Liputan08.com – Pendidikan Kader Pertama (PKP) Loyalis PKB Kabupaten Bogor kembali menjadi ruang strategis penguatan kapasitas politik dan spiritual kader. Kegiatan yang digelar di Hotel Mo One, Sukaraja, Ahad (7/12/2025) ini diikuti ribuan peserta dari seluruh tingkatan struktur—mulai dari DPC, DPAC, ranting, hingga komunitas akar rumput—sebagai bentuk keseriusan PKB membangun kader berintegritas, berpengetahuan mendalam, dan berkhidmat kepada masyarakat.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan hadirnya para tokoh PKB Kabupaten Bogor, termasuk Ketua Dewan Syuro PKB DPC Kabupaten Bogor yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, beserta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme, khidmat, serta dialog intelektual yang kaya dengan perspektif kebangsaan, keislaman, dan tasawuf.
Dalam sambutannya, KH Achmad Yaudin Sogir menekankan bahwa kaderisasi PKB bukan hanya proses administratif, tetapi jalan panjang pembentukan pribadi yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Ia menegaskan bahwa perjuangan politik dalam tradisi Nahdlatul Ulama dan PKB selalu berakar pada nilai tasawuf: memperbaiki diri sebelum memperbaiki negeri.
“Kader PKB harus mampu memadukan ilmu dan akhlak. Politik tanpa adab hanya melahirkan kegaduhan, tetapi politik yang dibangun di atas ilmu, zikir, dan pelayanan akan melahirkan peradaban. PKP ini adalah upaya menanamkan ruh itu,” tegasnya.
KH Achmad Yaudin Sogir juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan ketangguhan intelektual agar kader mampu membaca perubahan zaman.
“Tantangan kita saat ini bukan hanya soal elektoral, tetapi bagaimana membentuk kader yang menguasai data, memahami teknologi, dan tetap teguh menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah. Kader PKB harus menjadi suluh bagi masyarakat, bukan sekadar peserta kontestasi politik,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB, Nunur Nurhasdian, menyampaikan bahwa PKB membutuhkan kader yang dekat dengan masyarakat, memahami problem nyata, dan mampu menawarkan solusi konkret.
“Kader PKB tidak boleh hanya menguasai konsep, tetapi harus hadir di tengah rakyat. Turun melihat, mendengar, dan menyentuh persoalan publik secara langsung adalah bagian dari ibadah sosial. PKP menjadi proses penting untuk membangun sensitivitas dan empati tersebut,” katanya.
Ia menekankan bahwa PKB Kabupaten Bogor terus memperkuat tradisi kaderisasi berbasis ilmu dan integritas.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB lainnya, Lukmanudin Ar Rasyid, menegaskan bahwa kader PKB harus tumbuh sebagai pribadi yang moderat, adaptif, dan berkarakter.
“Kita ingin melahirkan generasi kader yang mencintai ilmu, terbuka terhadap kritik, dan tetap teguh menjaga nilai-nilai keislaman yang ramah. PKB adalah rumah moderasi, dan kader harus mampu membumikan nilai itu dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PKP memberi ruang emas bagi kader untuk memperkuat wawasan kebangsaan, komunikasi politik, dan etika kepemimpinan.
Salah satu peserta, Nendi Pratama, mengungkapkan bahwa PKP menjadi pengalaman berharga yang memperluas cara pandang tentang politik, kebangsaan, serta peran kader dalam pembangunan daerah.
“Kami merasa mendapatkan pencerahan. Materi tentang ideologi PKB, sejarah kebangsaan, etika tasawuf dalam kepemimpinan, serta strategi komunikasi politik membuat kami semakin yakin bahwa menjadi kader PKB adalah jalan perjuangan yang mulia,” ungkapnya.
Peserta lain menambahkan bahwa PKP memberikan ruang dialog kritis namun santun, sesuai tradisi intelektual NU yang menghargai perbedaan dan mengutamakan hikmah.
Para peserta memperoleh materi dari para akademisi, pengurus wilayah, serta praktisi politik dengan cakupan berikut:
Ideologi dan sejarah PKB.
Nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Etika kepemimpinan berbasis tasawuf.
Strategi komunikasi politik moderen.
Penguatan struktur organisasi di tingkat desa.
Kombinasi materi tersebut dirancang untuk membentuk kader yang matang secara pemikiran, kokoh secara spiritual, dan luwes dalam menghadapi dinamika sosial-politik kontemporer.
Kegiatan PKP Loyalis PKB Kabupaten Bogor menjadi bagian penting dari konsolidasi menuju penguatan basis politik, pengembangan sumber daya kader, serta persiapan menghadapi agenda pemilu dan pilkada mendatang.
Suasana kegiatan ditutup dengan seruan untuk terus menjaga persatuan, memperkuat moralitas publik, dan menghadirkan kader PKB sebagai pilar demokrasi yang membawa cahaya kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Tags: Beradab, dan Dekat dengan Rakyat dalam PKP Loyalis PKB Kabupaten Bogor, Nunur Nurhasdian dan Lukmanudin Ar Rasyid Tekankan Kader PKB Harus Berilmu
Baca Juga
-
28 Agu 2025
PWI Kabupaten Bogor Gelar Doa Tasyakur Menjelang Kongres Persatuan PWI, KH Ay Sogir Tegaskan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
-
23 Jul 2026
Kejagung Bentuk Tim 9, Misteri TPPU Emas 74 Kg dan Valas Ratusan Miliar Mulai Terkuak
-
10 Agu 2025
Warga Batujajar Serbu Tank Marinir Pasmar 1, Antusias Lihat Alutsista dari Dekat
-
05 Jun 2025
Tertusuk Parang Diselamatkan Loreng Prajurit TNI Jahit Luka Rakyat di Tengah Sunyi Pegunungan
-
04 Nov 2024
Rudy Susmanto Imbau Relawan Paslon Nomor Urut 1 Tetap Rendah Hati dan Tingkatkan Sosialisasi Menjelang Pilkada Bogor
-
22 Nov 2024
Tenggelam Saat Bermain, Jasad Bocah 3 Tahun Asal Cibinong Ditemukan di Tomang
Rekomendasi lainnya
-
13 Des 2025
Pelantikan KNPI Bogor Versi Farizan Ricuh, Dua Kubu Saling Klaim Legalitas dan Aparat Siaga
-
16 Mei 2026
Teror Begal Bersenpi di Lampung Berakhir, Penembak Polisi Tumbang Saat Dilumpuhkan
-
25 Mar 2025
Sekda Bogor Tinjau Lokasi Banjir di Bojongkulur Terima Bantuan 500 Kasur dari Grup Olimpic
-
02 Jan 2026
Awal 2026, Pemkab Bogor Perkuat Tata Kelola Pelayanan Publik Lewat Pembentukan Dua SKPD Strategis
-
31 Okt 2025
Liputan Terlarang: Cinta di Balik Rekaman Off the Record
-
24 Mar 2026
Penutupan Jalur Tol Lampung Arah Bakauheni Picu Keluhan Pengendara, Mahasiswa Soroti Peran Polisi






