Liputan08.com – Ketua Umum Mahasiswa Peduli Hukum, Ali Wardana, menyampaikan pandangannya terkait sejumlah kritik yang disampaikan oleh Anies Baswedan terhadap pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta Jumat (13/3/2026), Ali Wardana menilai bahwa kritik dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika politik. Namun demikian, menurutnya kritik tersebut seharusnya tetap disampaikan dengan memperhatikan etika, budaya ketimuran, serta penghormatan terhadap pihak yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
Ali Wardana menilai, sejumlah kritik yang disampaikan Anies Baswedan belakangan ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa sikap tersebut tidak hanya terkesan kurang menghormati kepala negara, tetapi juga berpotensi mengabaikan sejumlah jasa dan peran yang pernah diberikan Presiden Prabowo terhadap perjalanan karier Anies di tingkat nasional.
“Dalam kehidupan demokrasi, kritik tentu sah dan dilindungi. Namun kita juga harus objektif melihat fakta sejarah dan kontribusi yang pernah diberikan oleh seseorang. Dalam hal ini, Presiden Prabowo memiliki peran dan jasa yang tidak bisa diabaikan, termasuk terhadap perjalanan politik Anies Baswedan,” ujar Ali Wardana.
Ia menjelaskan, salah satu fakta yang sering disoroti dalam dinamika politik nasional adalah ketika Prabowo Subianto memberikan kepercayaan kepada Anies Baswedan untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 melalui dukungan koalisi partai politik yang dipimpin Prabowo saat itu.
Menurut Ali Wardana, dukungan politik tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Anies Baswedan memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah dan kemudian menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022.
“Publik tentu masih mengingat bahwa dalam kontestasi politik di Jakarta saat itu, Prabowo Subianto memberikan dukungan politik yang kuat kepada Anies Baswedan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan politik Anies hingga akhirnya dipercaya memimpin ibu kota,” jelasnya.
Selain itu, Ali Wardana juga menekankan bahwa dalam budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan penghormatan kepada pihak yang lebih tua, sikap saling menghargai antar tokoh bangsa menjadi hal yang penting untuk dijaga.
Ia menilai bahwa dalam menyampaikan kritik terhadap Presiden, seorang tokoh nasional semestinya tetap memperhatikan etika komunikasi politik agar tidak menimbulkan kesan kurang menghormati figur yang lebih senior maupun kepala negara.
“Dalam tradisi sosial masyarakat Indonesia, menghormati yang lebih tua dan menghargai jasa orang lain merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu, kritik sebaiknya disampaikan secara konstruktif dan tetap mengedepankan etika,” katanya.
Ali Wardana menambahkan bahwa tokoh-tokoh publik memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas ruang publik agar tetap sehat, edukatif, serta tidak memicu polarisasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun tetap harus disampaikan dengan semangat persatuan serta menghargai kontribusi tokoh lain terhadap bangsa.
“Perbedaan pandangan politik adalah hal biasa, tetapi kita juga harus menjaga etika, menghormati jasa seseorang, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik sesaat,” pungkas Ali Wardana.
Baca Juga
-
20 Des 2024
Kejaksaan Agung: Permohonan Praperadilan Heru Hanindyo Dinyatakan Gugur
-
22 Jan 2025
Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan
-
10 Apr 2025
Jonartak Dinata Resmi Dilantik Gantikan M. Suratman, Kader NasDem Minta DPRD Tanggamus Jauh dari KKN
-
24 Mar 2025
Wakil Bupati Bogor Sidak Samsat Cibinong, Antusiasme Warga Bayar Pajak Meningkat 105 Kali Lipat
-
27 Feb 2025
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Antarprovinsi, 14.000 Butir Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat
-
01 Agu 2025
Buka Ruang Dialog Lewat Jumling, Jaro Ade Serap Aspirasi Masyarakat
Rekomendasi lainnya
-
09 Des 2024
Khazanah Islam Keutamaan Takziah dan Amal Kebaikan dalam Mengurusi Jenazah
-
02 Des 2024
Kejaksaan Agung Terima Kunjungan Mahasiswa BINUS, Bahas Peran JAM DATUN dalam Hukum Korporasi
-
06 Jan 2025
Satgas Yonif 642/Kps Pos Kout Tahota Berbagi Sembako untuk Warga Distrik Tahota
-
06 Mei 2026
Pimpin Upacara HUT PERSAJA, Kajati Jabar Serukan Penguatan Solidaritas dan Profesionalisme Jaksa
-
12 Jan 2025
Satgas Pamtas RI-PNG Pos Naikere Berikan Pelayanan Kesehatan untuk Warga Pedalaman Papua Barat
-
16 Mei 2025
Dandenpom V/1 Madiun Ingatkan Prajurit Jaga Kehormatan dan Hindari Pelanggaran



