Breaking News

Antam Perkuat Cadangan Emas, Tambang Pongkor Jadi Fokus Utama Eksplorasi 2025

liputan08.com JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), emiten pertambangan pelat merah anggota holding MIND ID, menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya mineral nasional melalui program eksplorasi intensif sepanjang tahun 2025. Hingga akhir Desember 2025, total pengeluaran eksplorasi perusahaan tercatat sebesar Rp245,76 miliar dan masih bersifat preliminary unaudited.

Berdasarkan laporan resmi perseroan, kegiatan eksplorasi Antam pada 2025 difokuskan pada tiga komoditas strategis, yakni emas, nikel, dan bauksit. Seluruh program dijalankan melalui pendekatan ilmiah dan terintegrasi yang melibatkan survei geodesi, pemetaan geologi, survei geofisika, serta pemanfaatan sistem informasi geografis guna memastikan akurasi data sumber daya dan cadangan.

Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa eksplorasi merupakan fondasi utama dalam menjaga kesinambungan operasional perusahaan, khususnya untuk memastikan kecukupan cadangan mineral jangka panjang.

“Kegiatan eksplorasi dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis Antam di masa mendatang,” ujar Wisnu, Jumat (9/1/2026).

Tambang Pongkor Jadi Fokus Penguatan Cadangan Emas

Untuk komoditas emas, Antam memusatkan kegiatan eksplorasi di Tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi ini dinilai memiliki peran strategis dalam portofolio emas perusahaan. Sepanjang 2025, eksplorasi di Pongkor meliputi pengeboran bawah tanah dan permukaan, pemetaan geologi terperinci, serta pengambilan dan analisis sampel batuan guna memperbarui estimasi sumber daya dan cadangan.

Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, sebelumnya menyampaikan bahwa peningkatan intensitas eksplorasi di Pongkor diarahkan untuk membuka peluang perpanjangan umur tambang setelah 2030, seiring dengan menurunnya cadangan pada blok produksi eksisting.

“Dari sisi organik, kami terus meningkatkan eksplorasi di Pongkor untuk memastikan keberlanjutan operasi setelah 2030. Ini menjadi prioritas strategis Antam dalam menjaga kontribusi emas terhadap kinerja perusahaan,” ungkap Dewa.

Selain penguatan cadangan domestik, Antam juga menyiapkan langkah ekspansi secara anorganik dengan menjajaki peluang partisipasi dalam lelang tambang internasional di sejumlah kawasan potensial, termasuk Timur Tengah dan Kazakhstan, sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset mineral global.

Eksplorasi Nikel dan Bauksit Diperluas di Indonesia Timur dan Kalimantan Barat

Di sektor nikel, kegiatan eksplorasi dilakukan di wilayah Konawe Utara dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara) serta Buli (Maluku Utara) melalui anak usaha PT Sumberdaya Arindo (PT SDA). Program eksplorasi mencakup pengeboran single tube, survei geofisika metode resistivity, pengukuran grid, pengambilan contoh, hingga analisis laboratorium untuk memperoleh data kualitas dan kuantitas sumber daya secara komprehensif.

Sementara itu, untuk komoditas bauksit, Antam memfokuskan aktivitas eksplorasi di Kalimantan Barat, tepatnya di wilayah Tayan, Landak, dan Mempawah-Toho. Kegiatan dilakukan melalui pembuatan sumur uji (test pit), pemetaan geologi, serta analisis kimia menyeluruh guna menilai potensi sumber daya dan kelayakan pengembangan tambang di kawasan tersebut.

Menjaga Keberlanjutan dan Ketahanan Mineral Nasional

Melalui investasi eksplorasi yang terukur dan berbasis pendekatan ilmiah, Antam menegaskan perannya dalam menjaga ketahanan sumber daya mineral nasional, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan global.

Langkah ini juga sejalan dengan mandat Antam sebagai bagian dari holding MIND ID dalam mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah mineral, serta kontribusi jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya