Liputan08.com Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan pengoplosan gas elpiji yang beroperasi di Bekasi, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Ironisnya, sindikat ini melibatkan lima dokter serta beberapa orang lainnya yang memiliki peran berbeda dalam kejahatan tersebut.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap delapan tersangka dalam kasus ini. Kelima dokter yang terlibat berinisial S, W, MR, MS, dan P. Dari mereka, MR dan W berperan sebagai pemilik usaha ilegal, sementara S bertindak sebagai penyedia bahan baku gas.
Selain itu, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu seorang asisten dokter berinisial MR, M sebagai pengawas, serta T yang bertugas menjual gas hasil oplosan. Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan cara memindahkan isi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg ke tabung non-subsidi berukuran 12 kg dan 50 kg. Untuk melancarkan aksinya, mereka menggunakan pipa regulator yang telah dimodifikasi serta memanfaatkan es batu guna mempercepat proses pemindahan gas.
“Untuk mengisi satu tabung gas ukuran 12 kg, dibutuhkan empat tabung gas elpiji 3 kg dengan modal sekitar Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu. Sedangkan untuk tabung 50 kg, dibutuhkan 17 tabung gas elpiji 3 kg dengan modal Rp 306 ribu hingga Rp 340 ribu,” jelas AKBP Indrawienny dalam konferensi pers, Kamis (13/2/2025).
Gas elpiji hasil oplosan tersebut kemudian dijual kembali di wilayah Jakarta dan Bekasi dengan harga lebih tinggi. Dari setiap tabung gas 12 kg, para pelaku meraup keuntungan Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu, sedangkan untuk tabung 50 kg, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 560 ribu hingga Rp 694 ribu per tabung.
Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan berbagai pasal, di antaranya:
Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atas perubahan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 31 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius akan maraknya praktik ilegal yang tidak hanya merugikan negara tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Pihak kepolisian pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap peredaran gas elpiji oplosan di pasaran.
Tags: Libatkan Lima Dokter, Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengoplosan Gas Elpiji
Baca Juga
-
02 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Saksi Kasus Suap dan Gratifikasi Perkara Ronald Tannur
-
02 Nov 2026
Rudy Susmanto Dorong Digitalisasi Arsip dan Bangun Pusat Sejarah Kabupaten Bogor
-
05 Apr 2026
Sastra Winara: CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Sehat dan Produktif bagi Warga Bogor
-
20 Agu 2025
Kejati Sumut Tangkap dan Serahkan Tersangka Korupsi Penyaluran Kredit PT Bank Sumut ke Jaksa Penuntut Umum
-
01 Sep 2025
Ormas se-Kabupaten Bogor Sepakat Tolak Anarkisme dan Jaga Kondusifitas Daerah
-
31 Jan 2025
Heboh! Ular Jenis Kopi Ditemukan di Kantor Labkesda Cimanggis Depok
Rekomendasi lainnya
-
11 Jan 2025
Sat Binmas Polresta Banyumas Kenalkan Profil dan Tugas Polri Melalui PSA
-
03 Nov 2025
Wali Kota Bogor Tinjau Finalisasi Revitalisasi Lapangan Mini Soccer Taman Manunggal
-
17 Mei 2026
Sastra Winara Apresiasi Langkah Presiden Prabowo dan Rudy Susmanto Luncurkan Koperasi Merah Putih di Bogor
-
09 Sep 2025
PB, Eks Dirjen Perkeretaapian Dipindahkan ke Rutan Palembang Terkait Dugaan Korupsi LRT Sumsel
-
06 Feb 2025
Polres Langsa Gagalkan Peredaran 1,4 Kg Sabu Selamatkan 11 Ribu Jiwa!
-
09 Sep 2026
Tim Nakes Siaga di Posko Cimangir Tangani Dampak Kebakaran Galuga


