liputan08.com Bogor – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Dewan Pelindung DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Bogor, Yantie Rachim, menekankan pentingnya pelestarian budaya rias pengantin dan regenerasi perias muda dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan tren modern.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Seminar, Lomba, dan Pagelaran Tata Rias Pengantin dalam rangka menyambut Hari Ibu yang digelar oleh DPC HARPI Kota Bogor bertempat di Ruang Serbaguna, Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Selasa (2/12/2025).
Yantie Rachim menyampaikan bahwa profesi perias sejak dulu identik dengan para ibu, namun kini semakin banyak generasi muda yang memilih bidang tata rias sebagai jalur kreativitas dan karier.
“Perias itu dari dulu kan orangnya biasanya ibu-ibu ya, nah seiring berjalannya waktu, semakin banyak anak muda yang belajar merias, sehingga menjadi make up artist atau MUA. Seiring berjalannya waktu juga bentuk riasan itu semakin simple atau lebih glamor, jadi kadang-kadang suka lupa dengan pakem terdahulu,” ujar Yantie Rachim.
Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam menjaga pakem rias pengantin nusantara. Ia berharap keberadaan HARPI Melati dapat memastikan bahwa nilai-nilai budaya dan pakem rias pengantin terus diwariskan sesuai karakter daerah masing-masing.
“Dengan HARPI mudah-mudahan pakem-pakem dalam tata rias pengantin ini bisa terus dilanjutkan sesuai dengan wilayah masing-masing,” ucapnya.
Yantie Rachim juga menyoroti tema seminar ‘Pesona Ibu dalam Harmoni Rias Pengantin Nusantara Modern’ yang menurutnya sangat relevan, karena menggambarkan peran ibu bukan hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai sosok yang mampu berkarya dan mengembangkan kreativitas.
“Bicara mengenai Hari Ibu, marilah kita memperluas perayaan ini menjadi dorongan untuk menambah semangat berkarya, berkreasi, serta mengembangkan diri selaras dengan kodrat kita sebagai perempuan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya rias pengantin merupakan tanggung jawab besar, terutama di tengah derasnya arus budaya asing yang mudah diakses oleh generasi muda.
“Di tengah gempuran pergeseran nilai makna rias pengantin, HARPI Melati harus terus hadir dan mampu menguatkan. Pelestarian budaya pengantin adalah amanah besar, setiap karya yang lahir adalah bentuk cinta pada tradisi dan budaya. Untuk itu, penting dilakukan regenerasi pelaku seni agar warisan budaya tidak berhenti di generasi kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC HARPI Melati Kota Bogor, Nova Fitria, mengapresiasi antusiasme peserta dan menekankan peran strategis organisasi dalam menjaga eksistensi rias pengantin tradisional di tengah perkembangan industri kecantikan.
“HARPI Melati adalah organisasi profesi untuk para ahli tata rias pengantin profesional di seluruh Indonesia dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan budaya rias pengantin tradisional nusantara,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar dalam rangka menyambut Hari Ibu ini juga memiliki makna yang kuat, yakni menggambarkan sosok ibu sebagai sumber kehangatan, kekuatan, kecantikan, kearifan, sekaligus inspirasi dalam perkembangan rias pengantin nusantara.
Nova menambahkan bahwa dunia rias pengantin saat ini dituntut mampu mempertahankan keaslian tradisi, namun tetap adaptif dengan kebutuhan komersial.
“Pada era modern, tugas kami bukan hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga merangkainya secara harmonis. Melalui seminar ini, saya ingin memperlihatkan keindahan tradisi yang tetap bisa bersaing secara komersial,” pungkas Nova.
Tags: TP PKK Kabupaten Bogor, Yantie Rachim
Baca Juga
-
09 Nov 2024
KPUD Kabupaten Bogor dan Pemkab Gelar Simulasi Pemungutan Suara dan Penggunaan Sirekap Jelang Pilkada 2024
-
03 Des 2025
PDAM Kota Semarang Lakukan Pengukuran Saluran di Mangunharjo, Warga Sambut Baik Rencana Sambungan Baru
-
15 Jan 2025
Sat Resnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Peredaran Sabu di Sokaraja, Amankan TYR dengan Barang Bukti 4 Gram
-
01 Des 2025
Kapal Keruk Pemkab Bogor: Siapa Pejabat Rakus yang Dibicarakan?
-
06 Jun 2025
Dengan Semangat Berkurban, Kita Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial di Kabupaten Bogor
-
03 Jul 2025
Empat Orang Jadi Tersangka Korupsi Proyek BGS Pasar Cinde, Termasuk Mantan Gubernur Sumsel
Rekomendasi lainnya
-
25 Mei 2025
Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, Bupati Bogor Percepat Pembangunan RSUD Parung
-
01 Jun 2025
Ketua Plt PWI Kabupaten Bogor, Nurofik Pancasila Adalah Kompas Etik dan Jati Diri Bangsa dalam Era Disrupsi
-
06 Mei 2025
Kejaksaan Agung Edukasi Mahasiswa Universitas Boyolali soal Penegakan Hukum dan Peran Strategis Lembaga
-
31 Okt 2024
Pemkab Bogor dan Kadin Gelar Gerakan Pangan Murah di Cibinong, Upaya Stabilkan Harga dan Kendalikan Inflasi
-
26 Okt 2024
Polres Ogan Ilir dan Pemkab Gelar Program Makan Siang Gratis untuk Tingkatkan Gizi Siswa SD di Sungai Pinang
-
09 Apr 2025
KEJAGUNG SITA RUMAH MEWAH MILIK TONY BUDIMAN TERKAIT KASUS PAJAK SENILAI RP634 MILIAR




