Breaking News

Bupati Bogor Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir dan Penghijauan Wilayah di Musrenbang Ciriung

liputan08.com CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penanganan banjir serta penguatan penghijauan wilayah saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Selasa (13/1).

Rudy menyampaikan bahwa Musrenbang Kelurahan dilaksanakan secara serentak di 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor. Meski tidak dapat hadir di seluruh lokasi secara bersamaan, pemerintah daerah tetap berupaya turun langsung ke sejumlah kelurahan sebagai wujud keseriusan dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Dengan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, setiap kelurahan dan kecamatan diberikan pagu indikatif. Namun melalui Musrenbang ini, berbagai aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui program-program teknokratik perangkat daerah,” ujar Rudy Susmanto.

Dalam Musrenbang Kelurahan Ciriung, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi strategis, khususnya terkait penanganan banjir. Dari total 15 RW, masih terdapat tiga RW yang membutuhkan penanganan serius. Upaya yang direncanakan meliputi normalisasi saluran air lingkungan serta usulan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan PSDA, dengan tetap dikoordinasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Selain banjir, pengelolaan sampah juga menjadi isu prioritas. Rudy menegaskan, persoalan tersebut akan diakomodasi dalam perencanaan pembangunan tahun 2026 dan dilanjutkan secara berkelanjutan melalui APBD 2027.

Terkait bangunan di sempadan sungai, Rudy menekankan bahwa pemerintah daerah mengedepankan pendekatan persuasif melalui musyawarah dan dialog bersama tokoh masyarakat. Menurutnya, penataan kawasan bantaran sungai harus mengutamakan perlindungan warga serta menjaga kondusivitas sosial.

“Penanganan banjir, termasuk rencana normalisasi Sungai Peugeot, akan dilakukan melalui musyawarah bersama masyarakat agar tidak menimbulkan konflik dan didasari kesadaran bersama menjaga lingkungan,” tegasnya.

Untuk wilayah terdampak banjir, RW 1 dan RW 2 di sekitar Jalan Mayor Oking, mulai dari depan ITC Cibinong hingga kawasan Anggada, menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Normalisasi saluran air lingkungan serta penanganan penyumbatan di sejumlah titik akan dilakukan sebagai langkah pengendalian banjir.

Lebih lanjut, Rudy juga menyoroti persoalan banjir secara makro yang dipengaruhi oleh perubahan fungsi lahan. Kabupaten Bogor, menurutnya, memiliki banyak setu yang dahulu berfungsi sebagai penampungan air dan irigasi pertanian, namun kini mengalami alih fungsi.

“Kami tidak hanya fokus pada normalisasi setu dan sungai, tetapi juga memperkuat kebijakan tata ruang serta penghijauan wilayah,” ungkap Rudy.

Mulai tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan kebijakan minimal satu kecamatan memiliki satu hektare hutan kota. Sementara di tingkat desa dan kelurahan, disiapkan aset daerah seluas minimal 1.000 meter persegi untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau.

Sejumlah program penghijauan telah berjalan, di antaranya di ruas Bojonggede–Kemang, kawasan Citeureup seluas 48 hektare, wilayah selatan eks HGU Pancawati dan PTPN seluas 36 hektare, serta kawasan sekitar Stadion Pakansari.

Terkait rencana Peraturan Daerah tentang Drainase, Rudy berharap regulasi tersebut dapat memperkuat tata kelola saluran air agar tidak beralih fungsi dan tetap optimal mendukung pengendalian banjir. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

“Penanganan banjir dan pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Bogor harus berubah menjadi lebih baik, tertata, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya