liputan08.com SOLOK – Hilangnya kontak seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Solok, Sumatera Barat, bernama Yassirly Amri, yang bekerja di Malaysia, menjadi perhatian publik. Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mengetahui keberadaan maupun kondisi Yassirly setelah berbulan-bulan tidak memberikan kabar.
Berdasarkan informasi dari keluarga, Yassirly berangkat ke Malaysia untuk bekerja sekitar Mei 2025. Pada awal keberangkatannya, komunikasi dengan keluarga berjalan normal dan tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Namun, situasi berubah sejak 20 April 2026, ketika Yassirly tidak lagi dapat dihubungi. Nomor telepon yang selama ini digunakan juga dilaporkan sudah tidak aktif, sehingga keluarga kesulitan memperoleh informasi mengenai keberadaannya.
Merasa khawatir, keluarga kemudian memberikan kuasa kepada Kantor Hukum ADR & Associates untuk membantu melakukan penelusuran dan pendampingan hukum guna mencari kepastian mengenai nasib Yassirly Amri.
Kuasa hukum keluarga, Dwiki Maulana, S.H., CFLS, membenarkan pihaknya telah menerima mandat tersebut.
“Kami menerima kuasa dari pihak keluarga untuk membantu memperoleh kepastian mengenai keberadaan Yassirly Amri. Hingga saat ini belum ada informasi yang jelas apakah yang bersangkutan dalam keadaan sehat, mengalami musibah, atau menghadapi persoalan lain di Malaysia,” ujarnya,Minggu (21/6/2026)
Sebagai langkah awal, tim hukum akan mengajukan permohonan resmi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan instansi terkait lainnya.
Tim ADR & Associates juga dijadwalkan berangkat ke Kuala Lumpur untuk melakukan koordinasi secara langsung dengan pihak KBRI dan otoritas terkait agar proses pencarian dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami berharap upaya ini dapat segera membuahkan hasil dan memberikan titik terang mengenai keberadaan Yassirly Amri, sehingga keluarga memperoleh kepastian yang selama ini mereka nantikan,” kata Dwiki.
Sementara itu, anggota tim hukum Arif Firman Bachtas, S.H., M.H. dan Aidil Permata, S.H., menyatakan bahwa langkah yang mereka tempuh didorong oleh rasa kemanusiaan dan keinginan membantu keluarga yang telah berbulan-bulan hidup dalam kecemasan.
Mereka berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan dukungan maksimal untuk memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap setiap WNI yang berada di luar negeri, termasuk pekerja migran di Malaysia.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian publik sekaligus mendorong percepatan koordinasi antarinstansi agar keberadaan Yassirly Amri dapat segera diketahui dan keluarga memperoleh kepastian secepat mungkin.
Tags: WNI
Baca Juga
-
29 Okt 2025
Empat Tahun Mengabdi, PMPH Resmi Diakui Kemenkumham: Dari Kampus untuk Negeri, Siap Mengabdi
-
22 Okt 2024
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Dibakar, Puluhan Pasien Kehilangan Nyawa
-
21 Okt 2024
Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri Pimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Fokus pada Komoditas Strategis
-
13 Mei 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Pengembangan Pakansari Jadi Pusat Olahraga Nasional
-
11 Nov 2024
Polda Jateng dan Polres Semarang Launching Program Swasembada Pangan dalam Rangka Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
-
07 Jul 2025
Eks Wali Kota Palembang Jadi Tersangka Korupsi Kerjasama Pemanfaatan Lahan Pasar Cinde
Rekomendasi lainnya
-
25 Jan 2026
KH Achmad Yaudin Sogir: Masjid Nurul Wathon Harus Jadi Pusat Dakwah dan Pemberdayaan Sosial Umat
-
13 Des 2024
Pangdam I/BB Motivasi Prajurit Armed 2/KS untuk Bangkit dan Berprestasi
-
09 Apr 2025
Pemkab Bogor Sambut Magang Praja IPDN, Zaenal Ashari: Ini Momentum Terapkan Ilmu di Lapangan
-
08 Nov 2024
Satgas Yonif 641/Bru Bersama Warga Gelar Tradisi Bakar Batu di Distrik Apalapsili, Papua Pegunungan
-
10 Nov 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastrawinara: Hari Pahlawan Momentum Menyalakan Kembali Api Pengabdian dan Keikhlasan
-
10 Mar 2025
DEMA FAI UIKA BOGOR GELAR SAFARI RAMADHAN, BENTUK PENGABDIAN MAHASISWA KEPADA MASYARAKAT



