Breaking News

Pemkab Bogor Gerak Cepat Atasi Jebolnya Tanggul Sungai di Ciseeng, Ratusan Kolam Ikan Warga Diselamatkan

Liputan08.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana jebolnya tanggul Sungai Induk Sasak yang mengancam ratusan petak kolam ikan warga di Desa Babakan dan Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan agar seluruh perangkat daerah terkait segera bertindak cepat. Merespons hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor bersama Balai PSDA dan warga setempat langsung turun tangan.

Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengungkapkan bahwa tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi saluran mencapai 5 meter. Insiden ini berpotensi besar merusak lahan-lahan kolam ikan milik sekitar 100 petani di dua desa tersebut.

“Tanggapan pertama kami lakukan pada Jumat, 4 Juli 2025, begitu menerima laporan dari Kepala Desa Ciseeng dan Kepala Desa Babakan pukul 08.30 WIB,” ujar Suryanto.

Tim operasional UPT Air Wilayah II Parung bersama Camat Ciseeng, Kapolsek Parung, Balai PSDA, dan perwakilan petani ikan segera melakukan survei lokasi dan pemetaan dampak bencana.

Sebagai langkah darurat, tim memasang terpal sepanjang 10 meter guna mengurangi aliran air sementara. Bantuan material dari Balai PSDA berupa 60 buah kawat bronjong dan 5 truk batu, serta 20 buah kawat bronjong dan 2 truk batu dari DPUPR, telah dikirimkan sejak Sabtu, 5 Juli 2025.

Namun, tingginya debit air menghambat pemasangan bronjong. Barulah pada 7–8 Juli, tim gabungan berhasil memasang kawat bronjong sesuai ukuran tanggul yang jebol.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi. Keselamatan warga dan keberlanjutan usaha petani ikan menjadi prioritas utama kami,” tegas Suryanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Rohman, menambahkan pihaknya telah mendata dan memverifikasi pelaku usaha perikanan yang terdampak.

“Fokus awal adalah perbaikan saluran irigasi dan sistem pengairan kolam. Setelah itu, kami akan menyalurkan bantuan benih ikan dari balai benih milik pemerintah,” jelasnya.

Benih yang akan disalurkan meliputi ikan nila, mas, tawes, lele, dan ikan hias, yang disiapkan dari Balai Benih Ikan Cigentur dan Ciseeng.

“Upaya ini diharapkan bisa membantu petani ikan agar tetap bersemangat dan kembali menjalankan usaha mereka,” pungkas Rohman.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya