Liputan08.com Jakarta, – Kejaksaan Agung melalui Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) berhasil menangkap tersangka HAT dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait kegiatan impor gula di Kementerian Perdagangan periode 2015-2016. Penangkapan ini dilakukan pada Selasa, 21 Januari 2025, di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa tersangka HAT langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Jakarta Selatan. Setelah pemeriksaan, HAT ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.
“Penahanan dilakukan berdasarkan bukti-bukti kuat yang mengindikasikan keterlibatan tersangka dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp578 miliar,” ujar Harli Siregar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/1).
Modus Operandi Tersangka
Harli mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian pada Desember 2015, yang membahas potensi kekurangan Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 200.000 ton. Namun, tidak ada keputusan untuk melakukan impor GKP.

Pada Januari 2016, Menteri Perdagangan saat itu, tersangka TTL, mengeluarkan surat penugasan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk memenuhi stok gula nasional melalui impor Gula Kristal Merah (GKM) yang akan diolah menjadi GKP. Penugasan ini kemudian melibatkan delapan perusahaan swasta, termasuk PT Duta Sugar International yang dipimpin oleh tersangka HAT.
“Impor yang seharusnya dilakukan oleh BUMN justru diserahkan kepada pihak swasta. Setelah GKM diolah menjadi GKP, gula tersebut dijual di pasar dengan harga tinggi, yaitu Rp16.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.000 per kilogram. Keuntungan besar didapatkan oleh perusahaan swasta, sementara tujuan stabilisasi harga tidak tercapai,” jelas Harli.
Menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), negara dirugikan sebesar Rp578.105.411.622,47 akibat praktik ini. Tersangka HAT bersama dengan tersangka lainnya diduga menikmati keuntungan besar dari kegiatan tersebut.
Harli menegaskan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran serius karena melibatkan peran penting sejumlah pihak, termasuk pejabat negara, dalam memanipulasi kebijakan publik untuk keuntungan pribadi.

“Kasus ini menunjukkan betapa rentannya sektor pangan terhadap praktik korupsi. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan membawa seluruh pelaku ke pengadilan,” tegasnya.
Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Kejaksaan Agung mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum ini agar penegakan hukum berjalan transparan dan adil. “Kita tidak boleh memberi ruang bagi siapa pun yang merugikan negara dan masyarakat,” pungkas Harli.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam pengelolaan sektor strategis seperti pangan. Aparat penegak hukum memastikan akan terus mengusut kasus serupa demi melindungi kepentingan rakyat.
Tags: Korupsi Impor Gula Tersangka HAT Ditangkap Negara Rugi Rp578 Miliar
Baca Juga
-
30 Jan 2025
Kapolri Janji Tingkatkan Pelayanan Publik Perkenalkan Dittipid PPA-PPO ke Presiden Prabowo
-
14 Jul 2025
Ketua PWI Kabupaten Bogor Dukung Kebijakan Bupati Rudy Susmanto Soal Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00: Sinergi Pendidikan, Spiritualitas, dan Kesehatan Anak
-
03 Feb 2026
Bupati Bogor Hentikan Aktivitas Berisiko di Sukamakmur, Keselamatan Warga Jadi Prioritas
-
06 Okt 2025
Dedie Rachim Bangga, 15 Pasang Mojang Jajaka Kota Bogor Tunjukkan Kreativitas Terbaik
-
04 Apr 2026
Edwin Sumarga Tegaskan Visi Besar PKB di Muscab Bogor, Ahmad Fauzi Soroti Penguatan Ideologi Kader
-
11 Okt 2024
Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Korupsi dan Pencucian Uang PT Duta Palma Group
Rekomendasi lainnya
-
23 Jul 2025
Gemasaba Bogor Bagikan Kursi Roda bagi Difabel, Wujud Nyata Kepedulian Sosial di Harlah ke-27 PKB
-
09 Mei 2025
Sastra Winara Bogor Run 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga dan Ekonomi Daerah
-
07 Agu 2025
Saksi-saksi Koruptor PT Pertamina Diusut Kejaksaan Agung: Kasus Tata Kelola Minyak Mentah dan Kilang
-
03 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi dalam Kasus Jiwasraya, Terkait Tersangka IR
-
24 Mar 2025
Bupati Bogor Pastikan Armada Bus Laik Jalan untuk Mudik Lebaran 2025
-
08 Feb 2025
PMPP TNI Rayakan HUT Ke-18 dengan Syukuran dan Berbagai Kegiatan Bermakna



