liputan08.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran penyakit Chikungunya, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti—vektor yang sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan pihaknya telah menyiapkan rapid test chikungunya untuk memastikan kasus yang muncul di masyarakat dapat segera terdeteksi.
“Kalau hasil rapid test positif, kami akan langsung lakukan fogging fokus di wilayah tersebut. Namun sebelum itu, masyarakat perlu lebih dulu melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk,” jelas Fusia.
Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan secara selektif bagi warga yang menunjukkan gejala mengarah ke chikungunya, seperti demam disertai nyeri sendi dan otot. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi kuat, Dinkes akan melanjutkan dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekitar.
“Fogging bukan langkah pertama, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Telur dan jentiknya harus diberantas lewat PSN. Kalau fogging dilakukan tanpa PSN, seminggu kemudian nyamuk akan muncul lagi,” tambahnya.
Fusia mengajak masyarakat melakukan PSN secara mandiri melalui gerakan 3M Plus — Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air, serta Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Perindukan nyamuk biasanya di air bersih dan bening seperti talang air, dispenser, atau wadah bekas di kebun. Karena itu, PSN harus menyeluruh, tidak hanya di dalam rumah tetapi juga di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fusia menyampaikan bahwa hingga pertengahan Oktober 2025, tren kasus chikungunya di Kabupaten Bogor masih terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat risiko penularan biasanya naik saat masa pancaroba.
“Kami sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit akibat vektor menjelang musim hujan. Dari puskesmas akan diteruskan ke kecamatan dan desa agar masyarakat menggerakkan kebersihan lingkungan,” terangnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat tidak menyepelekan gejala demam dan nyeri sendi, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau bidan desa terdekat.
“Chikungunya umumnya sembuh dalam waktu dua minggu tergantung daya tahan tubuh. Tapi jika gejalanya berat, seperti nyeri sendi hebat atau sulit berjalan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.
Melalui upaya deteksi dini, PSN, dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Bogor berkomitmen menjaga masyarakat tetap sehat dan aman dari ancaman chikungunya maupun DBD.
Tags: Pemkab Bogor
Baca Juga
-
22 Apr 2026
Wabup Bogor Jaro Ade Apresiasi TMMD ke-128, Infrastruktur Desa Kini Kian Terbuka
-
20 Sep 2025
Apresiasi Keterbukaan Informasi: Dari Bupati Bogor hingga Kepala Bidang, Contoh Pejabat Publik yang Layak Diteladani
-
15 Mar 2025
OTT Kejati Sumut: Dua Ketua MKKS di Batubara Ditangkap atas Dugaan Korupsi Dana BOS
-
23 Nov 2025
Pemkab Bogor Tanam 100 Ribu Pohon, Peringati Hari Pohon Sedunia
-
14 Jun 2026
Sekda Ajat Sebut Antusiasme Warga Luar Biasa, Jalan Sehat HJB ke-544 Dibanjiri 10.000 Peserta
-
29 Des 2024
Kodam I/BB Bantu 250 Anak Panti dan Kaum Dhuafa di Tanjung Morawa dengan Makanan Bergizi
Rekomendasi lainnya
-
28 Mar 2025
Plt Ketua PWI Jabar Danang Donoroso Menjaga Profesionalisme dan Keselamatan Jelang Idulfitri
-
01 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fuad Al Ansori: Festival Qasidah dan Hadroh PKB Rawat Tradisi Islami di Tengah Generasi Muda
-
02 Sep 2026
KH Achmad Yaudin Sogir: Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Diri Sendiri
-
18 Sep 2025
Anggota DPRD Bogor Usep Nukliri Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Desa Batu Tulis
-
08 Apr 2025
Pengkhianat Negara Menangis: Panen Raya Bukti Nyata Kepemimpinan Presiden Prabowo
-
06 Apr 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Semua Pihak yang Sukseskan Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1446 H





