalisasi Penegakan Hukum dan Pemulihan Keuangan Negara
Rekomendasi lainnya
-
18 Jul 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Optimalkan Lahan Jalur Bojonggede-Kemang untuk Pertanian Terintegrasi
-
28 Mei 2025
Irvan Maulana Didorong Pimpin KONI Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Saatnya Anak Muda Berjiwa Sehat Pimpin Olahraga Daerah
-
11 Jul 2025
DLH Bogor Luncurkan SIADUL KECIL: Solusi Digital Kelola Limbah B3 Medis Usaha Kecil dan Faskes
-
29 Okt 2024
Perayaan Ulang Tahun Humas Polri ke-73, Polda Sumsel Sukses Gelar Bhakti Sosial Donor Darah dengan Ribuan Peserta
-
06 Okt 2026
Rudy Susmanto Perkuat Budaya Antikorupsi, Road Show Pemkab Bogor Berlanjut ke Sukamakmur
-
12 Feb 2025
Polda Jateng Ungkap Dua Kasus Kriminal Besar: Perampokan Brutal di Pati & Sindikat Mobil Bodong di Semarang






