liputan08.com Bogor, 11 April 2026 – Pengukuhan dan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bogor berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan, khususnya kaum ibu, dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan di tengah masyarakat.
Muslimat NU dikenal memiliki basis akar rumput yang kuat. Hal tersebut tercermin dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, seperti pengajian, pendidikan keagamaan, serta aksi sosial kemasyarakatan. Dominasi kaum ibu dalam setiap kegiatan menunjukkan semangat dan istiqamah yang tinggi dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan dilantiknya ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bogor yang baru, diharapkan organisasi ini mampu menjadi figur pemersatu yang merajut silaturahmi antar golongan serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Acara tersebut turut dihadiri oleh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) dari tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kiprah Muslimat NU dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Salah satu tokoh yang hadir, KH Achmad Yaudin Sogir, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus Wakil Ketua Komisi I, menyampaikan dukungannya secara penuh terhadap kegiatan Muslimat NU di Kabupaten Bogor.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa.
“Kekuatan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas kaum ibu. Jika para ibu memiliki pendidikan yang baik, akhlak yang mulia, dan keimanan yang kuat, maka akan lahir generasi yang unggul dan berintegritas. Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir, Sabtu (11/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa Muslimat NU merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya.
“Kami dari Fraksi PKB berkomitmen memberikan dukungan secara total terhadap setiap program Muslimat NU di Kabupaten Bogor. Organisasi ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan persatuan umat,” tambahnya.
Sebagai tokoh ulama dan legislator, KH Achmad Yaudin Sogir juga dikenal aktif memimpin berbagai pengajian kaum ibu di Kabupaten Bogor. Kiprahnya dinilai mampu memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai spiritual dan moral.
Dengan kepemimpinan baru yang visioner, PC Muslimat NU Kabupaten Bogor diharapkan semakin kokoh dalam mengemban amanah organisasi serta terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
28 Nov 2025
Pemkab Bogor Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif: Bupati Rudy Susmanto Lakukan Evaluasi Layanan untuk Anak Disabilitas
-
02 Nov 2024
Pangdam XII/Tanjungpura Luncurkan Program Embrio Anti Narkoba untuk Perkuat Pencegahan di Kapuas Hulu
-
13 Des 2025
Pelantikan KNPI Bogor Versi Farizan Ricuh, Dua Kubu Saling Klaim Legalitas dan Aparat Siaga
-
11 Mei 2025
Kejari Gianyar Selesaikan Konflik Tanah di Desa Batuan Kaler melalui Bale Sabha Adhyaksa
-
07 Des 2024
TNI Manunggal Membangun Desa 2024: Sentuh 175 Wilayah, Bukti Sinergi Percepat Pembangunan
-
12 Mar 2025
Pangdam Iskandar Muda Pimpin Sertijab Pejabat Kodam IM: Regenerasi dan Penyegaran Organisasi
Rekomendasi lainnya
-
28 Jan 2025
Hlau Batre Solusi Aki Letoi Biar Nggak Kayak Lemah Sahwat Lagi!
-
17 Mar 2025
Membangun Ukhuwah untuk Meraih Berkah, HMI Komisariat FAI Sukses Gelar Sanlat
-
05 Okt 2025
Dedie Rachim Ajak Ribuan Pelari Promosikan Wisata Kota Bogor di Hari Pariwisata Dunia 2025
-
04 Apr 2026
Muscab PKB Bogor, Edwin Sumarga: Partai Politik Adalah Tempat Perjuangan Menuju Kemaslahatan Umat
-
10 Jul 2025
Tak Ada Tempat untuk Koruptor! Kejati Sumsel Geledah Rumah Tersangka Pasar Cinde
-
09 Jan 2026
Disdukcapil Kota Bogor Menjamin Keberlanjutan Layanan Kependudukan di Tengah Pemeliharaan Sistem Nasional




