Breaking News

Bupati Rudy Susmanto Bangkitkan Kejayaan Ekspor Ikan Hias Bogor, Perkuat Budidaya hingga Karantina

Liputan08.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong kebangkitan sektor perikanan, khususnya komoditas ikan hias yang memiliki peluang besar menembus pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memperkuat ekosistem perikanan melalui revitalisasi balai benih ikan, pengembangan budidaya koi, hingga peningkatan infrastruktur kawasan sentra perikanan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah potensial penghasil dan pengekspor ikan hias di kawasan Asia.

Hal itu disampaikan Rudy Susmanto saat mengunjungi Instalasi Karantina Ikan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2026).

Rudy mengungkapkan, sebelum pandemi COVID-19, Kabupaten Bogor memiliki kontribusi besar dalam perdagangan ikan hias untuk pasar internasional. Sejumlah wilayah, seperti Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Parung, dan Ciseeng, dikenal sebagai kawasan pengembangan ikan hias yang produknya telah menjangkau sejumlah negara, termasuk Korea dan Tiongkok.

Namun, pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha perikanan, terutama pembudidaya skala kecil. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk kembali mengoptimalkan potensi perikanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

“Salah satu upaya yang sedang kita lakukan adalah merevitalisasi sejumlah balai benih ikan milik Pemerintah Kabupaten Bogor, di antaranya di Cijeruk, Rancabungur, Ciampea, dan beberapa lokasi lainnya. Taman Teknologi Pertanian yang berada di Cigombong juga sedang kita revitalisasi,” ungkap Rudy.

Selain revitalisasi fasilitas produksi, Pemkab Bogor juga mengembangkan budidaya ikan koi di kawasan Cijeruk dengan mendatangkan indukan koi dari Jepang. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghasilkan benih berkualitas yang nantinya disertifikasi dan didistribusikan kepada para pembudidaya, khususnya di kawasan Minapolitan Ciseeng dan Parung.

Menurut Rudy, peningkatan kualitas benih harus berjalan beriringan dengan pembenahan sarana dan prasarana. Karena itu, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi sejumlah kolam milik pembudidaya di wilayah Ciseeng serta memasang fasilitas penerangan di kawasan perikanan.

“Selain pengembangan produksi benih, Pemkab Bogor juga memperkuat sarana dan prasarana kawasan perikanan. Di wilayah Ciseeng, revitalisasi sejumlah kolam milik pembudidaya tengah dilakukan, disertai pemasangan fasilitas penerangan untuk kawasan kolam,” kata Rudy.

Peningkatan penerangan dan akses jalan usaha tani diharapkan dapat mempermudah aktivitas pembudidaya, mulai dari pemeliharaan ikan, pengawasan kolam pada malam hari, hingga pendistribusian hasil produksi.

Di sisi lain, Kabupaten Bogor kini telah memiliki Instalasi Karantina Ikan milik pemerintah daerah yang tersertifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Fasilitas ini menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung aktivitas perdagangan ikan lintas daerah maupun internasional.

Dengan adanya instalasi tersebut, para pelaku usaha perikanan dapat melakukan proses karantina ikan untuk kebutuhan ekspor dan impor di wilayah Kabupaten Bogor tanpa harus mengakses fasilitas serupa di luar daerah.

Melalui penguatan produksi benih, peningkatan kualitas budidaya, pembenahan infrastruktur, serta dukungan fasilitas karantina, Bupati Rudy Susmanto berharap sektor perikanan Kabupaten Bogor kembali berkembang dan memiliki daya saing di pasar global.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang usaha, memperluas pasar bagi pembudidaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya