liputan08.com Cibinong, Kabupaten Bogor Masjid Megah Nurul Wathon yang berdiri di kawasan Pakansari, Cibinong, diharapkan tidak hanya menjadi ikon arsitektur keislaman, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kajian keilmuan Islam klasik (kitab kuning) serta motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat.
Harapan tersebut disampaikan oleh KH Achmad Yaudin Sogir, ulama kharismatik Kabupaten Bogor sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama, dalam keterangannya pada Kamis (25/12/2025).
Menurut KH Achmad Yaudin Sogir, kemegahan sebuah masjid tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masjid itu dimakmurkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas akhlak, spiritualitas, serta kesejahteraan sosial masyarakat.
“Masjid Nurul Wathon ini bukan sekadar kebanggaan karena bangunannya yang megah. Lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat pembinaan akhlak, kepribadian, dan peradaban umat Islam. Di mana pun masjid berdiri, kewajiban kita bersama adalah memakmurkannya,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan, Masjid Nurul Wathon sangat potensial dikembangkan sebagai sentra kajian kitab kuning yang rutin dan berkelanjutan. Ia mengusulkan agar kajian tersebut digelar minimal satu kali dalam sepekan, dengan menghadirkan para kiai khos dan kiai tradisional dari berbagai pelosok Kabupaten Bogor.
“Saya berharap masjid ini menjadi rumah bagi kajian kitab kuning seperti Fathul Mu’in, Fathul Qorib, Tafsir Jalalain, hingga Nasoihud Diniyah. Kitab-kitab ini mengajarkan secara lengkap tentang hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah), hubungan sesama manusia (hablum minannas), hingga etika bermasyarakat, berdagang, dan bernegara,” jelasnya.
Menurutnya, tradisi keilmuan Islam klasik tersebut harus dihidupkan kembali di ruang publik agar generasi muda memiliki fondasi keislaman yang ilmiah, berakhlak, dan bernafaskan tasawuf.
Selain fungsi ibadah dan pendidikan, KH Achmad Yaudin Sogir juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai penggerak ekonomi umat. Ia mendorong agar aktivitas masjid mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan kaum dhuafa.
“Masjid harus mampu menggerakkan ekonomi. Jika masih ada kaum dhuafa di sekitar Pakansari, maka masjid inilah yang menjadi titik kebangkitan mereka. UMKM bisa tumbuh, ekonomi warga bergerak, dan keberkahan hadir bagi semua,” ungkapnya.
Ia menilai, konsep masjid yang menyatu dengan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat merupakan warisan peradaban Islam yang perlu dihidupkan kembali di era modern.
Dalam pandangannya, fungsi masjid sebagai pusat ibadah, ilmu, dan pemberdayaan umat sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)
Menurut KH Achmad Yaudin Sogir, hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa kemuliaan masjid terletak pada manfaat dan keberkahan yang dirasakan umat, bukan semata kemegahan bangunannya.
Sebagai penutup, KH Achmad Yaudin Sogir berharap seluruh elemen umat Islam, termasuk para wakil rakyat dan tokoh masyarakat, dapat bersinergi memakmurkan Masjid Nurul Wathon dengan semangat ukhuwah Islamiyah, keilmuan, dan pengabdian sosial.
“Jika masjid hidup dengan ilmu, dzikir, dan kepedulian sosial, maka di situlah lahir peradaban. Masjid Nurul Wathon harus menjadi cahaya bagi Pakansari dan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
21 Nov 2025
DLH Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi Pengendalian Pencemaran Air bagi Restoran dan Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis
-
30 Apr 2025
Polda Riau Bongkar Jaringan Narkoba Internasional yang Dikendalikan dari Malaysia
-
15 Jun 2025
Dugaan Pemalsuan KLB PWI Diselidiki, Kepemimpinan Hendry Ch Bangun Semakin Kokoh
-
01 Sep 2025
Status Hukum Tak Jelas, Lulusan SPPI Batch 3 Terdampak: Belum Diangkat ASN, DPR Dinilai Abai terhadap Nasib 30 Ribu Orang
-
22 Okt 2024
Bayu Syahjohan: Wartawan adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Komitmen Sejahterakan Pers Jika Terpilih
-
23 Jan 2026
DPC Perpadi Kota Bogor Dilantik, DPRD Dorong Kolaborasi dengan BUMD
Rekomendasi lainnya
-
05 Mei 2025
Kabupaten Bogor Punya Kuota Haji Terbesar se-Indonesia, Bupati Rudy Tambah TPHD Jadi 20 Orang Demi Layanan Maksimal
-
04 Nov 2024
Anak-Anak Keikey Sambut Hangat Kegiatan Komsos Satgas Yonif 6 Marinir di Yahukimo
-
23 Jun 2025
Bupati Bogor Dampingi Menteri Imipas Buka Perkemahan Satya Dharma Bhakti di Lapas Pondok Rajeg
-
05 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi dalam Kasus Korupsi Jiwasraya
-
26 Jun 2025
Jaga Proyek Strategis Nasional, JAM Intel Gelar Pelatihan Tingkatkan Kapasitas SDM
-
17 Okt 2024
JAM-Pidum Setujui Enam Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, Termasuk Perkara Penadahan di Aceh




