Breaking News

PWI Pusat dan Jaksa Agung Sepakat Perkuat Sinergi Pers dan Penegakan Hukum Nasional

Liputan08.com — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menerima kunjungan resmi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, bersama jajaran pengurus periode 2025–2030 di Lantai 11 Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat kolaboratif antara lembaga penegak hukum dan insan pers.

Dalam sambutannya, Akhmad Munir yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN Antara, menyampaikan apresiasi atas sambutan ramah dari jajaran Kejaksaan Agung.

“Pak, kantornya megah, liftnya harum, dan penyambutannya hangat sekali. Terima kasih atas kehormatannya,” ujar Munir membuka pertemuan.

Munir menjelaskan bahwa PWI saat ini tengah fokus menjalankan tiga program utama untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperkuat profesionalisme wartawan.

“Pertama, kami memperkuat konsolidasi organisasi pasca dinamika internal beberapa waktu lalu. Syukurlah, seluruh permasalahan hukum yang sempat muncul kini telah selesai dengan baik setelah kami bertemu dengan Bapak Kapolri,” ungkapnya.

Program kedua adalah peningkatan kapasitas wartawan melalui kegiatan Safari Jurnalistik, Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Kegiatan tersebut kami selenggarakan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan kejaksaan di sejumlah wilayah, dengan tujuan menjaga integritas, profesionalitas, dan kompetensi wartawan,” jelas Munir.

Lebih lanjut, Munir menyebutkan bahwa PWI saat ini memiliki lebih dari 30.000 anggota, di mana sekitar 20.000 wartawan telah mengikuti uji kompetensi.
Ia menegaskan, PWI berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan industri media digital.

“Disrupsi digital telah mengubah pola konsumsi informasi publik dan berdampak besar terhadap keberlanjutan ekonomi perusahaan pers. Karena itu, kami terus berupaya memperkuat ekosistem pers nasional bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Munir juga mengundang Kejaksaan Agung untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan diselenggarakan di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026.

“Kami berharap Kejagung dapat berkolaborasi, khususnya dalam bidang literasi hukum serta kegiatan pameran pada HPN mendatang di Banten,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI dan menegaskan pentingnya sinergi antara Kejaksaan dan insan pers.

“Bagi kami, pers adalah sahabat yang harus dijaga. Tanpa pemberitaan dari teman-teman media, masyarakat tidak akan mengetahui apa yang kami kerjakan,” ujarnya.

Burhanuddin menekankan bahwa Kejaksaan Agung selalu terbuka terhadap komunikasi dan kerja sama dengan media, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Silakan teman-teman di daerah berkomunikasi dengan jajaran kami. Keterbukaan adalah kunci agar masyarakat memahami kinerja lembaga kami,” tegasnya.

Ia juga mengajak insan pers untuk terus menjaga profesionalisme dan berperan aktif dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

“Mari kita bersinergi. Kami membutuhkan media untuk menyampaikan apa yang telah kami kerjakan demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara Kejaksaan dan PWI, guna mewujudkan ekosistem informasi yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan literasi hukum nasional.

Pada kesempatan itu, Akhmad Munir turut memperkenalkan struktur pengurus baru PWI Pusat periode 2025–2030, di antaranya:
Atal S. Depari (Ketua Dewan Kehormatan), Zulmansyah Sekedang (Sekjen), Agus Sudibyo (Ketua Bidang Pendidikan), KS Ariawan (Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama), Anriko Pasaribu (Ketua Bidang Hukum), Hilman Hidayat (Ketua Bidang Multimedia dan IT), Marthen Selamet Susanto (Bendahara Umum), Sumber Rajasa Ginting (Wakil Bendahara Umum), Johnny Handjojo (Ketua Departemen Hankam dan Polri), Hengky Lumban Toruan (Ketua Departemen Humas), Baren Antonio Siagian (Ketua Bidang Depkumham), Aiman Wicaksono (Wakil Ketua Depkumham), Musrifah (Wakil Ketua Departemen Hankam dan Polri), Amy Atmanto (Wakil Ketua Bidang Kerjasama), Zarman Syah (Wakil Ketua Bidang Pendidikan), dan Jimmy Ende (Wakil Ketua Komisi Litbang & Kajian).

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya