Liputan08.com — Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan sebanyak 11 orang meninggal dunia dalam insiden kepulan gas beracun di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Seluruh korban diketahui berada di lubang galian emas ilegal dengan kondisi sirkulasi udara yang sangat terbatas.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Polda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, saat memberikan keterangan resmi di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan jenazahnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jumlah korban yang kami tangani sebanyak 11 orang dan seluruhnya dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi telah selesai, dan jenazah sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan.
Korban Berasal dari Sejumlah Kecamatan di Bogor Barat
Berdasarkan hasil pendataan kepolisian bersama pemerintah desa setempat, para korban diketahui berasal dari beberapa wilayah di Bogor Barat, antara lain Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Nanggung. Seluruh korban diduga meninggal akibat paparan gas beracun di dalam lubang tambang yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
Kapolda Jabar menjelaskan bahwa lubang galian tempat kejadian memiliki kedalaman tertentu dan minim ventilasi, sehingga akumulasi gas berbahaya sulit terdeteksi oleh para penambang.
Polda Jabar Buka Kemungkinan Data Korban Bertambah
Meski seluruh korban telah dimakamkan, Polda Jawa Barat menyatakan masih membuka ruang laporan dari masyarakat apabila terdapat keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya namun belum tercatat secara resmi.
“Kami tetap membuka posko informasi setiap hari. Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan belum terdata, silakan segera melapor agar dapat kami tindak lanjuti,” tegas Kapolda.
ANTAM Tegaskan Insiden Terjadi di Luar Wilayah Operasional
Menanggapi peristiwa tersebut, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan bahwa lokasi kejadian tidak berada di wilayah operasional perusahaan dan tidak melibatkan karyawan ANTAM. Perusahaan memastikan bahwa aktivitas yang menyebabkan korban jiwa merupakan praktik penambangan tanpa izin.
Dalam pernyataan resminya, ANTAM menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan.
“ANTAM menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di luar area operasional perusahaan. Seluruh kegiatan pertambangan ANTAM dijalankan sesuai standar keselamatan, perlindungan lingkungan, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” demikian pernyataan manajemen ANTAM.
Penambangan Ilegal Dinilai Ancaman Serius Keselamatan dan Lingkungan
ANTAM juga menegaskan tidak mentoleransi praktik pertambangan ilegal karena selain melanggar hukum, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa serta kerusakan lingkungan. Perusahaan menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna mencegah aktivitas tambang ilegal di sekitar kawasan Pongkor.
Sementara itu, kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman lanjutan, evaluasi pengamanan wilayah, serta pengawasan intensif di lapangan untuk memastikan tidak ada korban lain dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Tags: 11 Penambang Tewas Terpapar Gas Beracun di Pongkor, ANTAM Pastikan Insiden Bukan di Area Konsesi
Baca Juga
-
09 Okt 2025
Pemkab Bogor Pastikan Rehabilitasi Puskesmas Citeureup Pascakebakaran Didukung Dana CSR
-
14 Nov 2025
Babak Baru PWI Kabupaten Bogor: Dua Figur Satu Komitmen, Bersatu untuk Marwah Pers
-
02 Apr 2025
Menteri PKP Siapkan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, Total 220.000 Unit untuk Berbagai Profesi
-
08 Sep 2025
Robohnya Majelis Taklim di Ciomas, KH. Achmad Yaudin Sogir: Pemerintah Wajib Hadir, Ibu-Ibu Majelis adalah Penjaga Doa Bangsa
-
27 Mei 2025
Jelang Idul Adha 1446 H, Diskanak Bogor Bentuk Tim Pengamanan dan 7 Posko Pemeriksaan Hewan Qurban
-
03 Agu 2025
TNI Borong Hasil Tani Warga Gigobak, Wujud Nyata Kepedulian di Pedalaman Papua
Rekomendasi lainnya
-
10 Jul 2025
Gegara Kasus Korupsi Pasar Cinde, Rumah Eks Gubernur Sumsel Digeledah Kejati: Tak Ada yang Kebal Hukum!
-
22 Jun 2025
Promosikan Kopi Lokal, Pemkab Bogor Sajikan Kopi Gratis Bagi Warga di Kabogorfest 2025
-
13 Nov 2024
Satgas Yonif 642/Kapuas Gelar Posyandu Keliling di Kampung Yermatum, Papua Barat
-
26 Mar 2025
Presiden Prabowo Subianto Berikan Dukungan Langsung kepada Timnas Indonesia Jelang Laga Krusial Melawan Bahrain
-
15 Agu 2025
FH BUMN dan Ketua Umum Agustya Bernady Mangkir dari Sidang Gugatan PWI Pusat
-
02 Jan 2025
Satgas Yonif 642/Kps Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling di Desa Ururu, Distrik Yamor, Papua Barat




