Liputan08.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah serius untuk menangani masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RRLS) di wilayahnya. Upaya ini dilakukan melalui pencanangan program strategis oleh Dinas Pendidikan, yang akan menyasar lebih dari 5.900 lembaga pendidikan di seluruh penjuru Kabupaten Bogor.
Program strategis tersebut mencakup 3.030 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 1.899 Sekolah Dasar (SD), 767 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 211 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di 40 kecamatan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan akses pendidikan secara merata. Ia memastikan seluruh wilayah, mulai dari utara, selatan, timur, hingga barat Kabupaten Bogor akan menjadi prioritas pembangunan pendidikan.
“Kami ingin peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tapi juga menjangkau daerah-daerah pinggiran. Ini adalah komitmen kami dalam membangun SDM Kabupaten Bogor secara adil dan merata,” tegas Rudy.
Strategi: Daya Tampung Ditingkatkan, Kolaborasi dengan Swasta dan Ponpes
Sejumlah strategi disiapkan dalam program ini, seperti:
Penambahan daya tampung di satuan pendidikan.
Pengembangan sekolah satu atap dan SMP terbuka.
Peningkatan peran PKBM sebagai pendidikan kesetaraan.
Kerja sama dengan sekolah swasta di wilayah-wilayah tertentu.
Untuk Tahun Pelajaran 2024/2025, daya tampung siswa SD Negeri mencapai 79.698 anak, sedangkan di tingkat SMP Negeri sebanyak 872 rombongan belajar. Sementara itu, pada Tahun Pelajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan menetapkan maksimal 4 rombongan belajar per SD Negeri (total daya tampung 107.424 siswa) dan maksimal 11 rombongan belajar per SMP Negeri, dengan kapasitas 40 siswa per kelas. Total daya tampung SMP Negeri mencapai 32.440 siswa.
Guna mendorong peningkatan angka RRLS, Pemkab Bogor juga membuka peluang kerja sama dengan pondok pesantren salafi. Tujuannya, agar para santri bisa mengakses layanan pendidikan formal tanpa meninggalkan pendidikan keagamaan mereka. Langkah ini diperkuat dengan penambahan unit sekolah baru, serta penyediaan layanan SMP terbuka dan sekolah satu atap, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Memasuki Tahun Pelajaran 2025/2026, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bogor akan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pendekatan ramah anak. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025.
Terkait jam masuk sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menetapkan pukul 07.00 WIB sebagai waktu yang ideal. Hal ini mempertimbangkan letak geografis dan mobilitas masyarakat Bogor yang tinggi, terutama di daerah penyangga seperti kawasan industri dan jalur utama menuju Jakarta, Depok, Bekasi, dan Kota Bogor.
Tags: Pemkab Bogor Genjot Akses dan Kualitas Pendidikan, Targetkan Pengurangan Anak Tidak Sekolah dan Naikkan Rata-Rata Lama Sekolah
Baca Juga
-
16 Agu 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Gelar Istighosah Kemerdekaan Bersama Forkopimda dan Ulama, Peringati HUT ke-80 RI Sekaligus Syukuran Hari Lahir
-
15 Feb 2025
BSSN Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Siber di Tengah Efisiensi Anggaran
-
21 Nov 2025
Talk Show AP3MI: Optimalisasi Rantai Pasok dari Prinsipal, Distributor hingga Ritel
-
08 Apr 2025
Presiden Prabowo Apresiasi Keberhasilan Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 Penurunan Kecelakaan Capai 30 Persen
-
13 Mei 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Pengembangan Pakansari Jadi Pusat Olahraga Nasional
-
31 Okt 2024
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 642/Kps Lakukan Anjangsana dan Pelayanan Kesehatan untuk Warga Kampung Ururu, Papua Barat
Rekomendasi lainnya
-
13 Mar 2025
Polres Purworejo Tangkap Pengedar Sabu, Amankan Sejumlah Barang Bukti
-
24 Okt 2025
Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan Bogor Barat, Buka Akses Baru ke Dramaga
-
20 Agu 2025
TNI Hadir untuk Rakyat: Dandim 1307/Poso Pimpin Langsung Penanganan Pasca Gempa di Poso Pesisir
-
13 Jan 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Penuh Kawasan Berikat Bersinar di Gunung Putri untuk Berantas Narkoba
-
21 Jan 2025
Pemkab Bogor dan BPTJ Percepat Integrasi Transportasi Massal untuk Warga
-
08 Mar 2026
Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara: Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM




