Breaking News

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Percepatan Pemerataan Infrastruktur di Kabupaten Bogor

liputan08.com Cibinong — Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto yang terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Menurutnya, percepatan pembangunan harus dilakukan secara merata, terencana, dan terintegrasi agar manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh bertumpu di satu kawasan saja. Pemerataan infrastruktur adalah kunci pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pelayanan publik. DPRD mendukung penuh langkah Bupati untuk mempercepat konektivitas di seluruh wilayah, dari barat hingga timur, dari selatan hingga utara,” ujar Sastra Winara.

Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto memang tengah mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu program strategis yang disiapkan adalah pembangunan Jalan Tawasul di kawasan selatan yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2026.

“Jalan Tawasul atau jalur Telaga Warna–Sentul ini akan menjadi alternatif jalur menuju Puncak, sekaligus mengurangi beban Jalan Raya Puncak yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat,” jelas Rudy.

Beberapa ruas jalan kabupaten juga mulai dikerjakan melalui skema kolaborasi antara Pemkab Bogor dan pelaku dunia usaha, terutama di kawasan selatan. Penataan awal dilakukan di Ciawi–Gadog dan Pasir Muncang dengan dukungan sektor pariwisata.

“Bahkan ada investor yang menawarkan skema patungan tanpa menggunakan APBD agar pembangunan bisa dimulai lebih cepat,” kata Rudy.

Penataan ruas Pasir Muncang–Gadog–Rainbow Hills juga menjadi prioritas, termasuk pelebaran akses dan perbaikan jembatan Gadog yang akan tersambung hingga Sentul, Megamendung, dan Cisarua. Proyek ini dapat dipercepat karena tidak memerlukan pembebasan lahan.

Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembangunan Jalur Khusus Angkutan Barang dan Tambang dari Cigudeg hingga Rumpin. Sementara itu, Pemprov Jawa Barat dijadwalkan memulai pembangunan Jalur Puncak II pada 2026.

“Ini bentuk gotong royong pembangunan yang menyinergikan kewenangan pusat, provinsi, dan pemerintah daerah,” ungkap Rudy.

Adapun pembangunan Jalan Rancabungur dan Leuwiliang tetap menjadi prioritas. Saat ini proses berjalan pada tahap pembebasan lahan, penetapan rasio jalan, serta komunikasi intensif dengan para pemilik lahan.

“Kami pastikan seluruh tahapan berjalan dan ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan,” tegas Rudy.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya