liputan08.com Jakarta – Pengamat kebijakan publik sekaligus kader muda Partai Golkar, Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, MH, memberikan penjelasan terkait polemik pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai realisasi penyalaan listrik di sejumlah wilayah. Menurutnya, perdebatan yang berkembang belakangan ini tidak perlu diperkeruh, sebab apa yang disampaikan Menteri ESDM merupakan bentuk penyampaian target percepatan kerja, bukan upaya menyesatkan informasi kepada Presiden.
Dian menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan infrastruktur energi—termasuk perluasan jaringan listrik—memiliki kompleksitas teknis dan administratif yang tidak selalu terlihat oleh publik. Karena itu, pernyataan Menteri ESDM seharusnya dipahami dalam konteks profesional dan teknokratis, bukan dibawa ke ranah politisasi yang justru menimbulkan kegaduhan baru.
“Apa yang beliau sampaikan adalah target kinerja yang ingin dicapai seoptimal mungkin. Namun, di lapangan terdapat berbagai kendala teknis, geografis, hingga regulatif yang menyebabkan penyalaan listrik belum dapat dilakukan sesuai jadwal awal,” ujar Dian Assafri Nasa’i.Jakarta (10/12/2025)
Dian juga menyampaikan keyakinannya bahwa Menteri ESDM—yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar—adalah sosok yang bekerja secara profesional, berbasis data, serta tidak memiliki niat untuk memberikan informasi keliru kepada Presiden.
“Saya yakin Pak Menteri ESDM tidak mungkin bermaksud membohongi Presiden, seperti yang dituduhkan sebagian pihak. Beliau bekerja berdasarkan data, perencanaan, dan komitmen kuat untuk mempercepat pelayanan publik. Tuduhan tersebut justru dapat mengganggu fokus kerja pemerintah,” tegas Dian.
Ia menambahkan, komunikasi publik dalam isu-isu strategis seperti energi harus disampaikan secara elegan, konstruktif, dan tidak menambah keruh suasana. Kritik tetap dibutuhkan, tetapi harus berdasar fakta agar tidak menghambat upaya pemerintah mempercepat pemerataan listrik.
“Ruang publik harus tetap sehat. Kritik tentu penting, namun harus diarahkan untuk perbaikan bersama. Pemerataan listrik adalah kepentingan nasional, sehingga seluruh pihak sebaiknya ikut mendukung percepatannya,” jelasnya.
Selain itu, Dian mengapresiasi langkah nyata Menteri ESDM yang selalu menunjukkan kepedulian langsung terhadap masyarakat. Sebelumnya, Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut turun langsung ke titik-titik bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menjadi salah satu pejabat pertama yang hadir membawa bantuan konkret, sekaligus memberikan instruksi kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar agar ikut turun ke lokasi bencana.
“Keteladanan beliau terlihat jelas. Tidak hanya bekerja di ruang rapat, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Ini menunjukkan komitmen tinggi beliau terhadap pelayanan publik,” kata Dian.
Di akhir pernyataannya, Dian mengingatkan bahwa pembangunan energi nasional tidak dapat berjalan tanpa sinergi lintas sektor. Dukungan politik, koordinasi teknis, serta kesiapan administratif harus berjalan beriringan agar target pembangunan energi dapat tercapai dengan baik.
“Pembangunan sektor energi merupakan kerja bersama. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar percepatan pemerataan listrik benar-benar terwujud,” tutupnya.
Tags: Dian Assafri Nasai
Baca Juga
-
10 Des 2025
Pemkab Bogor Sabet IGA 2025, Raih Predikat Kabupaten Terinovatif untuk Kesembilan Kalinya
-
25 Nov 2024
Jaksa Agung dan Menteri Imigrasi Bahas Transfer of Prisoner dan Penanganan Over Kapasitas Lapas
-
13 Nov 2025
Wabup Bogor Hadiri Rakornas Penurunan Stunting Bersama Wapres Gibran
-
24 Nov 2025
Penguatan Kolaborasi Pers dan Lembaga Negara: Jurnalis Diminta Tetap Menjaga Independensi dan Peran Literasi Publik
-
16 Okt 2025
Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB Berikan Komentar atas Pidato Wilson Lalengke
-
09 Des 2025
Pengalaman Buruk dengan Polisi: Jalankan Tugas Jurnalistik Berujung Penahanan, Kisah Kelam 90 Hari di Balik Jeruji
Rekomendasi lainnya
-
09 Okt 2025
Kejagung Sita Aset 20.027 m² Terkait Kasus Kredit PT Sritex, Langkah Lanjut Telusuri TPPU
-
14 Agu 2025
Buron 11 Tahun Kasus Penggelapan BPKB Toyota Alphard Akhirnya Ditangkap Tim Tabur Kejati Sumsel
-
09 Des 2025
Pengalaman Buruk dengan Polisi: Jalankan Tugas Jurnalistik Berujung Penahanan, Kisah Kelam 90 Hari di Balik Jeruji
-
27 Agu 2025
Borok Pertamina Dibongkar! Sembilan Saksi Kunci Diseret ke Penyidikan Kasus Korupsi Migas Triliunan
-
10 Nov 2025
Dr. Dian Assafri Nasa’i: Gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto, Momentum Meluruskan Sejarah dan Menghargai Jasa Orde Baru
-
03 Nov 2025
DK PBB Adopsi Morocco Autonomy Plan, Wilson Lalengke: Jalan bagi Perdamaian dan Pemulangan Pengungsi Kamp Tinduof




