Breaking News

Setia Dharma Tegaskan Prodi Hukum Bisnis UTM Jakarta Cetak Sarjana Hukum Bermoral dan Berdaya Saing Global

Liputan08.com – Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTM Jakarta) memperingati Milad Universitas ke-3 yang dirangkaikan dengan Grand Launching Program Studi (Prodi) Hukum Bisnis, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi UTM Jakarta dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di bidang hukum, bisnis, dan teknologi digital.

Rektor UTM Jakarta, Prof. Dr. H. Suradika, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Prodi Hukum Bisnis merupakan bagian dari visi besar universitas dalam menjawab tantangan global dan kebutuhan dunia kerja masa depan.

“Program Studi Hukum Bisnis ini berada di bawah Fakultas Sosial, Ekonomi, dan Humaniora. Secara khusus, kami arahkan pada konsentrasi Hukum Bisnis Digital, sehingga memiliki karakter pembeda dibandingkan prodi hukum bisnis lainnya. Harapannya, lulusan UTM Jakarta mampu menjawab dinamika perkembangan teknologi, ekonomi digital, serta transformasi hukum di masa depan,” ungkap Prof. Suradika.

Sementara itu, Kepala Program Studi Hukum Bisnis UTM Jakarta, Setia Dharma, SH., MH., MM., menegaskan bahwa Prodi Hukum Bisnis tidak hanya berorientasi pada penguasaan keilmuan hukum semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan integritas lulusan.

“Kami berharap Prodi Hukum Bisnis UTM Jakarta mampu melahirkan sarjana hukum yang unggul secara akademik, kuat secara moral, serta memiliki kesadaran etis yang tinggi. Lulusan hukum ke depan tidak cukup hanya cerdas, tetapi juga harus memiliki keberanian moral untuk menegakkan hukum secara jujur, adil, dan bersih demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Setia Dharma.

Ia menambahkan, dalam konteks hukum bisnis digital, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai regulasi ekonomi digital, transaksi elektronik, perlindungan data pribadi, hingga aspek hukum kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Perkembangan teknologi telah mengubah wajah praktik hukum. Oleh karena itu, kurikulum kami dirancang integratif antara teori hukum, praktik bisnis, dan pemanfaatan teknologi, agar lulusan memiliki daya saing nasional maupun global,” jelasnya.

Rangkaian Milad dan Grand Launching Prodi Hukum Bisnis semakin semarak dengan pelaksanaan Mini Talk Show bertema “Kenapa Harus Memilih Jurusan Hukum Bisnis”. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber kompeten, yakni Setia Dharma, SH., MH., MM., Umi Rahmi, SH., MH., Rendy Kailimang, SH., MH., dan Dr. Reza Fahlevi, SH., MH., dengan moderator Alfath Prabowo, SH., MH.

Dalam pemaparannya, Umi Rahmi menegaskan bahwa lulusan hukum memiliki ruang kerja yang sangat luas.

“Saat ini hampir seluruh sektor pemerintahan membutuhkan lulusan hukum, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap kebijakan dan program selalu bersinggungan dengan aspek hukum,” ujarnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Dr. Reza Fahlevi, yang menyampaikan bahwa kebutuhan lulusan hukum juga sangat besar di sektor swasta.

“Banyak perusahaan swasta maupun lembaga pemerintah membutuhkan lulusan hukum, meskipun nama divisi atau jabatannya tidak selalu menggunakan embel-embel ‘hukum’. Namun, fungsi legal tetap menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, Rendy Kailimang menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi lulusan hukum di era teknologi.

“Tantangan ke depan bagi lulusan hukum adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI). Saat ini AI memang belum sepenuhnya mampu menggantikan peran manusia dalam penegakan hukum, tetapi kita tidak pernah tahu sejauh apa teknologi akan berkembang. Karena itu, lulusan hukum harus terus meningkatkan kompetensi, adaptif, dan tidak berhenti belajar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Setia Dharma kembali menekankan bahwa tantangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter.

“Selain AI dan pengembangan kompetensi, tantangan terbesar lulusan hukum adalah penanaman nilai moral dan karakter. Tanpa integritas dan keteguhan hati, kecerdasan hukum justru bisa disalahgunakan. Karena itu, Prodi Hukum Bisnis UTM Jakarta berkomitmen menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika profesi sejak dini,” paparnya.

Acara Milad ke-3 UTM Jakarta dan Grand Launching Prodi Hukum Bisnis ditutup dengan pengumuman berbagai award universitas, mulai dari dosen terbaik hingga pemenang lomba-lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian pra ulang tahun universitas.

Menutup rangkaian kegiatan, Setia Dharma mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan hukum putra-putrinya di UTM Jakarta.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang hendak menguliahkan anak atau saudaranya untuk bergabung di UTM Jakarta, Program Studi Hukum Bisnis. Bersama kami, mari mencetak Sarjana Hukum yang berkompeten, berintegritas, dan berperan aktif bagi kemajuan negeri tercinta,” pungkasnya.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya