Liputan08.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi penanganan kemiskinan dengan pendekatan berbasis data dan spasial hingga tingkat keluarga. Langkah ini dilakukan agar program pemerintah lebih tepat sasaran dan mampu menangani berbagai persoalan secara terpadu.
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial.
Menurut Ajat, satu keluarga miskin bisa menghadapi sejumlah persoalan sekaligus, mulai dari rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, kesehatan, stunting, TBC, hingga pengangguran.
“Dalam benak saya, kita perlu bermain secara spasial. Artinya, kita berbicara mengenai lokus atau lokasi secara jelas,” ujar Ajat dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (11/8/2026).
Ia menekankan pentingnya integrasi data secara by name by address, sehingga pemerintah dapat mengetahui secara jelas kondisi setiap keluarga dan kebutuhan intervensinya.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memiliki korelasi yang jelas terhadap penyelesaian permasalahan kemiskinan,” tegasnya.
Ajat mencontohkan, apabila satu keluarga menghadapi kemiskinan sekaligus pengangguran, rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, TBC, atau stunting, maka penanganannya harus dilakukan secara lintas sektor dan terintegrasi.
Pemkab Bogor pun melibatkan perangkat daerah terkait, mulai dari statistik, kependudukan, sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian hingga penataan kawasan.
“Hasil akhirnya bukan hanya berupa data, tetapi menjadi sebuah produk yang konkret. Program atau kegiatan apa yang diperlukan, lokasinya di mana, siapa penerima manfaatnya, kemudian berapa kebutuhan anggarannya,” jelas Ajat.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Bogor menargetkan penanganan kemiskinan menjadi lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. PP
Tags: Ajat Rochmat Jatnika, Pemkab Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
11 Jul 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegas: Pemerintahan Bersih Tanpa Korupsi Bukan Sekadar Slogan
-
17 Jan 2025
Kejaksaan Agung Serahkan Tersangka ZR dan Barang Bukti Kasus Korupsi ke Jaksa Penuntut Umum
-
18 Jul 2025
Menabung dari Uang Dapur dan Jajan Anak: Warga Bogor Asri Blok AB Bangun Jalan Sendiri, Saat Negara Tak Kunjung Hadir
-
28 Mar 2025
Herman Indrabudi: Zakat di Masjid An-Naba PWI Kota Bogor Membawa Keberkahan bagi Semua
-
22 Jan 2026
Rusak Alat Peraga Kampanye, DPO Pemilu Jabar Akhirnya Ditangkap Kejaksaan Agung
-
23 Jul 2026
Kejagung Bentuk Tim 9, Misteri TPPU Emas 74 Kg dan Valas Ratusan Miliar Mulai Terkuak
Rekomendasi lainnya
-
23 Jan 2025
Sat Brimob Polda Jateng Tanggap Bencana di Pekalongan: Evakuasi Korban hingga Dapur Lapangan
-
10 Jul 2026
Diduga Dikeroyok Usai Dituduh Mencuri Helm, Warga Klapanunggal Lapor ke Polres Bogor
-
14 Feb 2025
Pj. Bupati dan Dirut RSUD Cibinong Ajak ASN Jaga Kesehatan Lewat Senam Jantung Sehat
-
23 Nov 2024
SDN Nanggewer 03 Gelar Market Day Ajang Belajar Kewirausahaan dan Pelestarian Budaya
-
21 Mar 2025
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FAI UIKA Apresiasi Kegiatan KPI Mengabdi 2025
-
14 Des 2025
Masyarakat Berhak Melapor: Ini 12 Larangan Perangkat Desa dan Jalur Hukum Jika Terjadi Pelanggaran



