Breaking News

KH Achmad Yaudin Sogir dan Subagiyo Tegaskan Integritas Pers di HPN 2026 PWI Kabupaten Bogor

liputan08.com Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PWI di Gedung Graha Wartawan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, perwakilan Kapolres, jajaran anggota DPRD Kabupaten Bogor, insan pers, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim yang menerima santunan dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut. Momentum HPN juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi pers tertua di Indonesia itu.

Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah pembacaan doa oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir. Selain sebagai legislator, KH Sogir dikenal sebagai penasihat spiritual dan guru pengajian Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor yang selama ini aktif membina insan pers dalam penguatan nilai moral dan etika.

Dalam keterangannya, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa pers bukan sekadar instrumen informasi, tetapi pilar peradaban yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual.

“Pers yang sehat bukan hanya diukur dari kecepatan dan keberanian memberitakan, tetapi juga dari kedalaman verifikasi, kejernihan nurani, serta komitmen pada kebenaran. Sebagai insan pers, kita memikul amanah sejarah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan memperkeruh ruang publik,” ujar KH Sogir.

Ia menambahkan, dalam perspektif akademik dan konstitusional, pers memiliki fungsi kontrol sosial yang harus dijalankan secara proporsional dan beradab.

“Kebebasan pers adalah manifestasi dari demokrasi, namun kebebasan itu tidak boleh tercerabut dari etika, nilai keislaman, dan tanggung jawab kebangsaan. Pers yang berintegritas akan melahirkan masyarakat yang kritis, dan masyarakat yang kritis adalah fondasi ekonomi yang berdaulat serta bangsa yang kuat,” tegasnya.

Sebagai anggota DPRD, KH Sogir juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan insan pers dalam menjaga transparansi kebijakan publik.

“Kemitraan antara DPRD dan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati fungsi dan independensi. Kritik yang konstruktif adalah vitamin demokrasi, bukan ancaman,” tambahnya.

Sementara itu, Penasehat PWI Kabupaten Bogor yang juga Ketua PWI Kabupaten Bogor periode sebelumnya, Subagiyo, dalam sambutannya menyoroti pentingnya penguatan kode etik jurnalistik di tengah tantangan era digital dan derasnya arus disinformasi.

Menurut Subagiyo, eksistensi pers saat ini diuji oleh fenomena media sosial, hoaks, dan polarisasi opini yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini.

“Kode Etik Jurnalistik bukan sekadar dokumen normatif, tetapi kompas moral yang harus menjadi pedoman setiap wartawan. Tanpa etika, kebebasan pers bisa berubah menjadi kebebasan yang destruktif,” ujar Subagiyo.

Ia menekankan bahwa profesionalisme wartawan harus ditopang oleh kompetensi, integritas, dan independensi.

“Wartawan tidak boleh menjadi alat kepentingan, apalagi terjebak dalam pragmatisme sesaat. Pers harus berdiri di atas kepentingan publik, menjunjung tinggi prinsip cover both sides, serta menolak segala bentuk intervensi yang mencederai independensi,” tegasnya.

Subagiyo juga mengajak seluruh insan pers di Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual melalui pendidikan dan pelatihan jurnalistik, agar mampu menjawab tantangan zaman dengan karya-karya jurnalistik yang mencerahkan.

Peringatan HPN 2026 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi kolektif bagi insan pers Kabupaten Bogor untuk meneguhkan kembali jati diri sebagai penjaga demokrasi, pengawal kebijakan publik, serta mitra kritis pemerintah dalam membangun masyarakat yang adil, transparan, dan berkeadaban.

Dengan semangat “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” PWI Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan jurnalistik yang berkualitas demi kepentingan masyarakat luas.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya