Breaking News

Bupati Bogor Ikuti Rapat Tingkat Menteri: Penguatan Pemulihan Hulu Ciliwung sebagai Strategi Mitigasi Banjir Jabodetabek

liputan08.com JAKARTA — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang membahas strategi pemulihan lahan serta langkah antisipatif terhadap potensi banjir dan longsor di wilayah hulu Sungai Ciliwung. Rapat tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri ATR/BPN H. Ossy Dermawan, B.S., M.Sc., serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, bersama perwakilan pemerintah daerah terkait di kawasan Jabodetabek.

Agenda rapat menitikberatkan pada penguatan koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penanganan banjir secara terpadu di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam sistem hidrologi regional karena menghubungkan wilayah hulu di Kabupaten Bogor dengan wilayah hilir di DKI Jakarta.

Berbagai langkah kebijakan dibahas secara komprehensif, meliputi pembangunan dan optimalisasi retensi air, rehabilitasi lingkungan melalui penghijauan dan reboisasi, penguatan kerangka regulasi tata ruang, peningkatan kapasitas mitigasi kebencanaan, serta penegakan hukum lingkungan di kawasan hulu. Wilayah Ciawi, Megamendung, dan Cisarua menjadi perhatian khusus karena fungsi ekologisnya yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan pengendalian limpasan air.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi.

“Penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan kolaborasi lintas wilayah sebagai kunci solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Rudy Susmanto.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa penanganan banjir, khususnya di DAS Ciliwung, harus dilakukan melalui pendekatan terintegrasi dan multisektor, yang mencakup aspek lingkungan, infrastruktur, sosial, dan tata kelola pemerintahan.

“Penanganan harus dimulai dari hulu, dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta melibatkan berbagai sektor secara simultan,” tegas Pratikno.

Lebih lanjut, Menko PMK menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berketahanan iklim, rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan regulasi lintas sektor, serta penegakan hukum yang konsisten. Seluruh kebijakan tersebut harus dijalankan secara kolaboratif antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menciptakan sistem pengendalian banjir yang efektif dan berkeadilan ekologis.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya