liputan08.com CIBUNGBULANG – Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, terus dikebut hingga kondisi benar-benar aman.
Bersama Pemerintah Kota Bogor dan seluruh unsur terkait, Pemkab Bogor melakukan pemadaman sekaligus pendinginan, terutama pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.
Rudy menjelaskan, pemadaman tidak bisa dilakukan hanya dari permukaan karena api dan bara berada di dalam tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun. Gundukan yang mengeluarkan asap harus dibongkar terlebih dahulu, kemudian disemprot dan didinginkan.
“Mesin terus berjalan. Hari ini kita bergotong royong bersama-sama masuk ke wilayah Kota Bogor, kita padamkan api. Beberapa gundukan yang mengeluarkan asap kita pecah, kita bongkar, setelah itu kita semprot dan dinginkan semuanya,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran Galuga hampir menyerupai kebakaran lahan gambut. Tumpukan sampah yang tingginya lebih dari 10 meter memungkinkan bara api tetap menyala di bagian dalam meski api tidak terlihat dari luar.
“Pada saat dibongkar, tiba-tiba keluar asap mengepul warna hitam. Itu sebenarnya di dalamnya masih ada bara api yang menyala. Kalau tidak kita bongkar, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” jelasnya.
Rudy menargetkan proses pendinginan dilakukan hingga menjelang subuh agar pelayanan persampahan dapat kembali berjalan secara bertahap. Menurutnya, sampah dari Kabupaten maupun Kota Bogor tidak boleh dibiarkan menumpuk di tengah permukiman.
“Kita kebut sampai jelang subuh. Subuh truk sampah mulai masuk, kemudian kita atur durasinya beberapa jam berjalan. Sampah dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor tidak bisa kita biarkan ada di tengah kota, harus masuk ke TPA,” tegasnya.
Selain pemadaman, Pemkab Bogor juga menyiapkan penanganan bagi masyarakat terdampak. Empat posko kesehatan telah disiapkan sejak hari pertama, sementara Dinas Sosial mempersiapkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.
“Prinsip kami keselamatan masyarakat itu yang paling utama. Kami mohon maaf kalau belum maksimal, tetapi kami upayakan semua tertangani satu per satu,” kata Rudy.
Rudy menegaskan, penanganan kebakaran Galuga membutuhkan sinergi Kabupaten dan Kota Bogor. Sebab, kondisi tumpukan sampah dan arah angin dapat membuat dampak kebakaran bergerak lintas wilayah.
“Kita tidak boleh terlena walaupun sudah tidak terlihat api. Potensi api masih bisa muncul. Penanganan kebakaran ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
20 Feb 2025
Bupati Bogor Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Tembakau Sintetis: Ini Kado Istimewa di Awal Tahun
-
08 Mar 2025
Perumda Tirta Kahuripan Rayakan HUT ke 44 Sekda Bogor Sampaikan Arahan Bupati untuk Tingkatkan Pelayanan Air Bersih
-
28 Agu 2026
1.809 Pramuka Ikuti Tapakan Garuda, Tempa Kedisiplinan dan Karakter Generasi Muda
-
25 Okt 2024
Anggota DPRD PKB KH Achmad Yaudin Sogir Apresiasi Program CSR Minyak Telon Gratis untuk Posyandu Mawar dari PT Tempo Scan Pasifik
-
27 Jun 2026
Bujug Buneng… PNS Nyantai, PPPK Paruh Waktu yang Keringetan, Eh Nilainya Malah Dipegang PNS!
-
15 Jan 2026
50 Pasien Jalani Operasi Gratis Sumbing Bibir di RSU Hermina Bogor
Rekomendasi lainnya
-
17 Jan 2025
Polda Jateng Awali 2025 dengan Sertijab 18 Pejabat Strategis
-
21 Apr 2026
Jelang Pembukaan TMMD 2026, Dandim 1801/Manokwari Cek Langsung Lokasi—Apa yang Disiapkan?
-
27 Mei 2025
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Pemkab Bogor Raih Predikat Opini WTP dari BPK RI
-
08 Jul 2025
Sahabat yang Menyelamatkan di Akhirat: Pesan Ketua PWI Plt Jabar Tentang Pentingnya Persahabatan Dunia demi Keselamatan di Akhirat
-
02 Nov 2026
Bupati Rudy Susmanto Berangkatkan Jemaah Umrah Gratis, Apresiasi Pengabdian untuk Kabupaten Bogor
-
08 Apr 2026
Geledah Sarang Tikus Koruptor! Kejati Sumsel Sita Uang Ratusan Juta hingga Harley Davidson


