Breaking News

Bupati Rudy Susmanto Perkuat Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor melalui Taman B2SA Bomang

liputan08.com BOJONGGEDE – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui pengembangan Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Zona 19 kawasan Bomang, Kecamatan Bojonggede. Program yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Program tersebut sejalan dengan upaya Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam mendorong kemandirian pangan, meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menjelaskan bahwa Taman B2SA dikembangkan bersama kelompok pengelola di Kecamatan Bojonggede. Kawasan ini dirancang sebagai pusat budidaya tanaman pangan, edukasi pertanian, pembibitan, serta pengembangan sumber protein hewani melalui pemeliharaan ayam.

“Di Zona 19 kita membuat Taman B2SA yang dilengkapi saung edukasi, saung bibit, kandang ayam, dan penanaman benih sayuran. Pengelolaannya dilakukan bersama gabungan kelompok Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede,” ujar Andri.

Saat ini, budidaya tanaman meliputi bayam, kangkung, dan jagung. Selain itu, DKP Kabupaten Bogor menyiapkan berbagai benih tanaman hortikultura, sarana pertanian, pupuk kandang, pestisida organik, serta peralatan pendukung untuk menunjang kegiatan kelompok pengelola.

Menurut Andri, Taman B2SA tidak sekadar menjadi ruang penghijauan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai budidaya pangan dan pentingnya pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

“Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, mendukung ketersediaan pangan keluarga, serta mendorong kebiasaan mengonsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi,” jelasnya.

Pengembangan kawasan ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai proyek percontohan binaan DKP Kabupaten Bogor. Kelompok tersebut telah bermitra dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan kader ketahanan pangan.

Kolaborasi lintas kelompok ini diharapkan memperkuat keterhubungan antara kegiatan budidaya, pemanfaatan hasil panen, dan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di tengah masyarakat.

Tidak hanya berorientasi pada ketersediaan pangan, Taman B2SA juga diproyeksikan menjadi sarana pengembangan ekonomi lokal. DKP Kabupaten Bogor merencanakan pembangunan saung pasar sayuran agar hasil budidaya kelompok dapat dipasarkan secara langsung.

“Ke depan, Taman B2SA diharapkan tidak hanya mendukung kemandirian pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat melalui pemasaran hasil panen,” ungkap Andri.

Saat ini, pembangunan empat saung di kawasan tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Fasilitas itu mencakup ruang edukasi, pembibitan, dan sarana pendukung pengembangan kegiatan masyarakat, termasuk rencana pemasaran hasil pertanian.

Keberlanjutan program akan bergantung pada perawatan tanaman, peningkatan keterampilan kelompok pengelola, serta pengembangan sistem pemasaran yang mampu memberikan nilai tambah bagi hasil panen.

Melalui pengembangan Taman B2SA di Zona 19 Bomang, Pemkab Bogor berharap pemanfaatan lahan produktif dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan edukasi gizi, dan membangun kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Bogor.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya