liputan08.com Casablanca — Penemuan fosil manusia purba berusia 773.000 tahun di Maroko membuka tabir salah satu misteri terbesar evolusi manusia: siapa yang hidup sebelum Homo sapiens?
Para ilmuwan menemukan tiga tulang rahang—termasuk milik seorang anak—gigi, tulang belakang, dan tulang paha di sebuah gua bernama Grotte à Hominidés, kawasan Thomas Quarry, Casablanca. Fosil ini menjadi yang pertama dari periode tersebut yang pernah ditemukan di Afrika, sekaligus mengisi celah besar dalam catatan evolusi manusia.
“Selama ini ada kekosongan data antara satu juta hingga 500 ribu tahun lalu. Fosil ini tepat berada di tengah celah itu,” kata Jean-Jacques Hublin, paleoantropolog dari Collège de France dan Institut Max Planck, penulis utama studi yang diterbitkan di jurnal Nature.
Hasil pemindaian CT menunjukkan fosil ini memiliki ciri ‘mozaik’:
Tanpa dagu tegas, seperti manusia modern
Namun struktur gigi mirip Homo sapiens dan Neanderthal
Ciri tersebut menandakan individu ini berada pada tahap transisi penting dalam evolusi manusia.
Usia fosil dipastikan melalui teknik paleomagnetisme, yang membaca jejak pembalikan medan magnet Bumi. Lapisan tanah tempat fosil ditemukan bertepatan dengan transisi Matuyama–Brunhes, pembalikan kutub magnet besar terakhir yang terjadi 773.000 tahun lalu.
Teknik ini, menurut ahli geologi Serena Perini dari Universitas Milan, memungkinkan penentuan usia dengan ketelitian sangat tinggi.
Penelitian juga mengungkap bahwa gua tersebut bukan tempat tinggal aman. Tulang kaki fosil memperlihatkan bekas gigitan predator, kemungkinan besar hyena, menandakan area itu juga dihuni karnivora ganas.
Fosil ini dinilai krusial karena berpotensi menjadi nenek moyang bersama tiga spesies manusia terakhir:
Homo sapiens.
Neanderthal.
Denisovan
Para ahli menyebut leluhur ini sebagai “nenek moyang X”, sosok misterius yang diperkirakan hidup 550.000–765.000 tahun lalu sebelum ketiga garis keturunan manusia tersebut berpisah.
“Kunci memahami evolusi manusia ada pada identifikasi leluhur ini,” tulis Antonio Rosas, peneliti paleobiologi dari Madrid, dalam komentar ilmiah pendamping studi tersebut.
Meski belum diberi nama ilmiah resmi, fosil Maroko ini memiliki kemiripan dengan Homo erectus, namun juga menunjukkan ciri menuju manusia modern.
“Pertanyaannya kini, apakah Homo erectus adalah nenek moyang langsung semua manusia modern, atau ada garis evolusi lain yang lebih kompleks,” ujar Ryan McRae, paleoantropolog Smithsonian.
Sebelumnya, fosil Homo sapiens tertua juga ditemukan di Jebel Irhoud, Maroko, berusia sekitar 400.000 tahun. Namun para ilmuwan menegaskan, temuan ini bukan berarti manusia modern berasal dari satu titik, melainkan hasil evolusi panjang yang terjadi di berbagai wilayah Afrika.
Tags: Fosil
Baca Juga
-
14 Mei 2026
Rp10.270.051.886.464 Diselamatkan Satgas PKH, Prabowo Tegas Kekayaan Negara Tak Boleh Bocor Lagi
-
02 Jan 2025
Sastra Winara Dorong Percepatan Pelayanan Publik di Kabupaten Bogor Tahun 2025
-
15 Jun 2025
Plt PWI Kabupaten Bogor Siap Tancap Gas, Konferensi Pemilihan Ketua Ditetapkan Maksimal Enam Bulan
-
30 Nov 2024
Bazar Milenial Dorong UMKM Kabupaten Bogor Naik Kelas dan Majukan Ekonomi Kreatif
-
17 Agu 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Semangat Kebangsaan di Upacara HUT ke-80 RI
-
06 Nov 2024
Demi Pengobatan Anak, Tersangka Pencurian Motor di Blora Dapat Keadilan Restoratif dari Kejaksaan
Rekomendasi lainnya
-
23 Mar 2025
Hendry Ch Bangun Pembekuan PWI Jabar Sah KLB Tidak Korum dan Sedang Diselidiki Polisi
-
27 Mei 2025
Sinergi Tohaga dan Dishub Tertibkan Parkir Liar dan PKL di Pasar Ciluar Edukasi dan Penataan Jadi Kunci
-
14 Apr 2025
Putusan Pesanan? Jejak Suap Rp60 Miliar yang Seret Hakim ke Meja Hukum
-
28 Jan 2025
Semarak Festival Bandeng Rawa Belong 2025: Warna Budaya Betawi Sambut 5 Abad Jakarta
-
29 Des 2024
Satgas Pamtas Yonarhanud 15/DBY Sosialisasi Pentingnya Menjaga Perbatasan RI-RDTL
-
07 Jun 2025
Wujud Kepedulian Brimob di Hari Raya, Batalyon A Resimen IV Pasukan Pelopor Bagikan Daging Qurban kepada Yatim dan Warga Sekitar





