Liputan08.com — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Prof. Dr. Asep Nana Mulyana menyetujui penyelesaian 10 perkara melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice), salah satunya kasus penganiayaan di Maluku Barat Daya dengan tersangka Yohanis Kalfein Masawunu alias Anis.
“Keputusan ini diambil setelah melalui ekspose virtual pada Senin, 30 Juni 2025. Para tersangka telah meminta maaf, korban memberikan maaf, dan keduanya sepakat tidak melanjutkan perkara ke pengadilan,” ujar Prof. Asep dalam keterangan persnya, Senin (30/6/2025).
Perkara Yohanis bermula dari kejadian penganiayaan terhadap anggota Polri, Rifaldo Ubleeuw alias Faldo, pada 14 Februari 2025 di Desa Letwurung, Kecamatan Babar Timur. Penganiayaan terjadi usai cekcok yang berujung pemukulan oleh Yohanis terhadap korban di bagian mata kiri.
Berdasarkan hasil visum dari Puskesmas Letwurung, korban mengalami luka memar dan bengkak di pelipis dan bawah mata kiri.
Namun pada 18 Juni 2025, tersangka dan korban sepakat berdamai. Yohanis mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf. Korban pun memaafkan secara tulus dan tanpa syarat.
Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya Hery Somantri bersama Kasi Pidum Reinaldo Sampe menginisiasi proses keadilan restoratif ini. Permohonan penghentian penuntutan kemudian dikirim ke Kejati Maluku dan disetujui JAM-Pidum.
Selain kasus tersebut, JAM-Pidum juga menyetujui penyelesaian keadilan restoratif untuk 9 perkara lain yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Polewali Mandar, Bengkulu Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.
“Langkah ini didasarkan pada Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor 01/E/EJP/02/2022. Kami minta seluruh Kejari segera menerbitkan SKP2 berdasarkan keadilan restoratif,” tegas Prof. Asep.
Menurutnya, pemberian keadilan restoratif mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya tersangka belum pernah dihukum, ancaman pidana di bawah 5 tahun, perdamaian dilakukan secara sukarela, dan adanya respons positif dari masyarakat.
Jakarta, 30 Juni 2025
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum.
Tags: JAM-Pidum Setujui 10 Kasus Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Salah Satunya Penganiayaan di Maluku Barat Daya
Baca Juga
-
18 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmikan Shortcut Subianto Sentul, Akses Baru Perkuat Konektivitas Babakan Madang
-
10 Okt 2024
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW Berikan Pembinaan Fisik Terpadu untuk Remaja di Rumah Singgah Desa Senaning
-
12 Jan 2026
Jaga Lingkungan dan Kualitas Udara, Pemkot Bogor dan Komunitas Vespa Tanam Pohon di R3
-
05 Jun 2025
Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba, Panglima TNI Anugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk 16 Prajurit TNI AL
-
06 Feb 2025
Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional untuk Berantas PenyelundupanRp 4,1 Triliun Barang Ilegal Digagalkan
-
20 Jan 2025
Polemik Pagar Laut 30 Km: Ancaman Bagi Nelayan, KKP Didukung Tindakan Tegas oleh Publik dan TNI AL
Rekomendasi lainnya
-
15 Jul 2025
Perkuat Penegakan Hukum dan Kemerdekaan Pers, Kejaksaan RI dan Dewan Pers Teken MoU
-
28 Apr 2025
Elisabet ‘Mifa’ Kogoya Pimpin Doa Sambut Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol di Papua Pegunungan
-
11 Okt 2024
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II Elevated
-
22 Mar 2025
Buka Puasa Bersama, Rudy Susmanto Apresiasi TNI-Polri Jaga Keamanan Kabupaten Bogor
-
14 Nov 2025
Babak Baru PWI Kabupaten Bogor: Dua Figur Satu Komitmen, Bersatu untuk Marwah Pers
-
03 Feb 2025
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW Hadiri Takziyah, Wujud Kepedulian bagi Warga Berduka




