Ibu Tidak Pernah Pergi, Sel-selnya Bisa Tetap Hidup dalam Tubuh Anak
Minggu 9 Agustus 2026
Ada ungkapan yang begitu sederhana tetapi menyentuh: “Ibu tidak pernah pergi, karena sebagian dirinya tetap ada dalam diri kita.” Ternyata, ungkapan tersebut memiliki sisi ilmiah yang menarik. Para ilmuwan menemukan bahwa selama kehamilan terjadi pertukaran sel antara ibu dan janin. Sebagian sel ibu dapat berpindah ke tubuh anak dan dalam kondisi tertentu bertahan hingga anak tumbuh dewasa. Fenomena ini dikenal sebagai maternal microchimerism. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa sel yang berasal dari ibu dapat bertahan dalam tubuh anak hingga usia dewasa. Dalam penelitian tersebut, microchimerism maternal ditemukan pada sejumlah orang sehat dengan usia hingga 49 tahun.
Fenomena ini terjadi karena selama kehamilan terdapat pertukaran sel dua arah melalui plasenta. Bukan hanya sel janin yang dapat masuk ke tubuh ibu, tetapi sel ibu juga dapat masuk ke tubuh janin. Kajian ilmiah mengenai microchimerism menjelaskan bahwa sebagian sel yang berpindah tersebut dapat menetap dalam tubuh penerima dalam jangka panjang.
Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa temuan ini tidak boleh dipahami secara berlebihan. Bukan berarti seluruh tubuh seorang anak dipenuhi sel ibunya atau ibu secara biologis “hidup” kembali di dalam tubuh anak. Yang ditemukan adalah sejumlah kecil sel maternal yang dapat bertahan lama. Fungsi sel-sel tersebut juga masih terus diteliti. Para peneliti menemukan kemungkinan keterlibatannya dalam sistem kekebalan dan proses biologis tertentu, tetapi manfaat maupun dampaknya belum sepenuhnya dipahami.
Menariknya, ilmu pengetahuan modern tentang hubungan biologis ibu dan anak terasa sejalan dengan pesan agama mengenai besarnya pengorbanan seorang ibu. Al-Qur’an dalam QS. Luqman ayat 14 mengingatkan manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tua dan secara khusus menyebut sang ibu yang mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.
Dalam tafsir yang dimuat Quran.com, ayat tersebut menjelaskan beratnya perjuangan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan, dan menyusui. Karena itu, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah sekaligus berbuat baik kepada kedua orang tua.
Dari sisi sains, seorang ibu memang dapat meninggalkan jejak biologis dalam tubuh anak melalui proses pertukaran sel selama kehamilan. Dari sisi kehidupan, seorang ibu juga meninggalkan jejak yang jauh lebih besar: kasih sayang, pendidikan, doa, dan nilai-nilai yang membentuk anak sepanjang hidupnya.
Karena itu, kalimat “ibu tidak pernah pergi” tidak harus dimaknai bahwa ibu secara fisik akan selalu berada di dalam tubuh anak. Secara ilmiah, yang dapat dikatakan adalah bahwa sebagian kecil sel maternal dapat bertahan lama pada sebagian anak. Selebihnya adalah makna emosional dan spiritual yang jauh lebih dalam.
Sains mungkin mampu menemukan sel ibu yang tertinggal di dalam tubuh anak. Tetapi sains tidak memiliki alat untuk mengukur besarnya pengorbanan seorang ibu.
Jika ibu masih ada, jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya dirinya. Teleponlah, datangi, cium tangannya, dan ucapkan terima kasih. Sebab sebelum seorang anak mengenal dunia, ibunya telah lebih dahulu menjadi tempat pertama bagi kehidupannya.
Tags: Microchimerism Maternal
Baca Juga
-
10 Okt 2025
Kejagung Periksa Dua Saksi Kasus Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina
-
12 Feb 2026
Sambut Ramadan, KH Achmad Yaudin Sogir Ziarah dan Ajak Warga Pakansari Jaga Kebersamaan di Tengah Musibah
-
09 Mar 2025
Pakar Hukum Dr. Hirwansyah Pentingnya Saling Menghormati antara Pers dan Kepolisian dalam Penegakan Hukum
-
08 Feb 2025
Polda Banten Bongkar Jaringan Tambang Emas Ilegal di Lebak, 10 Pelaku Diciduk!
-
16 Jun 2025
Pangdam V/Brawijaya Pimpin Panen Raya PMJ 01 dan Dorong Pengembangan Pertanian Terpadu di Lamongan
-
25 Apr 2025
Jahannam Narkoba: Fachri Albar Ditangkap di Jakarta Selatan dengan Empat Jenis Zat Terlarang
Rekomendasi lainnya
-
15 Jul 2025
PWI Kabupaten Bandung Gelar OKK: 47 Wartawan Ikuti Orientasi Menuju Keanggotaan Profesional
-
26 Feb 2025
DPRD Kabupaten Bogor Desak Bupati Evaluasi Kinerja Satpol PP yang Dinilai Lemah
-
25 Okt 2024
20 Tahun Mengabdi untuk Nusantara Refleksi Perjalanan dan Harapan ke Depan oleh Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, MH
-
12 Feb 2025
KH Achmad Yaudin Sogir Apresiasi Babakan Madang Sebagai Penyumbang PAD ke-6, Siap Kawal Aspirasi Warga
-
20 Sep 2025
Apresiasi Keterbukaan Informasi: Dari Bupati Bogor hingga Kepala Bidang, Contoh Pejabat Publik yang Layak Diteladani
-
26 Nov 2024
DPD RI dan Pemkab Bogor Tinjau Kesiapan H-1 Pilkada Serentak di Kabupaten Bogor






