Liputan08.com — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, kembali menjadi momentum refleksi mendalam bagi umat Islam untuk meneguhkan nilai spiritualitas dan etika kehidupan berbangsa. Hal tersebut disampaikan KH Achmad Yaudin Sogir, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, dalam keterangannya kepada wartawan dari kediamannya di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Menurut KH Achmad Yaudin, Isra Mikraj bukanlah sekadar peristiwa historis yang diperingati secara ritualistik, melainkan peristiwa agung lintas dimensi yang mengandung pesan teologis, filosofis, dan sosial yang sangat relevan bagi kehidupan modern.
Secara teologis, Isra Mikraj merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW yang menembus batas ruang dan waktu. Isra adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, sementara Mikraj adalah kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT.
“Peristiwa Isra Mikraj adalah dialog ilahiah antara langit dan bumi. Di sanalah salat ditetapkan bukan sekadar sebagai ritual ibadah, melainkan sebagai fondasi peradaban, disiplin moral, dan pengendali etika manusia,” tutur KH Achmad Yaudin dengan nada reflektif.
Ia menegaskan, dalam perspektif keilmuan Islam, Isra Mikraj merupakan titik temu antara iman dan rasio. Salat yang diwajibkan melalui peristiwa tersebut menjadi sarana penyucian jiwa, penguatan akhlak, serta pembentukan karakter kepemimpinan yang adil, amanah, dan bertanggung jawab.
“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang pemimpinnya menjaga keseimbangan hubungan vertikal dengan Allah SWT dan hubungan horizontal dengan rakyat. Isra Mikraj mengajarkan harmoni itu secara utuh,” jelasnya.
KH Achmad Yaudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pejabat publik, menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai ruang muhasabah kolektif, agar kekuasaan dipahami sebagai amanah suci, bukan sebagai alat pemuas kepentingan pribadi atau kelompok.
“Jika nilai Isra Mikraj benar-benar hidup dalam jiwa pemimpin, maka keadilan akan tumbuh dengan sendirinya, dan kezaliman perlahan akan runtuh oleh kesadaran moral,” pungkasnya.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir: Isra Mikraj sebagai Pilar Spiritualitas dan Etika Kepemimpinan Bangsa
Baca Juga
-
28 Mar 2026
Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya
-
03 Jun 2026
Ada Pengakuan Sertifikat Palsu, Mengapa Menteri ATR/BPN dan Eks Kepala BPN Bogor Diam?
-
02 Des 2024
Pj Bupati Bogor Tegaskan Integritas dan Profesionalisme dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada 2024
-
29 Jan 2026
Jenal Mutaqin Dampingi Mendukbangga Tinjau Program Dahsat di Kebon Pedes
-
06 Mar 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Penguatan Peran BPD untuk Kawal Keberlanjutan Pembangunan Desa
-
06 Jun 2025
Satgas Yonif 131/Brajasakti Rayakan Idul Adha Bersama Warga Perbatasan di Keerom, Tebar Semangat Kebersamaan
Rekomendasi lainnya
-
05 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Berikan Bantuan kepada Korban Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi
-
23 Jan 2025
Menuju Kabupaten Mandiri: Pemkab Bogor Targetkan 30 Desa Maju Jadi Desa Mandiri di 2025
-
24 Jan 2025
Kejaksaan Agung RI Tegaskan Peran dalam Pemberantasan Kejahatan Sumber Daya Alam Lintas Negara
-
27 Nov 2024
Pemungutan Suara di TPS 18 Tarikolot Antusiasme Warga Tarikolot Tinggi Petugas TPS Optimis Partisipasi Mencapai 99%
-
29 Mei 2025
Rudy Susmanto Lantik 329 Kepala Sekolah Didik Anak dengan Hati
-
19 Mar 2025
PT Antam Bersinergi dengan Pemkab Bogor Dukung Kegiatan Tarawih Keliling dan Bantuan Sosial di Masjid At-Taqwa





