Liputan08.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan pengembangan komoditas bawang merah dan bawang putih melalui kajian ilmiah dan pemetaan potensi wilayah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan pengembangan bawang harus disesuaikan dengan kondisi geografis, iklim, tanah, serta karakteristik wilayah. Pemkab Bogor juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta mempelajari pengalaman Kabupaten Majalengka.
“Bawang putih itu di Kabupaten Bogor tidak masalah, kecuali bawang putih yang mempunyai karakter tersendiri kaitan dengan lokasi yang harus di ketinggian kurang lebih 800 mdpl. Betul-betul di area pegunungan. Kalau bawang merah bisa di mana saja,” ujar Ajat.
Menurutnya, informasi awal menunjukkan terdapat sekitar 10 kelompok tani dengan luas lahan sekitar 10 hektare yang berkaitan dengan budidaya bawang. Data tersebut akan menjadi dasar untuk pengembangan yang lebih terarah.
Ajat menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi pasar yang besar karena jumlah penduduk mencapai sekitar 6,1 juta jiwa. Karena itu, pengembangan produksi bawang dinilai memiliki peluang untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jumlah penduduk Kabupaten Bogor kurang lebih 6,1 juta jiwa. Jumlah penduduknya melebihi beberapa provinsi. Artinya ini sangat potensial dari sisi pemasaran. Kebutuhan akan bawang merah dan bawang putih saya kira sangat tinggi,” katanya.
Pemkab Bogor selanjutnya akan melakukan analisis iklim, cuaca, kesesuaian tanah, pemetaan lokasi hingga status lahan, termasuk lahan PTPN, Pemda maupun masyarakat.
“Kita berbasis ilmiah, berbasis keilmuan. Pemerintah daerah insyaallah akan aman. Kalau berbasis intuisi biasanya tidak aman. Ini langkah awal kita bagaimana melakukan loncatan-loncatan,” ungkap Ajat.
Selain BRIN, pengembangan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Distanhorbun, Bappeda, BPKAD, Bagian Perekonomian, Bagian Kerja Sama serta perangkat daerah lainnya.
Pemkab Bogor juga membuka peluang kerja sama dengan Kabupaten Majalengka, terutama dalam pengadaan, pembibitan, produksi, pengelolaan dan pengembangan budidaya bawang agar program tersebut dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Tags: Sekda Ajat Dorong Pengembangan Bawang Merah dan Putih di Kabupaten Bogor
Baca Juga
-
30 Jan 2025
PELUANG DAN ANCAMAN KEPAILITAN DALAM DUNIA USAHA Tantangan Baru FH Ubhara Unggul dalam Menjawab Persoalan Kepailitan
-
27 Feb 2025
Jembatan Ambruk di Citeureup Akibat Hujan Deras, Bupati Bogor Perintahkan Penanganan Cepat
-
03 Mar 2026
Transformasi Relawan Kang Dedi: YBGS Hadirkan Harapan Baru di Sumedang
-
03 Mar 2026
Pemkab Bogor Perkuat Tata Kelola Sampah, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut Rekomendasi Ombudsman
-
10 Okt 2024
Polsek Kebon Jeruk Gelar Penyuluhan Anti Tawuran di SMK Tri Arga 2 Kapolsek Sutrisno Tawuran Hancurkan Masa Depan
-
17 Feb 2025
Penuhi Amanah Rakyat, Rudy Susmanto Antusias Ikuti Pembekalan di Akmil Magelang
Rekomendasi lainnya
-
22 Des 2024
Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan 4,1 Kg Sabu di Perbatasan Sanggau
-
14 Mar 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadirkan Bazar Ramadan dan Operasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri
-
21 Jul 2025
Fun Tennis Tren Positif dalam Menjaga Kebugaran Tubuh
-
06 Nov 2024
Rutan Rengat dan Polsek Rengat Barat Gelar Razia Gabungan di Blok Hunian untuk Berantas Narkoba dan Barang Terlarang
-
05 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Kunjungi Dramaga Bahas Pembangunan Stunting dan Kemacetan
-
01 Apr 2026
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan Kunci Kesejahteraan Papua






