liputan08.com BOGOR – Bulan Rajab, Syaban, dan Ramadhan bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Hijriah, tetapi juga momentum spiritual untuk membersihkan diri secara menyeluruh. Rajab menjadi fase pembersihan jiwa dan raga, Syaban membersihkan hati, sementara Ramadhan menyucikan ruh manusia.
Nilai-nilai itu seolah tercermin dalam kisah seorang kakek penjual es roti asal Kabupaten Bogor yang telah puluhan tahun berjualan di kota besar. Sosok sederhana ini mendadak viral di media sosial, bukan karena sensasi, melainkan karena ketulusan hidup yang ia jalani.
Peristiwa tersebut menyadarkan publik bahwa setiap musibah dan kejadian selalu mengandung hikmah, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital. Masyarakat kini dihadapkan pada kenyataan bahwa perhatian sering terfokus pada gawai, hingga tanpa sadar melupakan pelajaran paling mendasar: akhlak, empati, dan prasangka baik.
Di media sosial, tayangan yang tampak baik belum tentu benar-benar baik, sementara informasi negatif kerap dianggap sebagai kebenaran mutlak, padahal belum tentu demikian. Semua bergantung pada cara pandang dan kedewasaan dalam menyikapinya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menegaskan bahwa kisah kakek penjual es roti tersebut merupakan pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mudah memandang rendah sesama manusia, terlebih para pelaku usaha kecil.
“Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang. Maka hidup akan lebih selamat dan penuh berkah ketika kita selalu berprasangka baik. Jangan pernah memandang hina siapa pun, apalagi mereka yang mencari nafkah dengan cara halal dan penuh kesabaran,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, para pedagang kecil seperti penjual es roti, pedagang asongan di terminal, hingga penjual di lampu merah adalah orang-orang mulia. Mereka memilih bekerja keras dengan tangan sendiri, bukan meminta-minta.
“Tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan di bawah. Para pedagang kecil itu sedang menjaga kehormatan hidupnya dan keluarganya,” tegasnya.
KH Achmad Yaudin Sogir juga membagikan pengalaman pribadinya yang sarat makna. Ia mengaku pernah menjadi pedagang asongan di Terminal Baranangsiang, Bogor, bahkan berjualan di kereta api saat muda.
“Saya merasakan langsung bagaimana beratnya hidup sebagai pedagang kecil. Dari sanalah saya belajar tentang keteguhan, kejujuran, dan makna syukur. Itu semua membentuk akhlak saya hingga hari ini,” tuturnya.
Ia berharap, viralnya kisah kakek penjual es roti dapat menjadi pelajaran kolektif bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak larut dalam penilaian dangkal di media sosial.
“Rajab, Syaban, dan Ramadhan mengajarkan kita untuk membersihkan diri lahir dan batin. Jika itu benar-benar kita pahami, maka menghargai orang lain akan menjadi kebiasaan, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.
Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwa di tengah hiruk pikuk dunia digital, nilai kemanusiaan dan akhlak baik tetap relevan dan abadi.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
27 Mei 2025
Jelang Idul Adha 1446 H, Diskanak Bogor Bentuk Tim Pengamanan dan 7 Posko Pemeriksaan Hewan Qurban
-
10 Nov 2024
Pemkab Bogor Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-79 dengan Semangat Kebangsaan
-
24 Jul 2025
Indra Fermanto Nahkodai PMI Kabupaten Bogor 2025–2030: Wujudkan Kepemimpinan Humanis dan Kolaboratif
-
04 Feb 2025
Kabinet Bergerak Berdampak BEM Laa Roiba Semangat Maju
-
04 Nov 2024
Ahmad Muzani Titipkan Tiga Pesan Penting untuk Pasangan Calon Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Jaro Ade
-
14 Apr 2026
Bahaya Koruptor di Balik Digitalisasi Pendidikan: Skandal Chromebook Rugikan Negara hingga Rp1,5 Triliun
Rekomendasi lainnya
-
27 Sep 2025
Kekerasan terhadap Jurnalis Ambarita di Bekasi, PPWI: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
-
30 Nov 2024
Polisi Amankan Enam Remaja dengan Sajam di Cengkareng
-
23 Jun 2025
Sekda Bogor Tegaskan Integritas Jadi Kunci dalam Penerimaan Murid Baru
-
19 Jun 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tekankan Komitmen Selesaikan Pembangunan Prioritas
-
03 Jul 2025
Aset Doni Salmanan Laku Rp3,5 Miliar di Lelang Negara, Kejagung: Bukti Komitmen Pulihkan Kerugian Negara
-
26 Jan 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Peringatan Isra Mi’raj dengan Kepedulian Sosial dan Lingkungan


