Breaking News

Jelang Ramadan, Pemkab Bogor Gencarkan Gerakan Pangan Murah, 5,5 Ton Beras Diserbu Warga

liputan08.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2). Program ini digelar sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sutriana, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan langsung Bupati Bogor sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

“Hari ini kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus menekan laju inflasi,” ujarnya.

Pada tahun 2026, GPM Istimewa ditargetkan digelar sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga Februari ini, kegiatan telah terlaksana sebanyak tujuh kali. Selain itu, setiap kecamatan ditargetkan menyelenggarakan GPM sebanyak 11 kali dalam setahun.

Jika diakumulasikan, total pelaksanaan GPM di seluruh wilayah Kabupaten Bogor diproyeksikan mencapai 490 hingga 500 kegiatan hingga akhir tahun 2026.

Menurut Sutriana, GPM Istimewa difokuskan menjelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan signifikan.

Adapun komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, aneka sayuran, serta kebutuhan pokok lainnya. Harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar karena adanya subsidi distribusi dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan potongan sekitar Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

Pada pelaksanaan kali ini, lebih dari 750 warga hadir memanfaatkan program tersebut. Stok yang disediakan antara lain:
Beras 5,5 ton
Daging ayam 100 kilogram
Daging sapi 100 kilogram
Minyak goreng 1.000 liter
Telur 700 kilogram
Gula 1.000 kilogram
Cabai 80 kilogram

Bawang 80 kilogram

Dalam sistem penjualan, GPM tidak menggunakan paket sembako. Warga bebas membeli sesuai kebutuhan, dengan pembatasan jumlah tertentu guna menjaga pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu.

Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar maupun supermarket.

“Terima kasih Pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, terutama ibu-ibu rumah tangga,” ucapnya.

Melihat tingginya antusiasme warga yang rela mengantre sejak pagi hingga stok cepat habis, Eka berharap pelaksanaan GPM dapat diperluas ke lebih banyak wilayah dan digelar secara rutin setiap bulan.

Rencananya, hingga menjelang Idul Fitri mendatang, GPM Istimewa akan kembali dilaksanakan sebanyak lima hingga tujuh kali, menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya