Breaking News

Tausiah KH Achmad Yaudin Sogir di DPRD Kabupaten Bogor: Jangan Kufur Nikmat, Semua Milik Allah

Liputan08.com – Pada hari ke-8 bulan suci Ramadhan, Kamis (26/2/2026), di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I, menyampaikan tausiah secara daring (online) yang dihadiri sejumlah wartawan serta masyarakat.

Dalam tausiahnya, KH Achmad Yaudin Sogir mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Ia menegaskan bahwa manusia kerap lalai dan lebih mudah mengeluh dibanding mensyukuri karunia yang telah diberikan.

Mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“La-in syakartum la-azīdannakum wa la-in kafartum inna ‘adzābī la-syadīd.”
(QS. Ibrahim: 7)
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Menurut beliau, ayat ini menjadi dasar kuat dalam kitab-kitab tafsir klasik (kutub al-turats), bahwa syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah, tetapi pengakuan hati, lisan yang memuji, serta amal perbuatan yang mencerminkan ketaatan.

Beliau juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
“‘Ajaban li amril mu’min, inna amrahu kullahu lahu khair…”
(HR. Muslim)
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya.”

KH Achmad Yaudin Sogir menjelaskan bahwa orang beriman ketika mendapat nikmat ia bersyukur, dan ketika diuji ia bersabar. Keduanya bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Dalam penjelasannya yang merujuk pada pendapat para ulama, beliau menyinggung perkataan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin bahwa syukur memiliki tiga tingkatan:
1. Syukur dengan hati (meyakini semua nikmat dari Allah).
2. Syukur dengan lisan (memuji dan menyebut nikmat Allah).
3. Syukur dengan anggota badan (menggunakan nikmat untuk kebaikan).

Beliau menekankan bahwa penyakit manusia modern adalah selalu merasa kurang, lupa menghitung nikmat, dan jarang mengingat bahwa kesehatan, keluarga, rezeki, jabatan, bahkan kesempatan beribadah di bulan Ramadhan adalah karunia besar dari Allah SWT.

“Jangan sampai kita menjadi hamba yang kufur nikmat. Selalu merasa kurang, selalu mengeluh, padahal nikmat Allah tidak pernah terputus,” ujar beliau dalam tausiah tersebut.

KH Achmad Yaudin Sogir juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa, memohon kesuksesan, karier yang baik, kesehatan, serta keberkahan hidup. Namun ia menegaskan bahwa semua permohonan itu harus disertai keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Memberi.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Fatir ayat 15:

“Yā ayyuhannāsu antumul-fuqarā’u ilallāh, wallāhu huwal-ghaniyyul-hamīd.”
“Wahai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Beliau menutup tausiah dengan mengingatkan bahwa jabatan, kekuasaan, dan harta hanyalah titipan. Semua kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, bulan Ramadhan harus menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat rasa syukur, serta meningkatkan kualitas ibadah.

“Semua milik Allah. Kita ini hanya hamba. Maka jadilah hamba yang pandai bersyukur,” pungkas KH Achmad Yaudin Sogir.

Tausiah tersebut berlangsung khidmat dan mendapat respons positif dari para wartawan serta masyarakat yang mengikuti secara daring, menjadi pengingat spiritual di tengah aktivitas pemerintahan dan kehidupan sosial.

Baca Juga

Rekomendasi lainnya