Breaking News

Kejurda Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 Kembali Digelar, Peserta Soroti Biaya Pendaftaran

Liputan08.com – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 kembali digelar di Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Kejuaraan catur yang menjadi bagian dari pembinaan atlet muda Jakarta tersebut diikuti hampir 400 peserta. Pertandingan dibagi dalam sejumlah kelompok usia, mulai dari U-8 hingga U-19, serta kategori Open dan Veteran usia 55 tahun ke atas.

Babak pertama sebelumnya telah berlangsung pada Sabtu (3/10/2026). Setiap peserta menjalani tiga pertandingan. Sistem penilaian memberikan satu poin bagi peserta yang menang, sedangkan hasil remis memperoleh setengah poin.

Memasuki Minggu pagi, babak kedua dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Peserta kembali menjalani pertandingan sesuai sistem dan jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Namun, pelaksanaan Kejurda Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 turut mendapat sorotan terkait biaya pendaftaran peserta.

Salah seorang peserta mengungkapkan, setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp70 ribu saat melakukan registrasi secara online.

“Ya, kami saat mendaftar secara online diminta biaya Rp70 ribu. Kami mendapat kostum, pulpen dan tanda peserta yang dipakai hari Minggu,” ujar peserta.

Biaya tersebut menjadi perhatian karena kejuaraan menggunakan nama Piala Gubernur DKI Jakarta, sehingga muncul pertanyaan mengenai dukungan anggaran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Umum Mahasiswa Peduli Hukum, Ali Wardana, S.H., CPM., mempertanyakan apakah dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mencukupi sehingga peserta masih dikenakan biaya pendaftaran.

“DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan kemampuan fiskal yang besar. Kami mempertanyakan berapa anggaran yang diberikan pemerintah untuk kegiatan ini dan untuk apa saja penggunaannya. Ini perlu dijelaskan secara terbuka,” katanya.

Menurutnya, pihaknya tetap mendukung kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya dalam melahirkan pecatur berprestasi. Namun, transparansi anggaran tetap penting agar penyelenggaraan kegiatan yang menggunakan nama pemerintah daerah dapat diketahui publik.

“Kami sangat mendukung pembinaan generasi bangsa melalui olahraga catur. Tetapi pengelolaan anggaran dan pungutan kepada peserta tetap harus diawasi dan transparan. Wartawan juga perlu menanyakan kepada panitia berapa anggaran yang diberikan Gubernur DKI Jakarta untuk kegiatan ini,” ujarnya.

Kejurda Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 sendiri diharapkan menjadi ruang bagi pecatur muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring atlet potensial yang dapat membawa nama Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya