liputan08.com Cibinong — Sejumlah wartawan senior dan aktivis Kabupaten Bogor memberikan apresiasi dua jempol atas kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam sebuah diskusi publik yang digelar di kawasan Pakansari, Cibinong, Sabtu (27/12/2025). Apresiasi tersebut disampaikan setelah para peserta diskusi melakukan pembahasan mendalam terhadap capaian pemerintahan daerah dari berbagai sektor strategis.
Diskusi yang berlangsung terbuka dan kritis itu dihadiri oleh wartawan senior Danang Donoroso, Muchammad Yusup, Hero Akbar (Moses), aktivis antikorupsi Hermandan, serta Ketua Front Rakyat Revolusioner Anti Korupsi (FRRAK) Duel Syamson, SH. Para peserta sepakat bahwa kepemimpinan Rudy Susmanto menunjukkan arah yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Infrastruktur Dinilai Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat
Dalam pemaparannya, Danang Donoroso menilai bahwa pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Rudy Susmanto tidak lagi terjebak pada pendekatan seremonial atau sekadar mengejar target fisik semata, melainkan diarahkan pada fungsi strategis bagi masyarakat.
“Kami melihat perubahan pendekatan yang cukup signifikan. Infrastruktur tidak lagi diposisikan sebagai proyek semata, tetapi sebagai instrumen pelayanan publik dan penggerak ekonomi masyarakat. Perbaikan jalan penghubung, penataan kawasan Cibinong, hingga fasilitas publik menunjukkan keberpihakan yang jelas pada kebutuhan riil warga,” ujar Danang.
Menurutnya, untuk wilayah seluas dan sekompleks Kabupaten Bogor, keberanian menetapkan prioritas pembangunan merupakan indikator penting kualitas kepemimpinan daerah.
Pendidikan Dipandang sebagai Investasi Jangka Panjang Daerah
Apresiasi juga mengemuka terhadap perhatian Bupati Bogor pada sektor pendidikan. Muchammad Yusup menilai bahwa kebijakan yang menyentuh pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi sekolah negeri di wilayah pinggiran, merupakan langkah fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pendidikan bukan kebijakan instan. Ketika kepala daerah menaruh perhatian serius pada sarana, kualitas, dan akses pendidikan, itu menunjukkan visi jangka panjang. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menentukan kualitas generasi Kabupaten Bogor,” ungkap Yusup.
Ia menambahkan, keberpihakan terhadap sektor pendidikan menjadi penanda bahwa pembangunan tidak semata berorientasi fisik, tetapi juga pada pembentukan kapasitas manusia.
Tata Kelola Pemerintahan Dinilai Progresif, Perlu Ketegasan di Level Bawah
Sementara itu, Ketua FRRAK Duel Syamson, SH menilai bahwa secara konseptual, tata kelola pemerintahan yang dibangun Rudy Susmanto sudah mencerminkan semangat reformasi birokrasi, transparansi, dan pelayanan publik. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar justru berada pada level implementasi.
“Kami melihat visi dan arah kebijakan Bupati Bogor sudah progresif. Persoalannya ada pada sebagian pejabat di tingkat dinas hingga struktural bawah yang tidak mampu mengikuti ritme kerja cepat dan bersih. Jika ada yang lamban, tidak responsif, atau tidak berintegritas, evaluasi harus dilakukan secara tegas dan objektif,” tegas Duel Syamson.
Pandangan tersebut diperkuat oleh aktivis Hermandan yang menilai bahwa konsistensi kepemimpinan harus diiringi dengan keberanian melakukan pembenahan internal birokrasi agar kebijakan publik tidak terhambat di lapangan.
Dukungan Publik dan Kontrol Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan
Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa secara umum kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto layak mendapat apresiasi tinggi, bahkan dinilai pantas mendapat “dua jempol” dari kalangan wartawan senior dan aktivis. Stabilitas pemerintahan, pembangunan infrastruktur yang terarah, perhatian pada pendidikan, serta upaya membangun tata kelola yang lebih bersih menjadi catatan positif utama.
Namun demikian, para peserta diskusi menegaskan bahwa apresiasi harus tetap dibarengi dengan kontrol sosial dan kritik konstruktif sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.
“Apresiasi perlu disampaikan agar yang baik terus dijaga. Kritik juga harus tetap hidup agar kekuasaan tidak kehilangan arah. Itulah bentuk kecintaan kami terhadap Kabupaten Bogor,” pungkas Hero Akbar (Moses).
Diskusi ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa keberhasilan kepemimpinan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan pers untuk memastikan pembangunan Kabupaten Bogor berjalan berkelanjutan dan berkeadilan.
Reporter : Zakar
Tags: Aktivis Kabupaten Bogor, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Wartawan Senior
Baca Juga
-
13 Jan 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Penuh Kawasan Berikat Bersinar di Gunung Putri untuk Berantas Narkoba
-
09 Apr 2025
Satgas Yonif 641/Bru Gelar Pengobatan Gratis di Kobakma, Wujud Kepedulian TNI untuk Kesehatan Warga Pegunungan Papua
-
03 Mar 2025
Polisi Bongkar Peredaran 32 Kg Obat Petasan di Demak, Dua Pelaku Ditangkap
-
29 Nov 2024
Permufakatan Jahat Suap dan Gratifikasi Kejaksaan Agung Periksa Empat Saksi
-
26 Sep 2025
Pemkot Bogor Tegaskan Komitmen Dukung Program MBG, Jenal Mutaqin: Jangan Rusak Program Pusat Karena Teknis Lapangan
-
24 Sep 2025
Pemkab Bogor Perketat Pengawasan Program Makanan Bergizi di Sekolah, Pastikan Aman dan Sehat untuk Anak Didik
Rekomendasi lainnya
-
08 Okt 2025
PNS Way Kanan Jadi Tersangka Kasus Jaksa Gadungan, Diduga Tipu Pejabat Pemda OKI
-
24 Jun 2025
Kejaksaan Gandeng Operator Telekomunikasi, Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Data
-
23 Jan 2025
Pj. Bupati Bogor Apresiasi Desa Bebas Stunting di Bojonggede Jelang Hari Gizi Nasional
-
28 Nov 2024
PT Christ Jaya Abadi Gugat PT Alifa Jaya Anugrah atas Dugaan Wanprestasi dan Kerugian Pelanggan
-
19 Des 2024
Kejaksaan Agung dan Kemendes Teken Kerja Sama Kawal Dana Desa
-
17 Nov 2025
Kejati Kepri Hentikan Penuntutan Kasus Penipuan Gas Elpiji di Batam melalui Restorative Justice




