liputan08.com Cibinong, Bogor – Masjid Agung Baitul Faizin yang berada di kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, kembali menjadi perhatian publik. Masjid megah yang seharusnya menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial masyarakat itu tampak sepi pada waktu-waktu salat wajib. Kondisi paling mencolok terlihat pada salat Subuh, di mana hanya segelintir jamaah yang hadir.
Pantauan media menunjukkan suasana masjid yang lengang, meskipun letaknya sangat strategis di pusat pemerintahan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai optimalisasi program yang dijalankan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam memakmurkan masjid dan menghidupkan atmosfer keagamaan di area Pemkab Bogor.
Sejumlah pihak menilai DKM Masjid Agung Baitul Faizin perlu menghadirkan program yang lebih kreatif, humanis, dan berorientasi pada pemberdayaan jamaah. Pemberdayaan tersebut mencakup pelayanan, kenyamanan, dan pendekatan sosial keagamaan yang mampu menarik minat masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid.
Beberapa usulan program yang dinilai penting untuk diterapkan antara lain:
penyediaan sarapan sederhana seperti nasi uduk atau kudapan ringan bagi jamaah Subuh, penyediaan minuman gratis secara konsisten, membuka ruang ramah bagi musafir, serta penataan ulang kebersihan dan pelayanan jamaah.
Saat media berada di lokasi Senin (8/12/2025) kulkas minuman gratis yang disediakan masjid tampak kosong. Padahal, fasilitas tersebut sangat bermanfaat bagi jamaah dan tamu yang datang. Mengetahui kondisi itu, salah seorang wartawan sempat mengisi ulang dengan air kemasan sebagai bentuk keprihatinan.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Puad Al Ansori, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera dibenahi oleh DKM.
“Masjid adalah pusat kehidupan umat. Jangan sampai rumah Allah ini sepi, sementara fasilitasnya lengkap. DKM harus hadir dengan program yang menggerakkan jamaah, bukan sekadar membuka masjid untuk azan dan pengajian. Perlu ada gebrakan, pelayanan yang lebih ramah, dan kegiatan yang membuat umat betah datang ke masjid,” ujarnya tegas. Senin (8/12/2025)
Puad juga meminta DKM untuk memperkuat koordinasi dengan Pemkab Bogor, termasuk mengenai anggaran pemeliharaan dan perencanaan kegiatan.
“Kami siap mendorong langkah-langkah strategis agar Masjid Agung kembali hidup. Kalau perlu, dibuat program subuh berjamaah pemerintah, kajian tematik, layanan musafir, hingga beasiswa bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an,” tambahnya.
Akademisi Dr.Dian Assafri nasai menilai stagnasi aktivitas masjid sering terjadi pada masjid-masjid pemerintahan karena kurangnya program inklusif dan pendekatan sosial keagamaan.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah ruang sosial, ruang pembentukan karakter, dan ruang pemulihan jiwa masyarakat. Ketika program masjid tidak menyentuh kebutuhan sosial jamaah, maka masjid akan kehilangan fungsi pengikatnya,” jelasnya.
Menurutnya, DKM harus merancang program yang membangun keterikatan emosional dan spiritual masyarakat.
“Sediakan ruang diskusi, buka program kebajikan, libatkan anak muda. Masjid yang hidup adalah masjid yang memberi manfaat langsung di hati dan kehidupan jamaahnya,” tegas Dian.
Dalam perspektif tasawuf, masjid bukan hanya bangunan fisik, melainkan ruang penyucian hati. Masjid adalah tempat menabur kedamaian, tempat orang merasa diterima, dan tempat memperkuat hubungan antarumat.
Pendekatan tasawuf menekankan tiga hal penting:
1.Pelayanan
Melayani jamaah adalah bagian dari ibadah itu sendiri.
2.Kasih sayang (rahmah)
Setiap orang yang datang harus merasakan kenyamanan dan kehangatan.
3.Kebersihan dan adab
Kebersihan adalah cerminan kejernihan batin, bagian dari akhlak.
Karena itu, menghidupkan masjid berarti menghidupkan jiwa masyarakat
Masyarakat berharap Masjid Agung Baitul Faizin dapat kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan yang hidup, ramai, dan penuh keberkahan. Tidak hanya untuk salat, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya nilai-nilai religius, sosial, dan budaya.
Masjid Agung seharusnya menjadi ikon Kabupaten Bogor sebagai daerah yang religius; bukan bangunan megah yang sunyi, tetapi rumah Allah yang hidup dan memakmurkan umat.
Tags: Masjid Agung Baitul Faizin
Baca Juga
-
08 Okt 2024
JAM-Pidum Setujui 14 Perkara Restorative Justice, Salah Satunya Kasus Penadahan di Kendal
-
17 Apr 2025
Bupati Rudy Susmanto Lantik 3.676 CPNS dan PPPK Formasi 2024, Tegaskan Semangat Baru Bangun Kabupaten Bogor
-
27 Des 2025
Wartawan Senior dan Aktivis Kabupaten Bogor Beri Dua Jempol untuk Kinerja Bupati Rudy Susmanto, Soroti Infrastruktur, Pendidikan, dan Reformasi Tata Kelola
-
04 Feb 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah PT Timah Tbk
-
30 Okt 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Bedah Rumah, 40 RTLH di Klapanunggal Segera Diperbaiki
-
26 Okt 2025
Menbud Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran
Rekomendasi lainnya
-
15 Jul 2025
Meriahkan MTQ Kecamatan Cibinong, Sekda Lepas Pawai Ta’aruf dan Ajak Masyarakat Bumikan Nilai Al-Qur’an
-
23 Nov 2024
Rutan Rengat Gelar Razia dan Tes Urine Warga Binaan, Pastikan Bebas Narkotika
-
17 Okt 2024
Reda Manthovani Terima Penghargaan Tokoh Pejuang Hak-Hak Disabilitas di Detikcom Awards 2024
-
22 Mar 2025
Rudy Susmanto Sampaikan LKPJ 2024: Sinergi Membangun Bogor yang Lebih Maju
-
11 Nov 2024
Gebyar Bazar Adhyaksa 2024: Kejaksaan Agung Tingkatkan Daya Beli dan Kepedulian Sosial
-
23 Apr 2026
Sidang Nadiem Makarim Tiba-Tiba Batal, JPU Bongkar Sikap Tak Profesional Pengacara


