liputan08.com CARIU – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Antikorupsi yang digelar Pemkab Bogor melalui Inspektorat di Kecamatan Cariu, Selasa (22/9).
Menurut KH Achmad, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan. Setiap aparatur pemerintahan harus memiliki komitmen untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Dalam persoalan korupsi, ada prinsip ibda’ binafsih, awali dari diri kita sendiri. Kita semua sedang belajar dan harus terus saling mengingatkan,” ujar KH Achmad.
Ia mengingatkan, praktik korupsi dapat bermula dari hal kecil yang dianggap sepele. Karena itu, aparatur kecamatan maupun desa harus berhati-hati dalam mengelola administrasi, keuangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Korupsi yang besar bisa saja berawal dari hal yang kecil. Kadang ada pemikiran, ‘Ah, tidak akan terlihat,’ atau ‘Ah, tidak akan ketahuan.’ Pola pikir seperti itulah yang harus kita hindari,” katanya.
KH Achmad menegaskan bahwa jabatan pemerintahan merupakan amanah karena berkaitan dengan pengelolaan uang rakyat dan pelayanan publik.
“Bapak-Ibu sebagai penyelenggara pemerintahan, pada hakikatnya sedang mengadministrasikan uang rakyat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu merupakan ibadah apabila dilakukan dengan benar dan memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Abdullah Muhammad Ihsan, mengingatkan peserta agar menjaga sikap dan perilaku agar tidak terjerumus dalam persoalan hukum. Ia menilai keuntungan materi dari tindakan melanggar hukum tidak sebanding dengan konsekuensi yang harus ditanggung.
“Termasuk ketika Bapak-Ibu mendapatkan uang receh, itu tidak sebanding dengan risikonya. Sebesar apa pun, tidak sebanding dengan konsekuensi yang nanti Bapak-Ibu terima,” katanya.
Camat Cariu, Pardi, menambahkan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan kesadaran dan komitmen dari masing-masing individu. Menurutnya, aturan dan pengawasan akan lebih efektif apabila didukung kemauan untuk menghindari penyimpangan.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat struktural dan fungsional kecamatan, pegawai kecamatan, kepala desa, sekretaris desa, serta masyarakat. Hadir pula Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Bogor, penyuluh antikorupsi, serta jajaran Inspektorat Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai edukasi, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari melalui kepatuhan terhadap aturan, keterbukaan, dan penguatan integritas aparatur.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
05 Jul 2026
Bogor Koi Show 2026 Sukses Digelar, Kabupaten Bogor Perkuat Posisi sebagai Sentra Koi Nasional
-
08 Jul 2025
Polresta Sidoarjo Bekuk Komplotan Spesialis Curanmor, Dua Residivis Kembali Beraksi
-
04 Des 2025
LASQI Nusantara Gelar Festival Nasional di Kabupaten Bogor 4–7 Desember 2025
-
13 Apr 2025
KH Achmad Yaudin Santri Harus Gagah dan Mandiri, Jangan Bergantung Apalagi Mengemis
-
16 Okt 2024
Sertijab di Kodam XVIII/Kasuari, Pangdam Mayjen TNI Haryanto: Ini Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Dinamika Pembinaan Personel
-
19 Jun 2026
Pemkab Bogor Ajak Perangkat Daerah Selamatkan Arsip Bernilai Sejarah
Rekomendasi lainnya
-
22 Feb 2025
Polsek Kalideres Tangkap Pengedar Sabu 643 Gram, Driver Online Shop Jadi Tersangka
-
14 Feb 2025
Tim Tabur Kejati Sumsel Berhasil Tangkap Buronan Kasus Pencurian di Morowali
-
01 Okt 2024
Indikator Ungkap Masyarakat Pilih Khofifah-Emil karena Terbukti Kerja Nyata
-
27 Feb 2025
Jembatan Ambruk di Citeureup Akibat Hujan Deras, Bupati Bogor Perintahkan Penanganan Cepat
-
11 Sep 2026
15 Ton Air Disiramkan dari Udara, TNI AU Bantu Jinakkan Api di TPA Galuga
-
18 Jul 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Bersama Wamenag Hadiri Nikah Massal, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga





