Liputan08.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tiga tersangka. Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan ketiga tersangka yang di tahan masing-masing berinisial DR, WER, dan EL.
“Para tersangka kemudian kami lakukan penahanan untuk 20 hari pertama, yakni terhitung 4–23 Agustus 2026,” kata Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/8).
DR yang menjabat sebagai Direktur Enterprise and Business Service pada perusahaan telekomunikasi milik negara periode 2017–2019 di tahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.
Sementara itu, WER yang merupakan Senior General Manager Strategic Sourcing Operation (SGM SSO) Procurement pada perusahaan telekomunikasi milik negara periode 2012–2020. Bersama EL, mantan pegawai perusahaan tersebut sekaligus pemilik PT PCS, di tahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Dalam perkara ini, ketiganya di sangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU mulai di sidik KPK sejak September 2024. Sejak 20 Januari 2025, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap konstruksi perkara tersebut.
Pada 28 Agustus 2025, KPK mengungkapkan penyidikan telah memasuki tahap akhir. Dan melakukan penghitungan kerugian keuangan negara bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selanjutnya, pada 6 Oktober 2025, KPK menyampaikan bahwa salah satu tersangka dalam perkara ini merupakan Elvizar. Yang juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu bank milik negara periode 2020–2024.
Saat proyek digitalisasi SPBU berlangsung, Elvizar di ketahui menjabat sebagai Direktur PT Pasifik Cipta Solusi (PCS). Dan kemudian menjadi Direktur Utama perusahaan tersebut dalam proyek pengadaan mesin EDC.
Tags: Achmad Taufik Husein, Digitalisasi SPBU, KPK RI, PT Pertamina (Persero)
Baca Juga
-
21 Nov 2025
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Tenaga Kesehatan di HKN ke-61
-
07 Sep 2026
Rudy Susmanto Dukung Pembinaan Atlet Disabilitas, NPCI Bogor Siapkan 210 Atlet Hadapi Peparda VII
-
17 Mar 2025
Masjid Syarikatul Anwar Gelar Malam Nuzulul Quran, Ustad Zakaria Al Anshori Sampaikan Pesan Keutamaan Ramadan
-
10 Nov 2025
Dr. Dian Assafri Nasa’i: Gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto, Momentum Meluruskan Sejarah dan Menghargai Jasa Orde Baru
-
01 Okt 2025
Dari Kampus ke PBB: Alumni PPKn Universitas Riau Suarakan HAM di Panggung Dunia
-
20 Sep 2026
Selain Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Disarankan Mundur sebagai Menteri
Rekomendasi lainnya
-
19 Des 2025
Hari Bela Negara 2025: Presiden Tekankan Bela Negara Hadapi Ancaman Nonkonvensional
-
08 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Empat Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur
-
29 Mei 2025
Dedy Firdaus Ajak Jaga Marwah Organisasi PWI Kabupaten Bogor Dukung Penuh Rekonsiliasi Nasional
-
12 Mei 2026
Rudy Susmanto Dorong Sayaga Wisata Jadi Lokomotif Ekonomi Bogor, Tiga Kandidat Direksi Masuk Final
-
02 Sep 2026
Bupati Rudy Buka Akses 20 Km di Malasari, Dorong Pusat Ekonomi Baru Bogor Barat
-
01 Des 2024
Mendagri Dorong Pemda Lain Tiru Relokasi Warga Kolong Tol ke Rusun


