Breaking News

Antam Pongkor Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Program GARITAN di Bogor

liputan08.com Nanggung, Kabupaten Bogor Di tengah berbagai stigma negatif yang sering dilekatkan pada industri pertambangan, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor menunjukkan komitmen berbeda. Tak sekadar fokus pada kegiatan eksploitasi sumber daya alam, perusahaan ini hadir dengan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah Program Rumah Belajar Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan (GARITAN) yang berlokasi di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Program ini menjadi sarana edukasi sekaligus wadah kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan.

Pada Rabu (12/11/2025), Java Region CSR and ER Sub Division Head PT Antam, Agustinus Toko Susetio, bersama Forum Kehumasan dan sejumlah perwakilan perusahaan tambang lainnya, meninjau langsung lokasi program tersebut. Kunjungan ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bukti nyata dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa dunia pertambangan tidak selalu identik dengan dampak negatif. Setiap proses penambangan dan pengolahan di Antam dijalankan dengan prinsip tanggung jawab sosial, lingkungan, serta keberlanjutan,” ujar Agustinus.

Menurutnya, program GARITAN dan kegiatan serupa seperti Jaro Farm dan Pepeling (Pelestarian Lingkungan Cisangku) merupakan bentuk konkret upaya Antam dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk mandiri. Pendampingan tetap dilakukan, namun kini lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas, manajemen, dan inovasi usaha agar masyarakat dapat mengelola kegiatan ekonomi secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalongliud, Jani, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Antam yang konsisten membantu masyarakat melalui pendekatan pembangunan berbasis lingkungan.

“Program GARITAN memberi manfaat besar bagi warga kami, khususnya petani. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga membangun kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Sejak awal diluncurkan, program ini berhasil mengelola 62 hektare lahan produktif di Desa Kalongliud yang difokuskan pada pengembangan tanaman padi dan hortikultura. Selain peningkatan hasil panen, masyarakat juga memperoleh pendampingan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran produk, serta teknologi pertanian ramah lingkungan.

Inisiatif tersebut menjadi cerminan paradigma baru industri pertambangan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek bantuan, Antam Pongkor berhasil menumbuhkan model kolaborasi yang inklusif dan partisipatif.

Lebih dari sekadar program sosial, GARITAN menjadi laboratorium hidup (living lab) yang menunjukkan bagaimana sinergi antara dunia industri, pemerintah desa, dan komunitas lokal dapat melahirkan inovasi sosial yang berdampak luas — baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun pelestarian lingkungan.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya