Liputan08.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai lebih dari Rp1 triliun dan USD166 ribu dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan di area PT Inhutani V, Provinsi Lampung.
Barang bukti tersebut dipamerkan di Lobi Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Uang pecahan Rp100 ribu itu ditata dalam tumpukan besar, dengan setiap kemasan plastik bening disebut bernilai sekitar Rp1 miliar.
Dalam rincian yang ditampilkan Kejagung, uang tersebut berasal dari PT Pemuka Saksi Manis Indah (PSMI) dengan nilai Rp1.003.184.000.000 dan USD166 ribu.
“Penyitaan dan penitipan kerugian keuangan negara dari PT PSMI (PT Pemuka Saksi Manis Indah) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan pada areal PT Inhutani V Provinsi Lampung,” demikian keterangan Kejagung.
Kasus tersebut sebelumnya ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Namun, Kejagung kemudian mengambil alih penyidikan untuk memperkuat proses pembuktian.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Saiful Bahri Siregar, membenarkan pengambilalihan perkara tersebut.
“Kami telah mengambil alih penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan perkebunan oleh PT PSMI pada areal PT Inhutani V Provinsi Lampung,” kata Saiful di Gedung Bundar Kejagung, Senin (7/9/2026).
Menurut Saiful, PT PSMI diduga menanam komoditas tebu secara melawan hukum di kawasan hutan milik PT Inhutani V. Aktivitas tersebut diduga menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.
“Peristiwa pidana yang dilakukan PT PSMI melakukan penanaman perkebunan tebu di kawasan PT Inhutani V Lampung tersebut telah melawan hukum dan mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara,” ungkapnya.
Sejumlah saksi telah dipanggil dan diperiksa penyidik. Meski penyitaan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun, Kejagung hingga kini belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa, pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan besaran kerugian negara dalam kasus pemanfaatan kawasan hutan tersebut.
Tags: Kejagung, PT Inhutani V, PT Pemuka Saksi Manis Indah (PSMI), Saiful Bahri Siregar
Baca Juga
-
22 Mei 2025
Desa Digital Resmi Diluncurkan di Situsari, Pemkab Bogor Dorong Transformasi Teknologi hingga Pelosok
-
18 Feb 2025
Kejagung Periksa Tiga Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah
-
26 Okt 2024
Polres Ogan Ilir dan Pemkab Gelar Program Makan Siang Gratis untuk Tingkatkan Gizi Siswa SD di Sungai Pinang
-
21 Jul 2026
KPK Tangkap Satu Orang di Jakarta, Total Delapan Pihak Diperiksa dalam OTT Lombok Barat
-
06 Sep 2025
Romzi Edy Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor di Tanggamus, Puluhan Rumah Terendam
-
09 Apr 2025
Pangdivif 2 Kostrad Tinjau Langsung Kesiapan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat dan Timur
Rekomendasi lainnya
-
25 Jan 2025
Libur Panjang tapi Dompet Kosong? Ini 10 Ide Kocak agar Tetap Seru Tanpa Uang!
-
24 Mei 2026
Dikira Aman Pulang Magrib, DPO Ini Tak Sadar Tim Tabur Sudah Menunggu
-
09 Okt 2026
Oh, Wapres! Rakyat Melamar Kerja di Pabrik Harus Berjuang Lewati SD, SMP, dan SMA
-
14 Nov 2025
Dirut PT BFG Ditahan Usai Buron Kasus Korupsi Jembatan Tanah Merah Bintan
-
13 Mar 2025
Pemerintah Pusat Hentikan Proyek Sumarecon Bogor: FERRAK Desak Aparat Segera Panggil dan Penjarakan Pihak yang Terlibat
-
23 Nov 2024
Tim Patroli Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Dua Aksi Tawuran Remaja dalam Semalam


