Liputan08.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin rapat koordinasi guna menyatukan langkah dan mempercepat proses penataan serta penetapan operasional Pasar Petani Garuda agar dapat segera berfungsi secara optimal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari para petani buah dan tanaman hias karena dinilai berpihak pada kepentingan petani kecil.
Rapat percepatan penataan dan operasional Pasar Petani Garuda tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Sabtu (17/1), dengan melibatkan Forum Paguyuban Tanaman Buah dan Hias serta jajaran perangkat daerah terkait. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan mekanisme pengelolaan, serta memastikan pasar tersebut berjalan sesuai kebutuhan petani dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan penataan Pasar Petani Garuda sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pertanian daerah dan menggerakkan ekonomi lokal. Pasar ini diharapkan menjadi ruang pemasaran yang tertata, inklusif, dan berkelanjutan bagi produk pertanian unggulan Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa Pasar Petani Garuda disiapkan sebagai ruang strategis pemasaran hasil pertanian lokal, khususnya komoditas buah dan tanaman hias yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
“Kami duduk bersama untuk bermusyawarah dan menyatukan langkah agar proses penataan serta penetapan operasional Pasar Petani Garuda dapat dipercepat, sehingga segera berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Rudy.
Menurutnya, keberadaan Pasar Petani Garuda tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan petani, yang memungkinkan mereka memperoleh akses pasar yang lebih luas, adil, dan berkelanjutan.
“Pasar Petani Garuda hadir bukan sekadar menjadi harapan baru, tetapi juga memberikan kesempatan nyata bagi para petani buah dan tanaman hias untuk tumbuh, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Apresiasi terhadap kebijakan tersebut disampaikan oleh Ruslan, petani benih tanaman buah. Ia menilai keberadaan Pasar Petani Garuda sangat membantu para petani, terutama dalam mengurangi beban biaya operasional yang selama ini menjadi kendala utama.
“Alhamdulillah, Pasar Petani Garuda sangat membantu kami. Jika harus menyewa lahan secara mandiri, itu menjadi beban berat yang tidak sanggup kami penuhi. Kebijakan Bupati Bogor ini benar-benar berpihak kepada petani kecil,” ungkap Ruslan.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan tersebut memberikan dorongan signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani, sekaligus membuka peluang agar petani benih tanaman buah dan hias dapat terus berkembang secara berkelanjutan di masa mendatang.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
25 Okt 2024
Mahmoud Abbas Desak Penghentian Serangan Israel di KTT BRICS Seruan Keadilan Bagi Palestina
-
07 Feb 2025
JAM-Intel Luncurkan Aplikasi Pengawasan Dana Desa Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas
-
01 Mar 2026
Bupati Bogor Pastikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam Jelang Lebaran di RS Bhakti Padjajaran
-
29 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kementerian LHK Tanam Pohon di Megamendung: Komitmen Lestarikan Puncak dan Bogor Selatan
-
06 Mei 2026
Pimpin Upacara HUT PERSAJA, Kajati Jabar Serukan Penguatan Solidaritas dan Profesionalisme Jaksa
-
11 Jul 2025
DLH Bogor Luncurkan SIADUL KECIL: Solusi Digital Kelola Limbah B3 Medis Usaha Kecil dan Faskes
Rekomendasi lainnya
-
11 Feb 2025
Sekda Bogor Dorong PMI Perkuat Transformasi Kebijakan Pelayanan Darah
-
28 Mei 2025
Polda Jateng Perkuat Sinergi Tertibkan Juru Parkir Demi Lindungi UMKM dari Premanisme
-
16 Agu 2026
Bupati Rudy Ungkap Kisah Inspiratif di Balik Paskibraka Kabupaten Bogor 2026
-
25 Jan 2025
Libur Panjang tapi Dompet Kosong? Ini 10 Ide Kocak agar Tetap Seru Tanpa Uang!
-
17 Apr 2025
Putusan Sela PN Jakarta Pusat Tegaskan Hendry Ch Bangun Sah Ketum PWI
-
04 Feb 2025
Polresta Bogor Kota Ungkap Pembunuhan Berencana Tersangka Terancam Hukuman Mati





