liputan08.com — Setiap tanggal 17 November, dunia memperingati dua momentum penting yang memiliki dimensi historis, sosial, dan kesehatan publik. Kedua peringatan ini tidak hanya sarat nilai simbolik, tetapi juga menegaskan kembali komitmen global terhadap perlindungan hak-hak mahasiswa serta peningkatan layanan kesehatan bagi bayi prematur.
1. Hari Pelajar Internasional: Memori Tragedi Praha dan Solidaritas Mahasiswa Dunia
Hari Pelajar Internasional merupakan peringatan yang lahir dari tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 17 November 1939 di Praha, Cekoslowakia. Pada masa itu, rezim Nazi melakukan penyerbuan dan penindakan brutal terhadap mahasiswa Universitas Charles yang menggelar aksi protes anti-Nazi.
Aksi represif tersebut mengakibatkan:
lebih dari 1.200 mahasiswa ditangkap,
seluruh universitas di wilayah Cekoslowakia ditutup,
sejumlah pemimpin mahasiswa dieksekusi tanpa proses hukum.
Peristiwa kelam itu menggugah komunitas akademik dunia. Pada tahun 1941, International Students’ Council secara resmi menetapkan tanggal 17 November sebagai Hari Pelajar Internasional sebagai bentuk solidaritas global terhadap korban serta sebagai simbol perjuangan mahasiswa dalam mempertahankan kebebasan akademik, demokrasi, dan hak sipil.
Hingga kini, Republik Ceko dan Slovakia memperingati hari tersebut sebagai Hari Perjuangan untuk Kebebasan dan Demokrasi, mempertegas bahwa gerakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perubahan sosial dan dinamika demokrasi.
2. Hari Prematuritas Sedunia: Kepedulian Global terhadap Bayi Lahir Dini
Pada saat yang sama, tanggal 17 November juga diperingati sebagai Hari Prematuritas Sedunia (World Prematurity Day), sebuah kampanye internasional yang menyoroti isu kesehatan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.
Peringatan ini pertama kali digagas pada 2008 oleh European Foundation for the Care of Newborn Infants (EFCNI) bersama komunitas orang tua di berbagai negara Eropa, dengan tujuan untuk:
meningkatkan kesadaran publik mengenai risiko kesehatan bayi prematur,
mendorong peningkatan kualitas layanan neonatal,
memperkuat dukungan terhadap keluarga yang menghadapi kondisi kelahiran prematur.
Simbol yang digunakan dalam kampanye ini adalah:
Warna ungu, melambangkan sensitivitas, empati, dan harapan,
Ikon kaus kaki bayi, berupa satu pasang kaus kaki ungu kecil di antara sembilan kaus kaki normal, menggambarkan fakta bahwa 1 dari 10 bayi di dunia lahir prematur.
Pada tahun 2025, World Health Assembly (WHA) memasukkan Hari Prematuritas Sedunia ke dalam kalender resmi peringatan WHO, memperkuat posisinya sebagai agenda global terkait kesehatan ibu dan anak.
Makna 17 November bagi Indonesia
Bagi Indonesia, tanggal 17 November menjadi pengingat penting bahwa isu pendidikan dan kesehatan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Tragedi mahasiswa di Praha mengajarkan tentang pentingnya perlindungan kebebasan akademik serta ruang kritis bagi generasi muda.
Sementara itu, perjuangan keluarga bayi prematur menegaskan kebutuhan penguatan layanan kesehatan neonatal, pemerataan fasilitas kesehatan, dan dukungan kebijakan yang lebih responsif terhadap kesehatan ibu dan anak.
liputan08.com berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang edukatif, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan literasi publik.
Tags: Hari Pelajar Internasional, Hari Prematuritas Sedunia
Baca Juga
-
19 Feb 2025
Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Polsek Cileungsi atas Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Gas Bersubsidi
-
20 Jan 2025
Pemkab Bogor Siap Dukung Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
-
22 Jun 2025
Bupati dan Walikota Bogor Touring Bareng Rider, Meriahkan Rolling Thunder Autovibes Kabogorfest 2025
-
21 Agu 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Gerakan Pramuka Jadi Pilar Kekuatan Bangsa dan Terima Lencana Darma Bakti
-
15 Jan 2025
Pj Bupati Bogor Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2025 di Sumedang, Dorong Desa Mandiri dan Inovatif
-
08 Mei 2025
Ujang Tanjung Terpilih sebagai Ketua SKD, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Eko Prayitno
Rekomendasi lainnya
-
26 Des 2025
Bupati Bogor: Masjid Makmur Terwujud Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Ulama
-
17 Sep 2025
Tiga Lurah Wakili Kota Bogor dalam Anugerah Gapura Sri Baduga 2025: Upaya Strategis Meningkatkan Kinerja Kelurahan
-
17 Mar 2025
Rudy Susmanto Dukung Pordasi, Targetkan Pakansari Jadi Pusat Event Equestrian Nasional
-
08 Agu 2025
Satgas Yonif 131/Brajasakti Gelar Lomba Meriahkan HUT RI ke-80 di Perbatasan Keerom
-
16 Jan 2025
Tingkatkan Keharmonisan, Satgas Yonif 641/Bru Pos Napua Jalin Komunikasi Sosial dengan Warga Napua
-
21 Mei 2025
Gebyar Gotong Royong, Bupati Rudy Susmanto Hadirkan Pelayanan Publik dan Semangat Kebersamaan di Citeureup




