liputan08.com SUKAMAKMUR — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani dampak bencana pergeseran tanah yang terjadi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, termasuk perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, tercatat sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut. Dari jumlah itu, 38 KK mengalami kerusakan rumah kategori rusak berat, sementara sisanya berada di zona tanah yang masih mengalami pergerakan meskipun bangunan rumah belum mengalami kerusakan struktural.
Bupati Rudy menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Pemerintah daerah, kata dia, memastikan seluruh warga tidak lagi bertahan di tenda pengungsian dan segera dipindahkan ke hunian yang lebih aman.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah menyelamatkan masyarakat. Tidak boleh ada warga yang berlama-lama tinggal di pengungsian,” ujar Rudy saat meninjau langsung lokasi terdampak, Jumat (30/1).
Sebagai bentuk penanganan cepat, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara selama enam bulan bagi seluruh warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp750.000 per bulan dan dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama, sehingga warga dapat segera menempati hunian yang layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Selain penanganan darurat, Rudy menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan kajian teknis dan geologi terhadap kondisi tanah di wilayah terdampak. Tim ahli geologi akan diterjunkan untuk meneliti tingkat kelabilan tanah serta mengidentifikasi penyebab pergeseran, baik yang bersifat alami maupun akibat faktor lain.
“Hasil kajian ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan lanjutan, apakah memungkinkan dilakukan perbaikan rumah di lokasi semula atau diperlukan relokasi,” jelasnya.
Apabila hasil kajian menyatakan suatu wilayah tidak lagi layak huni, Rudy menegaskan bahwa kebijakan relokasi akan dilakukan secara partisipatif, melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga, tanpa keputusan sepihak. Pemerintah Kabupaten Bogor juga mulai menginventarisasi lahan milik daerah di sekitar lokasi sebagai alternatif tempat relokasi.
Bupati Rudy memastikan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan terhadap warga yang terdampak bencana. Seluruh proses rekonstruksi dan perbaikan rumah akan dilakukan berdasarkan kategori kerusakan serta rekomendasi teknis dari hasil kajian di lapangan.
Tags: Pemkab Bogor
Baca Juga
-
14 Mar 2025
Dugaan Korupsi di Kominfo: Kejari Jakpus Selidiki Tender Pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara
-
11 Okt 2024
Keteguhan Wanita Saat Suami Dipenjara Mengatasi Kesepian dan Menjaga Kesucian
-
25 Apr 2025
Dewan Pers Minta Tian Bahtiar Tak Ditahan, Tegaskan Komitmen Jaga Kebebasan Pers
-
14 Feb 2025
Tim Tabur Kejati Sumsel Berhasil Tangkap Buronan Kasus Pencurian di Morowali
-
05 Jan 2025
Presiden Prabowo Subianto Bangun Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin Ekstrem
-
31 Okt 2024
Pangdam I/BB Sambut Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Sampaikan Pesan Penting ke Prajurit Korem 033/Wira Pratama
Rekomendasi lainnya
-
04 Des 2024
JAM DATUN dan PT Nindya Karya Jalin Kerja Sama Mitigasi Risiko Hukum di Sektor Konstruksi
-
21 Sep 2025
PT BAP dan BMSN Tebar Seribu Bibit Pohon, Dorong Gerakan Hijau di Kawasan Puncak
-
03 Mar 2026
Tradisi Bukber Ramadan 1447 H, RT 05 RW 15 Telaga Murni Pererat Silaturahmi Warga
-
07 Mar 2025
Kasiops Korem 161/WS Tinjau Pos Haumeniana, Perkuat Kesiapan dan Sinergi di Perbatasan
-
03 Agu 2025
Dongeng Peri Gigi Inovasi Puskesmas Kemang Edukasi Kesehatan Gigi Anak Lewat Boneka
-
22 Apr 2025
Bupati Bogor Instruksikan Uji Emisi Internal Kendaraan Dinas, Dukung Peluncuran Layanan Uji Berkala Keliling




