Breaking News

Suasana Sidang PBB Memanas, Macron Kecam Dunia yang Diam Melihat Tragedi Gaza

NEW YORK – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato keras dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Selasa (22/9/2026). Pernyataannya mengenai tragedi kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu sorotan dalam forum yang mempertemukan para pemimpin dunia tersebut.

Macron mempertanyakan kredibilitas masyarakat internasional ketika konflik dan penderitaan warga sipil di Gaza masih berlangsung. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang seharusnya menjadi rasa malu bersama.

“Apa nilai kredibilitas kita jika kita tetap tidak bertindak di Gaza? Ada yang mengklaim bahwa perdamaian telah tercapai, tetapi hal itu belum membuka akses bantuan kemanusiaan. Ini adalah sebuah pemandangan yang memalukan kita semua,” tegas Macron dalam pidatonya.

Macron juga menyoroti persoalan kedaulatan dan hak rakyat Palestina. Dalam forum internasional tersebut, ia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional serta penyelesaian politik yang menjamin masa depan Palestina dan Israel.

“Kedaulatan bagi Lebanon. Kedaulatan bagi Palestina,” demikian pesan Macron yang menjadi bagian dari sorotan terhadap situasi Timur Tengah.

Pidato tersebut disampaikan Macron dalam debat umum Sidang Umum PBB ke-81 yang berlangsung pada 22–28 September 2026 di Markas Besar PBB, New York.

Pernyataan Macron mendapat perhatian luas karena disampaikan secara terbuka di hadapan para pemimpin dunia. Reuters melaporkan bahwa Macron juga mengkritik klaim mengenai tercapainya perdamaian di Gaza, dengan menekankan bahwa persoalan kemanusiaan di lapangan belum terselesaikan.

Sikap tersebut sejalan dengan perhatian Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang dalam pembukaan sidang menyerukan agar pertempuran dihentikan, bantuan kemanusiaan dapat mengalir, dan seluruh pihak mematuhi hukum internasional.

Pidato Macron akhirnya menempatkan isu Gaza, Palestina, hukum internasional dan kredibilitas komunitas internasional kembali menjadi perhatian utama dalam panggung diplomasi dunia.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya