Liputan08.com, BOGOR – Maraknya dugaan penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Berbagai temuan dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat menunjukkan bahwa praktik penyalahgunaan subsidi energi diduga masih berlangsung dengan berbagai modus untuk meraup keuntungan pribadi.
Berdasarkan berbagai temuan di lapangan, modus yang kerap disorot antara lain pembelian BBM bersubsidi secara berulang menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, dugaan penggunaan tangki tambahan atau tangki rakitan untuk mengangkut solar bersubsidi dalam jumlah lebih besar, penyalahgunaan identitas kendaraan, hingga dugaan penyuntikan isi tabung LPG 3 kilogram ke tabung nonsubsidi. Praktik-praktik tersebut, apabila benar terjadi, berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mengurangi hak masyarakat kecil yang seharusnya menerima subsidi.
Selain berdampak pada distribusi energi bersubsidi, aktivitas pengoplosan dan penyuntikan tabung gas secara ilegal juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat karena dilakukan di luar standar keselamatan dan prosedur yang berlaku.
Ketua Bogor Media Siber Network (BMSN), Sofwan Ali, menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi bukan lagi kasus yang dapat dianggap biasa, melainkan persoalan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
“BMSN mendorong aparat penegak hukum, Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG bersubsidi. Setiap dugaan penyalahgunaan harus ditindak berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku agar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Negara tidak boleh kalah oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi dari hak rakyat,” tegas Sofwan Ali, Bogor,Snin (3/8/2025)
BMSN juga menilai pengawasan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul laporan masyarakat. Diperlukan inspeksi rutin, pengawasan distribusi secara digital, penindakan terhadap pelaku yang terbukti bersalah, serta evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi agar peluang terjadinya penyimpangan semakin kecil.
Sebagai bentuk pencegahan, BMSN mengusulkan agar aparat penegak hukum bersama instansi terkait memperkuat operasi terpadu secara berkala, meningkatkan pengawasan di SPBU, pangkalan LPG, jalur distribusi, serta membuka saluran pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan ditindaklanjuti secara cepat.
Subsidi energi merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Karena itu, menjaga agar penyalurannya tepat sasaran merupakan tanggung jawab bersama. Penegakan hukum yang tegas, pengawasan yang konsisten, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai dugaan penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di Kabupaten Bogor.
(Zarkasi)
Tags: BBM Bersubsidi, Bogor Media Siber Network (BMSN), Sofwan Ali
Baca Juga
-
22 Mei 2025
Bupati Bogor Transformasi TPA Galuga, Dorong Pengelolaan Sampah Modern dan Berkelanjutan
-
30 Jul 2025
Pawai Ta’aruf Meriahkan MTQH Bojonggede, Wujudkan Semangat Cinta Al-Qur’an
-
27 Mei 2025
Pentingnya Memilih Penasehat Hukum yang Mengedepankan Aspek Hukum dan Spiritual Wawancara Eksklusif Bersama Pengacara Setia Dharma
-
23 Nov 2024
SDN Nanggewer 03 Gelar Market Day Ajang Belajar Kewirausahaan dan Pelestarian Budaya
-
30 Okt 2024
Panglima TNI Tinjau Kesiapan Perlengkapan Satgas Operasi Dalam Negeri 2025
-
17 Mar 2025
Peringatan Nuzulul Qur’an di Kabupaten Bogor: Wabup Jaro Ade Tekankan Akhlak Mulia dan Doa untuk Negeri
Rekomendasi lainnya
-
16 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Makmurkan Masjid
-
17 Mar 2025
Masjid Syarikatul Anwar Gelar Malam Nuzulul Quran, Ustad Zakaria Al Anshori Sampaikan Pesan Keutamaan Ramadan
-
13 Jul 2025
Jaro Ade: Jalan Tambang dan RS Parung Panjang Jadi Prioritas, Rp500 Miliar Digelontorkan
-
01 Jan 2025
Sambut Tahun 2025, FWJ Indonesia Dukung Program Presiden Prabowo melalui Pesta Rakyat Kemayoran
-
21 Okt 2024
Tingkatkan Gizi Anak Papua, Satgas Yonif 641/Bru Bagikan Bubur Kacang Hijau di Distrik Eragayam
-
29 Des 2024
Pj. Ketua PKK Kabupaten Bogor Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045



