Breaking News

KH Achmad Yaudin Sogir Ajak Guru Kabupaten Bogor Perkuat Keteladanan dan Transformasi Pendidikan di Era Digital

liputan08.com Cibinong — Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang jatuh pada 25 November, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menyampaikan pandangan mendalam mengenai urgensi penguatan peran guru sebagai pilar utama pembangunan karakter dan kemajuan pendidikan daerah.

Dalam keterangannya di Kantor DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa Hari Guru bukan hanya momentum seremonial, tetapi titik refleksi strategis untuk mengevaluasi kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kembali posisi guru sebagai teladan intelektual, sosial, dan moral bagi generasi muda.

Menurutnya, perubahan zaman yang bergerak cepat—mulai dari perkembangan teknologi, budaya digital, hingga dinamika sosial—menuntut adanya transformasi pendidikan yang berbasis pada nilai, keilmuan, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

“Hari Guru 2025 ini harus kita maknai sebagai lonceng kebangkitan. Guru adalah pelita peradaban. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi pembimbing jiwa, penanam karakter, dan penjaga moralitas bangsa. Di tengah derasnya arus digitalisasi, keteladanan guru menjadi semakin penting untuk menjaga generasi muda tetap berakar pada nilai, etika, dan akhlak yang baik,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.Selasa (25/11/2025)

Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Bogor membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, DPRD, dinas pendidikan, hingga masyarakat. Guru, menurutnya, harus mendapatkan ruang penguatan kapasitas, peningkatan kompetensi digital, serta dukungan kesejahteraan agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Transformasi pendidikan tidak mungkin tercapai tanpa peningkatan kualitas guru. Kami di DPRD, khususnya Komisi I, terus mendorong kebijakan yang memberikan afirmasi terhadap pengembangan ilmu, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Mereka harus dibekali kemampuan literasi digital, manajemen kelas modern, dan metode pembelajaran adaptif agar pendidikan kita tidak tertinggal,” jelasnya.

KH Achmad Yaudin Sogir juga menyoroti pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai moral dan kebudayaan lokal. Ia menilai bahwa guru memiliki posisi paling strategis dalam menjaga identitas dan karakter anak bangsa.

“Di saat pendidikan bergerak menuju era transformasi digital, jangan sampai kita kehilangan akar budaya dan jati diri. Guru adalah jembatan antara kemajuan zaman dan kearifan lokal. Mereka harus tetap menjadi panutan yang menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan moralitas,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, KH Achmad Yaudin Sogir mengajak seluruh guru Kabupaten Bogor untuk terus menjaga integritas, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme demi terciptanya generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

“Mari jadikan Hari Guru 2025 sebagai momentum memperbarui komitmen kita terhadap pendidikan yang manusiawi, berkualitas, dan berkeadilan. Semoga seluruh guru di Kabupaten Bogor senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan, dan kemuliaan dalam menjalankan amanah besar mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya