Liputan08.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terus mendalami dugaan kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi pengadaan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Program Keluarga Harapan (PKH).
Salah satu saksi yang diperiksa adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe. Pemeriksaan terhadap Rudy dilakukan pada Selasa (11/8/2026), setelah agenda pemeriksaan sebelumnya pada 6 Agustus 2026 ditunda karena alasan pemeriksaan kesehatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, pemeriksaan kali ini secara khusus berkaitan dengan proses penghitungan kerugian keuangan negara.
“Dalam pemeriksaan kali ini dilakukan oleh penyidik bersama auditor BPKP untuk keperluan penghitungan kerugian keuangan negara yang diakibatkan dalam dugaan perbuatan melawan hukum para pihak dalam proses pengadaan penyaluran bansos beras,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Penyidik dan auditor BPKP tidak hanya menelusuri nilai kontrak, tetapi juga mencermati realisasi pelaksanaan penyaluran bansos di lapangan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah mekanisme distribusi bantuan. Dalam kontrak antara Kementerian Sosial (Kemensos) dengan penyedia jasa, bantuan seharusnya disalurkan langsung ke rumah masing-masing penerima atau dengan mekanisme door to door.
Namun, pelaksanaan di lapangan disebut tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut.
“Namun demikian penyaluran yang dilakukan oleh para distributor ini, para vendor yang mengerjakan pengadaan penyaluran bansos beras ini tidak sampai ke titik penerima tapi hanya sampai di kelurahan-kelurahan,” ujar Budi.
Kondisi tersebut, lanjut Budi, menjadi bagian penting yang diperiksa karena terdapat perbedaan antara ketentuan dalam kontrak dengan praktik penyaluran.
“Nah kemudian tentu juga didalami berkaitan dengan nilai kontrak, kemudian biaya wajar yang seharusnya dikeluarkan dalam proses penyaluran bansos dan sebagainya karena memang kebutuhannya untuk penghitungan kerugian keuangan negara,” pungkas Budi.
Rudy Tanoe diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DRL) sekaligus Direktur Utama PT Dosni Roha (DNR). Namanya termasuk dalam perkara dugaan korupsi penyaluran bansos beras yang ditaksir menyebabkan kerugian negara sekitar Rp200 miliar.
Dalam perkembangan perkara, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 15 Desember 2025 menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan Rudy Tanoe.
KPK kemudian memperpanjang masa pencegahan Rudy Tanoe bepergian ke luar negeri bersama dua tersangka lainnya hingga 12 Agustus 2026. Perpanjangan tersebut ditetapkan pada 12 Februari 2026.
Selain Rudy Tanoe, KPK menetapkan Kanisius Jerry Tengker, Direktur Utama PT DRL periode 2018–2022, serta Edi Suharto, mantan Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, sebagai tersangka.
Pemeriksaan bersama BPKP menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk memastikan besaran kerugian negara serta mengurai dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan hingga penyaluran bansos beras tersebut.Dua pilihan judul tegas:
Tags: Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Bansos Beras, KPK, Rudy Tanoe
Baca Juga
-
28 Nov 2024
JAM-Pidum Hentikan Penuntutan Empat Perkara dengan Restorative Justice, Salah Satunya Kasus KDRT di Sanggau
-
27 Mei 2025
Satgas Yonarhanud 15/DBY Teguhkan Bakti untuk Negeri di Tapal Batas NTT
-
11 Des 2024
Pemkab Bogor Evaluasi Pengadaan Barang dan Jasa 2024, Fokus pada Transformasi Tata Kelola yang Transparan
-
09 Jul 2026
Banyak Aduan SPMB, KH Achmad Yaudin Sogir: Hak Anak Mendapat Pendidikan Tidak Boleh Dikalahkan Administrasi
-
11 Jan 2026
Sarang Tikus Koruptor Chromebook Dibongkar di Pengadilan Tipikor: Eksepsi Terdakwa Dinilai Masuk Pokok Perkara
-
05 Mar 2025
Satgas Yonif 641/Bru Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling untuk Warga Bolakme, Jayawijaya
Rekomendasi lainnya
-
05 Apr 2026
CFD Cibinong Kembali Ramai, Rudy Susmanto Dorong UMKM Bangkit Pasca Lebaran
-
08 Feb 2025
Polres Pamekasan Tangkap 16 Tersangka Narkoba dan Curanmor Sita Ribuan Okerbaya dan 8 Motor Curian
-
07 Jan 2025
Mengenalkan Hukum Sejak Usia Dini, Kejaksaan Agung Terima Kunjungan Siswa SD Islam Al-Akbar Mojokerto
-
22 Jul 2026
Mengejutkan! Nanik S Deyang Lepas Jabatan Kepala BGN, Prabowo Siapkan Peran Baru Usai Pengunduran Diri
-
30 Jul 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto: TP PKK Mitra Strategis Wujudkan Kabupaten Bogor Istimewa
-
06 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api Besitang-Langsa



