Liputan08.com — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026, dimaknai sebagai pesan moral langit yang relevan bagi dunia politik dan kebangsaan. Hal itu disampaikan Edwin Sumarga, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bogor, dalam keterangannya di Kantor DPC PKB Kabupaten Bogor.
Menurut Edwin, Isra Mikraj bukan sekadar kisah perjalanan suprarasional Nabi Muhammad SAW, melainkan manifesto moral peradaban yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun tatanan sosial, politik, dan pemerintahan.
“Isra Mikraj mengajarkan bahwa kemajuan lahiriah tanpa kedalaman batin hanya akan melahirkan kekosongan makna. Dari peristiwa itulah Allah SWT mewajibkan salat sebagai instrumen pembentuk integritas dan kesadaran moral,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara historis dan teologis, proses Isra Mikraj menunjukkan bahwa perubahan besar dalam kehidupan umat manusia selalu diawali dengan penguatan jiwa. Kewajiban salat lima waktu yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Mikraj merupakan sistem pembinaan akhlak yang berkelanjutan dan sistematis.
“Salat mendidik kejujuran, ketepatan waktu, disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan pada nilai. Jika spirit ini diterjemahkan dalam praktik politik, maka akan lahir pemerintahan yang bersih, adil, dan berkeadaban,” tegas Edwin.
Edwin Sumarga menambahkan, PKB sebagai partai yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan, menjadikan Isra Mikraj sebagai sumber inspirasi dalam memperjuangkan politik rahmatan lil ‘alamin—politik yang meneduhkan, menyatukan, dan berpihak pada kemaslahatan rakyat.
“Isra Mikraj adalah pesan langit agar manusia tidak terjebak pada kerakusan dunia. Politik seharusnya menjadi jalan pengabdian, bukan panggung ambisi,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum memperkuat idealisme, keberanian moral, dan komitmen etis dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Tags: Edwin Sumarga: Isra Mikraj, Manifesto Moral untuk Membangun Politik yang Beradab
Baca Juga
-
17 Apr 2025
Putusan Sela PN Jakarta Pusat Tegaskan Hendry Ch Bangun Sah Ketum PWI
-
30 Nov 2024
Bazar Milenial Dorong UMKM Kabupaten Bogor Naik Kelas dan Majukan Ekonomi Kreatif
-
11 Nov 2024
Kejaksaan Negeri Konawe Selatan Bebaskan Supriyani dari Tuntutan Hukum Perlindungan Anak
-
17 Des 2025
Ketua DPRD Sastra Winara: Pemekaran Bogor Barat Harus Bersatu dan Siap Nyata
-
08 Feb 2025
Kasau Disematkan Brevet Kehormatan Albara, Wujud Penghormatan atas Dukungan bagi Satbravo 90 Kopasgat
-
27 Jun 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Santuni Anak Yatim di Momentum 1 Muharram 1447 H: Wujud Kepedulian dan Cinta Sesama
Rekomendasi lainnya
-
27 Nov 2025
Jaksa Agung Tegaskan Penegakan Korupsi Harus Fokus pada Pemulihan Negara dan Kesejahteraan Rakyat
-
30 Nov 2025
Warga Sukaraja Meledak: Summarecon Dianggap Abaikan Tenaga Kerja Lokal, Dewan Koboy Turun Malam-Malam!
-
31 Jan 2025
JAM-Pidum Setujui 17 Kasus Narkotika Diselesaikan dengan Restorative Justice
-
06 Feb 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah
-
18 Sep 2025
Bupati Bogor Apresiasi Sutradara Muda Asal Citeureup yang Raih Penghargaan Internasional
-
20 Agu 2025
Kisruh Jelang Musda Golkar Lampung: Legalitas 7 Ketua DPD II Dipertanyakan, DPP Dituding Intervensi




