liputan08.com CIBINONG — Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Dr. Rusliandy, S.STP, M.Si, M.E. mencatat berbagai capaian strategis dalam pelaksanaan program kerja tahun 2025. Selaras dengan amanat Peraturan Bupati Bogor Nomor 129 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Dinas Pendidikan, lembaga ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.
Salah satu capaian signifikan ditunjukkan melalui peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di seluruh 40 kecamatan. Program ini melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari satuan pendidikan, kecamatan, desa hingga RT/RW melalui sistem verifikasi berbasis data Kemendikdasmen.
“Program penanganan Anak Tidak Sekolah adalah wujud nyata tanggung jawab moral dan sosial pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Bogor yang tertinggal dari akses pendidikan,” ujar Dr. Rusliandy di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, warga usia pendidikan formal diarahkan kembali ke sekolah terdekat, sementara warga usia non-formal diarahkan ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) agar tetap dapat menempuh jalur pendidikan kesetaraan.

Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal dan Infrastruktur Pendidikan
Dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memastikan mutu layanan dasar sesuai ketentuan nasional. SPM dijadikan instrumen utama untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyelenggaraan layanan pendidikan.
Selain itu, upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana terus dilakukan. Pada tahun 2024, telah terealisasi pembangunan 74 ruang kelas baru SD, 21 revitalisasi ruang kelas, dan 57 rehabilitasi ruang kelas, sementara untuk tingkat SMP terdapat 37 ruang kelas baru, 4 revitalisasi, dan 38 rehabilitasi ruang kelas.
Pada tahun 2025, perencanaan diarahkan pada penambahan 53 ruang kelas baru SD, 104 rehabilitasi ruang kelas SD, serta 10 ruang kelas baru SMP.
“Pembangunan infrastruktur pendidikan bukan hanya soal fisik, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak generasi cerdas dan berkarakter,” tegas Dr. Rusliandy.
Inovasi Digital dan Pelayanan Publik Berbasis Data
Dalam upaya meningkatkan akselerasi dan efektivitas pelayanan publik, Dinas Pendidikan meluncurkan sejumlah inovasi digital, di antaranya:
1. Roadshow Pelayanan Publik di 40 Kecamatan, sebagai sarana jemput bola untuk tenaga pendidik dan kependidikan.
2. PENTA (Pendidikan Dalam Data), sistem pemetaan berbasis data yang digunakan untuk pemerataan distribusi tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh satuan pendidikan.
3. PEPES Online (Pelayanan Publik Perbaikan Ijazah Siswa Online), yang memudahkan masyarakat memperbaiki ijazah rusak atau salah data tanpa harus datang ke kantor dinas.

Menurut Dr. Rusliandy, inovasi berbasis digital merupakan bagian dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang selaras dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Publik.
“Transformasi digital di bidang pendidikan menjadi keharusan. Melalui PENTA dan PEPES Online, kami ingin memastikan setiap layanan publik dapat diakses secara cepat, akurat, dan transparan,” jelasnya.

Prestasi Siswa Bogor di Tingkat Nasional dan Internasional
Capaian Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga tercermin dari prestasi peserta didik di berbagai jenjang, baik nasional maupun internasional, di antaranya:
Siswi SMPN 2 Parung meraih juara tingkat Provinsi dan mewakili Jawa Barat di Olimpiade Penelitian Siswa (OPSI) 2025.
Dafia Fadha Direja, siswa SMPN 1 Jonggol, meraih gelar Duta Wisata Nasional di ajang Indonesia Model Competition 2025.
Dua siswi SMPN 1 Cibinong memenangkan Lomba Pidato Kebangsaan Kemendagri tingkat Nasional.
Siswi Al-Azhar Syifa Budi Cibinong meraih Juara 2 Nasional Lomba Menggambar Ekspresi FLS3N 2025.
SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong mengharumkan nama Indonesia dengan medali emas dalam World Dance Festival Competition 2025 di Seoul, Korea Selatan.
Dr. Rusliandy menegaskan bahwa keberhasilan para siswa tersebut mencerminkan ekosistem pendidikan Kabupaten Bogor yang semakin kondusif dan kompetitif.
“Prestasi siswa-siswi kita adalah bukti bahwa pendidikan Bogor tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, dan daya saing global,” tuturnya.
Membangun Generasi Unggul Menuju Bogor Cerdas
Sebagai penutup, Dr. Rusliandy menyampaikan bahwa seluruh capaian ini tidak terlepas dari dukungan Bupati Bogor dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan terus berkomitmen menjaga semangat kolaborasi dan inovasi menuju Bogor Cerdas, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global,” pungkasnya.
Tags: Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor
Baca Juga
-
18 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api Besitang-Langsa
-
18 Mar 2025
Pemkab Bogor Bersinergi dengan Polri dan TNI untuk Sukseskan Operasi Ketupat Lodaya 2025
-
12 Mar 2025
Pangdam XVIII/Kasuari Motivasi Prajurit Yonif 642/Kps di Perbatasan Papua Barat
-
06 Agu 2025
Pemkab Bogor Dorong ASN Kuasai Transformasi Digital Lewat Pelatihan Lapangan
-
06 Des 2024
Satgas SIRI Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Ruko di Tengah Hujan Deras
-
30 Nov 2025
Warga Sukaraja Meledak: Summarecon Dianggap Abaikan Tenaga Kerja Lokal, Dewan Koboy Turun Malam-Malam!
Rekomendasi lainnya
-
09 Jan 2025
Pemagaran Laut di Tangerang Ancaman Bagi Ekologi dan Kehidupan Masyarakat Pesisir
-
25 Jun 2025
Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Munas BEM SI ke-18, Ajat: Mahasiswa Penjaga Nurani Bangsa
-
18 Okt 2025
Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan Program MBG di SDN Ciangsana 02
-
11 Okt 2024
Pernyataan Akbar Zulfakar Soal Peluang Pasangan ASIH Dikecam Halusinasi Politik di Tengah Dinamika Baru PKS
-
26 Feb 2025
Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi dalam Kasus Korupsi Jiwasraya
-
22 Nov 2024
Satgas Yonif 323 Kostrad Gelar Bhakti Sosial di Kampung Ambobera, Dukung Percepatan Pembangunan Papua



